
"Lihatlah Sascha dan Dewa. Sepertinya mereka saling jatuh cinta," jawab Chloe.
"Dewa sekarang menjadi bucin. Aku tahu dari dulu Dewa memang tidak pernah jalan sama perempuan lain kecuali Dita dan Tara," ucap Gerre yang secara terang-terangan.
"Kita enggak menyangka. Takdir bisa mempertemukan dengan putri kita. Cepat atau lambat kita akan memutuskan Sascha menjadi ahli waris," ujar Chloe.
"Kalau aku menjadi ahli waris, bagaimana dengan keluarga Billi ketika menculikku?" tanya Sascha yang duduk di samping Chloe.
"Kamu enggak usah takut. Jangan pernah mundur. Mereka memang ingin menghancurkan kamu. Tapi kamu harus membalik keadaan yang sebenarnya. Hancurkanlah mereka jangan buat mereka tertawa di atas penderitaan orang lain," tutur Gerre.
"Mereka akan melakukan segala cara untuk menghancurkan Sascha. Papa tahukan kalau ibunya Billi akan mengejar Sascha. Bahkan Sascha akan berganti nama menjadi Aulia," ucap Dewa yang mulai serius sambil menghempaskan bokongnya di samping Gerre.
"Kamu benar. Inilah inti permasalahan yang sebenarnya. Tapi kita harus melakukannya. Jika tidak mereka akan melakukannya secara terus-menerus. Papa sudah mengumpulkan banyak bukti kejahatan yang dilakukan oleh mereka. Kita harus mengusut tuntas kasus ini. Biar ke sananya tidak akan ada korban. Cukup kita saja," jelas Gerre dengan serius.
"Kak," panggil Sascha.
"Ada apa?" tanya Dewa yang melihat Sascha.
"Bagaimana dengan Risa?" tanya Sascha yang mulai menganalisis keadaan.
"Risa teman sahabat kamu itu?" tanya Dewa yang mengerutkan keningnya.
"Iya... Aku mulai curiga dengan kedekatannya dengan Santi," jawab Sascha yang mengambil snack di depan dan memakannya.
Gerre berpikir sejenak sambil tersenyum manis. Gerre paham siapa itu Risa lalu meraih ponselnya, "Sa... Berikan alamat emailmu sekarang."
Gerre segera memberikan ponselnya ke arah Sascha. Sascha meraihnya sambil menulis alamat email, "Setelah sadar aku mulai curiga. Curiga dengan hubungan erat antara Santi dan Risa."
"Dia adalah kaki tangan mafia," jawab Gerre dengan cepat.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Chloe.
"Iya. Risa adalah kaki tangan Jaya Gunadi," jawab Gerre.
"Sepertinya aku mengenal Jaya Gunadi?" tanya Sascha yang memandang Dewa untuk mengingatkan siapa itu Jaya. Sascha menyodorkan ponsel itu ke Gerre.
"Masa kamu enggak tahu sih. Dulu Jaya ingin melamarmu saat kuliah semester tiga. Terus Papa Devan memberikan saran agar kamu enggak menerima lamaran Jaya," ucap Dewa.
"Jadi, si Jaya ingin melamar Sascha?" tanya Gerre yang terkejut dengan lamaran Jaya.
"Iya. Papa Devan bilang jangan dulu deh nikah," jawab Sascha.
"Papa Devan ada benarnya juga. Papa Devan enggak mau lihat kamu menderita. Selain itu juga Papa Devan mengetahui kalau Jaya adalah seorang ketua mafia Dark Impulsif. Yang dimana mafia Dark Impulsif sebuah organisasi bawah tanah yang memasok organ tubuh manusia. Mereka akan menjualnya ke pasar gelap dengan harga yang cukup tinggi," kata Gerre yang menjelaskan semuanya tentang Dark Impulsif.
Sascha sangat susah menelan salivanya. Sascha baru mengetahui organisasi bawah tanah itu. Bahkan Sascha sangat terkejut kalau Risa terlibat jaringan di dalamnya.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Risa bisa bergabung dengan mafia itu?" tanya Sascha.
Sascha hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Selama ini Sascha memiliki seorang teman yang ternyata kaki tangan mafia. Bagi Sascha, Risa itu sangat mengerikan. Lalu bagaimana dengan Dewa? Dewa hanya diam tanpa suara. Dewa sudah mengetahui siapa mereka? Dewa sudah menganggap Dark Impulsif sebagai musuh utama. Dewa tidak habis pikir dengan Sascha. Kenapa Sascha mendapatkan teman yang tidak menguntungkan. Yang lebih parahnya lagi teman-temannya Sascha bisa dikatakan benalu.
"Aku kira cerita-cerita mafia hanya dalam novel. Bahkan aku sering melihat film-film yang berbau-bau mafia," celetuk Sascha yang memandang langit-langit.
"Sekarang sembuhkan luka di kepalamu. Setelah itu berlatihlah lebih keras untuk menjaga pertahanan diri. Kelak suatu hari nanti kamu bisa menyelamatkan dirimu dari Risa dan mereka!" titah Gerre.
Sascha mengangguk paham apa yang dikatakan oleh sang papa. Ia harus mandiri dan menguasai ilmu bela diri. Jika sewaktu-waktu Risa berbuat ulah. Papa akan memberikan kamu pengawal. Yang dimana pengawal itu bisa kamu pergunakan," saran Gerre yang tersenyum manis.
"Apakah papa seorang mafia?" tanya Sascha yang mulai curiga.
"Ya... Papa adalah seorang ketua mafia dari Black Swan. Kemungkinan besar kamu akan menggantikan posisi papa untuk selanjutnya," jawab Gerre dengan jujur karena tidak ingin menutupi identitasnya di hadapan Sascha.
__ADS_1
Mata Sascha berbinar seketika. Ternyata Sascha memiliki kesempatan baik untuk bergabung di dunia bawah tanah.
Dewa tidak sengaja melihat mata Sascha berbinar langsung menelan salivanya dengan susah payah. Dewa akan memprediksi jika Sascha menjadi ketua mafia bisa terjadi pertumpahan darah.
"Tapi pa?" tanya Sascha.
"Apa itu?" tanya Gerre dengan serius.
"Kemarin aku ingin bergabung ke Black Tiger. Lalu aku mendapatkan panggilan. Setelah itu aku berkata kepada mereka agar tidak memasukkan aku terlebih dahulu. Katanya tak apa-apa. Aku bilang lagi kalau ada masalah di kepalaku. Mereka menjawab akan menunggumu hingga sembuh. Jika aku bergabung dengan Black Tiger apakah papa enggak keberatan?" tanya Sascha dengan jujur.
"Ya boleh. Siapa sih yang enggak boleh. Tapi kamu harus hati-hati sama ketuanya itu," jawab Gerre yang tertawa di dalam hati.
Dewa seakan mati kutu karena jawaban Sascha. Dewa bingung harus menangis apa tertawa saat ini. Dewa mulai berpikir kalau yang membalas adalah Jake. Kenapa juga Leo membalas seperti itu?
"Pasti sang ketua mafia itu orangnya misterius. Semoga saja sang ketua tidak mengenaliku," celetuk Sascha ke Dewa. "Tapi aku harus izin dulu sama Kak Dewa."
Gerre dan Chloe menahan tawa karena tahu Dewa sedang mati kutu. Mereka hanya menggelengkan kepalanya serempak. Memang sih Dewa sangat jago menutupi identitasnya di bawah tanah sebagai sang ketua.
"Kak Dewa," panggil Sascha dengan lembut.
"Ada apa?" tanya Dewa yang mulai normal.
"Bolehkah aku bergabung dengan dunia bawah tanah?" tanya Sascha balik.
"Tapi kamu boleh pacaran sama sang ketuanya saja," jawab Dewa yang tersenyum manis. "Bahkan menikah dengannya boleh."
Kedua pasangan suami istri hanya bisa tertawa dalam hati. Kenapa juga Sascha mendapatkan izin seperti itu? Sascha hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku rasa berpacaran dengan Kak Dewa dan menikahinya."
"Kamu tidak ingin menikahinya?" tanya Dewa yang menggoda Sascha.
__ADS_1
"Aku sudah bilang kalau Kak Dewa adalah kekasihku. Apa coba aku disuruh menikah dengan sang ketua mafia Black Tiger? Yang aku tahu ketua mafia itu orangnya sangat mengerikan. Bisa jadi aku terbunuh jika berkhianat," jawab Sascha.
"Sekarang aku tanya, kenapa bisa terbunuh? Seandainya sang ketua mafia itu sangat menyukaimu bagaimana? Apakah kamu akan mengelak?" tanya Dewa yang membuat kesal Sascha.