
"Apakah itu benar? Setahu aku papa tidak pernah memindahtugaskan seseorang yang hebat dengan asal,'' jawab Dewa.
Sascha mulai membaca situasi kalau sang IT senior dipindah tugaskan secara mendadak. Sascha menghembuskan nafasnya secara kasar sambil bertanya, "Kapan kamu dipindahtugaskan?"
"Sekitar delapan bulan yang lalu di daerah Toronto,'' jawab Choi.
"Apakah ada suratnya?" tanya Sascha.
"Secara tertulis aku tidak ada. Tapi aku mendapatkan lewat email,'' jawab Choi.
"Bolehkah aku tahu surat itu?" tanya Sascha.
"Seharusnya yang memindah kamu itu bukan papa. Tapi yang memberi perintah itu adalah HRD,'' ucap Dewa.
"Aku mah iya-iya aja. Kamu tahukan kalau aku orangnya suka hal yang baru,'' ujar Choi yang mengirimkan surat itu ke email Sascha.
''Siapa IT disini yang baru?" tanya Sascha.
"Namanya adalah Yugo,'' jawab Choi.
"Yugo?" pekik Sascha. "Bukannya dia adalah?''
Sascha terkejut dengan nama Hugo. Entah kenapa dirinya dilanda kecemasan. Ya... Sascha menatap Dewa sambil meminta penjelasan. Ketika Sascha menatapnya, Dewa hanya mengedikkan bahunya karena benar-benar tidak tahu.
"Jujur aku enggak tahu siapa itu Hugo?" tanya Dewa.
"Hmmp... ini ada konspirasi. Papa lebih teliti kalau mencari orang IT lebih pengalaman,'' ucap Sascha.
"Kamu kenal Hugo?" tanya Choi.
"Ya... aku mengenalnya. Aku pernah bertarung bersama Leo ketika D'Stars Inc diserang oleh Hugo. Semua tim IT kelabakan saat virus Hugo masuk dan menghajar semua data-data yang berada di sistem,'' jawab Sascha.
__ADS_1
"Habislah semuanya,'' kesal Dewa. "Kalau begitu DT Inc dalam bahaya?"
"Bisa. Kita akan memeriksanya terlebih dahulu. Tapi aku tidak memiliki laptop yang canggih,'' ucap Sascha dengan menyesal.
"Laptop?" tanya Choi.
"Ya... aku butuh itu. Aku harus membelinya,'' kesal Sascha yang mencebikkan mulutnya.
"Memangnya laptop kamu dimana?" tanya Dewa.
"Di apartemen kakak di Jakarta,'' jawab Sascha.
"Kalau begitu aku akan meminta pengawal mengirimkan laptop canggih malam ini juga,'' ucap Dewa.
"Aku butuh sekarang,'' ucap Sascha yang kesal. "Lebih baik aku beli saja. Mumpung masih jam delapan malam.''
"Ayo kalau begitu,'' ajak Dewa.
"Kenapa ikut?' tanya Dewa yang kesal dengan Choi yang ingin berduaan dengan Sascha.
"Sepertinya kamu marah jika aku ikut,'' ujar Choi.
"Aku hanya ingin menjaga Sascha. Kamu tahu dia adalah calon ibu dari calon anak-anakku,'' kesal Dewa.
"Sa, kamu yakin suka sama cowok ini?' tanya Choi.
"Bisa enggak sih kalau ketemu damai sedikit! Lama-lama aku ingin menendang kalian ke Planet Pluto!" geram Sascha yang menatap Dewa dan Choi berapi-api.
Kedua pria tampan itu menelan salivanya dengan susah payah. Entah mengapa mereka langsung ketakutan dan diam tidak berani menatap Sascha sekalipun.
"Kalau begitu, ayolah. Kalian berdua boleh ikut. Kita tidak boleh membuang waktu lama-lama. Jika kita membuang waktu lama-lama bisa dipastikan keadaan semakin parah. Aku akan menghubungi Mas Kobe,'' anak Sascha.
__ADS_1
"Mas Kobe ikut?" tanya Choi.
"Ya... aku ingin meminta akses kunci rahasia penting di perusahaan,'' jawab Sascha.
"Kenapa kamu meminta itu?" tanya Dewa.
"Selama ini kamu enggak tahu kalau setiap perusahaan di Nakata's Groups International ini memiliki sistem khusus? Jika para hacker mengetahui sistem itu bisa dipastikan perusahaan berada di ujung tanduk. Yang memegang kunci rahasia itu hanya Mas Kobe,'' ujar Sascha.
Mata mereka membola sempurna. Bisa-bisanya mereka baru mengetahui kalau seluruh perusahaan yang di bawah naungan Nakata's Groups memiliki sistem khusus dan rahasia. Selama seluruh CEO tidak tahu. Bukannya tidak tahu mereka tidak bertanya secara mendetail. Hanya beberapa orang yang tahu soal ini.
"Kalau Hugo menyerang sistem keamanan di atas itu sangat aman. Jika menyerang ke bawah aku tidak bisa tinggal diam. Kita akan perang lagi untuk membabat habis semuanya. Aku akan menghubungi Kak Leo ke sini. Sekarang kita cek sistem itu terlebih dahulu. Kemudian siapa yang membuat surat itu? Apakah papa atau orang lain? Terus kita cek lagi bagian sistem rahasia. Kita bisa menemukan ke mana semua uang itu mengalir? Ini poin utama,'' jelas Sascha.
"Lha... kok kamu yang membuat rencana seperti itu sih? Kamu enggak menyuruh aku terjun?" tanya Dewa yang takjub dengan Sascha.
"Ya... Itu memang rencana Mas Kobe. Ah... Jadi rindu dengan Mas Kobe," ucap Sascha. "Masa kakak lupa? Bagaimana kakak lupa rencana itu?"
Dewa mengagumi sosok sang calon istrinya. Sascha begitu cerdas dan menyimpan beberapa rencana yang akan dilakukan setelah ini. Waktu mereka hanya empat hari mulai dari malam ini. Jika mereka meleset bisa jadi DT Inc bisa menjadi butiran debu.
Mereka memutuskan untuk keluar dari perusahaan untuk sementara waktu. Mereka sedang mencari laptop yang memiliki spek tinggi dan canggih. Dewa sudah paham yang akan dilakukan oleh Sascha. Bahkan Dewa mendukung Sascha untuk menjadi hacker.
POV 1.
Aku memang anak keuangan di perusahaan D'Stars Inc. Selain itu juga aku adalah seorang hacker. Aku mendapatkan ilmu itu dari Kak Leo. Dahulu sebelum bekerja di perusahaan, aku sengaja meminta Kak Leo untuk mengajariku belajar koding. Kak Leo akhirnya mengajariku dengan cepat. Walaupun cepat, otak dan kemampuan aku bisa menampung semua. Disisi lain aku juga memang sangat tertarik pada teknologi.
Setelah menguasai koding, aku mulai berkenalan dengan beberapa pria yang kuliah di tempat kuliahku. Aku tidak sengaja melihat mereka menghacker sistem keamanan perusahaan. Aku pikir mereka adalah penjahat. Namun mereka sengaja dimintai tolong untuk mengetes sistem keamanan perusahaan. Setelah misi sukses mereka mendapatkan reward atau juga uang. Aku mulai tertarik belajar hacker. Aku sengaja meminta mereka membagi ilmunya.
Mereka akhirnya setuju untuk mengajariku. Tidak sampai enam bulan aku paham dengan dunia hacker. Mereka mulai menyumpah aku untuk tidak menjadi hacker jahat. Mereka menyuruhku untuk menjadi hacker baik. Setelah mendapat sumpah itu aku tidak akan melakukan kejahatan. Kemungkinan aku bisa membantu perusahaan sedang menanam sistem keamanan jaringan.
Beberapa tahun kemudian aku bekerja di D'Stars Inc untuk menjadi staf keuangan. Sebelum Kak Dewa masuk ke dalam perusahaan, Mas Kobe yang menjadi CEO. Aku mulai belajar sistem keuangan digital. Pada awalnya sih aku hanya mencoba sistem keamanan. Tapi D'Stars Inc memiliki sistem yang lemah. Aku langsung menemui Mas Kobe untuk menceritakan semua. Mas Kobe kaget dan memandangku. Aku hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Namun Mas Kobe tersenyum dan mengajakku mengobrol. Mas Kobe memintaku untuk menceritakan di mana saja yang bisa diserang. Aku hanya memberikan beberapa poin agar segera diperbaiki. Mas Kobe pun setuju lalu melemparkan poin itu ke anak IT. Aku meminta Mas Kobe tidak cerita kepada siapapun. Jujur saja aku tidak ingin kemaruk soal pekerjaan. Aku akan menjadi staf keuangan yang akan aku pegang.
__ADS_1