
"Yang dikatakan oleh Dewa itu benar. Akhirnya hidup kamu menjadi plot twist. Kamu membentaknya dia nggak marah sama sekali. Malahan dia tersenyum bisa melihat kamu," jawab Kobe.
"Lalu kenapa kalian membohongi mereka semuanya? Jika dapat tidak bersalah Kenapa harus dikaitkan dengan nenek sihir itu?" tanya Sascha.
"Aku memang sengaja melakukannya. Agar mereka memecahkan diri masing-masing. Kamu tahu kan kalau mama dan papa sudah turun ke dunia bawah tanah? Mereka menyuruhku untuk stop dan jangan lakukan itu. Jiwa movie Aku sedang berkobar Dengan semangatnya. Jadi aku tidak bisa menghalaunya. Kalau mereka menghalau. Jiwaku akan sangat marah dan bisa membunuh orang seenaknya. Makanya itu aku nggak mau melakukannya sama sekali,' jelas Dewa.
"Jiwa yang dimiliki Dewa sama dengan yang dimiliki kakek. Semenjak kelahiran Dewa, kakek sudah memintanya untuk menjadi penerus utama di clan Nakata. Bahkan dirinya sekarang sudah ditakdirkan untuk menjadi penerus utamanya itu. Jadi Dewa bisa menyuruh gangster milik kakek melakukan apapun yang dia suka. Makanya jauh-jauh hari kami sudah mengobrol tentang semua ini. Aku pun menurutinya. Orang yang ditangkap oleh Bima itu bukan orang yang menabrak. Melainkan orang lain. Orang itu tadi yang menabrak sekarang berada di Ontario," sambung Kobe. "Terus suster yang kamu bunuh itu masih hidup. Suster itu sengaja aku pulangkan ke Tokyo besok. Suster itu akan menjalani pendidikannya sebagai dokter di Tokyo sana."
"Benar-benar deh ini orang. Sudah membuat aku takut sama sekali. Kenapa juga nggak cerita dari dulu?" tanya Sascha yang kesal terhadap mereka berdua.
"Masalahnya bukan itu. Kalau kamu tahu sebelumnya. Kamu nggak bisa menangis tersedu-sedu seperti tadi. Kamu akan memasang wajahmu dan berpura-pura menangis. Ian bersama Bima bisa membaca mimik wajah kamu. Jadinya aku sengaja menyembunyikan untukmu," jawab Dewa. "Kamu menangis seperti itu orang-orang percaya. Obat yang diberikan juga itu hanya vitamin saja. Bukan obat bius. Jadinya aku bisa mendengar kamu menangis dan mereka berbicara."
__ADS_1
"Para suster lainnya sudah berubah menjadi seorang pengawal. Jadi kamu nggak usah khawatir tentang masalah tadi. Mari kita berperang dengan nenek sihir dan berani-beraninya," seru Kobe.
Mereka berdua memang sengaja mengerjai Sascha. Tapi ini bukan kejahilan yang sering dilakukannya. Ingin menangis atau tertawa, Sascha bingung harus melakukannya.
"Itu ponsel sudah diberikan alat untuk melacak keberadaan kalian semuanya. Nanti akan ada master We memantau kalian. Beliau adalah seorang ahli teknologi senior di dunia bawah tanah. Beliau juga yang menangani sistem keamanan pusat. Kamu bisa belajar dari dia untuk menambah ilmu," ucap Kobe.
"Kalau begitu terima kasih ya. Aku sangat sayang kalian. Tapi aku mencintai Dewa," sahut Sascha.
Dewa menyuruh sang istri dan Kobe untuk bersiap-siap. Hingga akhirnya Kobe mengajaknya ke suatu tempat yaitu berada di bawah ruangan ini.
Mereka membawa Sascha ke garasi mobil. Di sana terlihat jelas mobil mewah yang sedang terparkir indah. Sascha hanya bisa menghembuskan nafasnya lalu menutup matanya.
__ADS_1
"Bisakah aku memiliki satu mobil itu?" tanya Sascha.
"Ambil saja mana yang kamu suka. Ambil dua atau tiga nanti kamu bisa pakai untuk bergantian. Mobil di sini memang sengaja diberikan kepada seseorang yang penting dalam hidupnya," jawab Dewa.
Yang terpenting itu apa maksudnya? Inilah yang menjadi pertanyaan buat Sascha. Sascha bingung dan tidak tahu harus apa yang dilakukan.
Kobe menjelaskan apa yang telah terjadi saat ini. Ternyata yang terpenting itu adalah Sascha sudah mendapatkan tempat di hati kakek Aoyama. Ia bisa mengambil beberapa mobil di sana. Namun Sascha segera menolaknya dan mengambil satu saja.
Malam itu juga mereka melancarkan aksi operasi diam-diam nya itu. Mereka bertiga sengaja membawa satu mobil yang isinya besar. Di sana Kobe menjadi seorang supir. Sedangkan Dewa dan Sascha sibuk dengan pekerjaan yang masing-masing.
"Apakah kalian tidak melibatkan Bang Timothy?" tanya Sascha.
__ADS_1