Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEJAHILAN BRYAN.


__ADS_3

"Aku belum tidur sama sekali," jawab Bryan.


"Syukurlah. Bisa enggak papa meminta tolong sama kamu?" tanya Devan.


"Hmmmp... apa itu?" tanya Bryan balik.


"Begini papa menyuruh dokter Ivan kesini. Papa mau tes DNA darahnya Tommy dan juga darahnya mamanya Tommy," jawab Devan sengaja berbicara blak-blakan.


"Tommy kan anaknya mama?" tanya Bryan.


"Aku memiliki firasat kalau Tommy bukan anaknya Meilin," jawab Devan.


"Lalu?" tanya Bryan.


"Sebelum kesini dia memberitahukan kalau Hanson sang kakaknya Tommy itu bukanlah anak dari Meilin," jawab Devan.


Sontak saja Bryan sangta terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa dengan pernyataan Devan yang menyebutkan Hanson sang kakak dari Tommy bukanlah anak dari Meilin? Bryan memutuskan untuk menutup laptopnya lalu meneruskan pembicaraan itu bersama Devan.


"Awal mula Hanson itu datang ingin periksa kesehatan. Dia mulai bercerita tentang kehidupannya yang sangat hampa.Mulai dari pernikahannya sudah gagal sebanyak tiga kali. Padahal dia sendiri adalah pria sangat menjunjung wanita dan menghormatinya. Lalu Ivan bertanya, kenapa? Karena ibuku seorang ditaktor. Setiap pernikahanku selalu saja turut ikut campur. Ivan bertanya lagi siapa nama ibumu? Kata Hanson itu namanya Meilin. Ivan sejenak terdiam dan ingat sama aku. Karena kasus si nenek sihir si Ivan tahu. Diam-diam Ivan bertanya, apakah aku boleh tes DNA untuk membuktikan aku anaknya? Ivan yang merasa kasihan langsung mengatakan boleh. Saat itu juga dia melakukan tes DNA," jelas Devan.


"Lalu apakah hasilnya dia adalah anaknya Meilin?" tanya Bryan.


"Setelah hasil tes keluar, mereka tidak memiliki kemiripan gen. Jadinya Ivan bisa memastikan kalau Hanson itu adalah bukan anak Meilin," jawab Devan.


"Amazing sekali," puji Bryan yang sengaja.

__ADS_1


"Sekarang dirinya berada di Surabaya. Aku memang menyuruhnya kesini. Bolehkah aku meminta kamu untuk mengambil sampel darah milik Tommy?" tanya Devan yang meminta tolong kepada Bryan.


"Oke... aku akan mencobanya," jawab Bryan yang tidak yakin dengan jawabannya.


Devan mengambilkan satu suntikan kosong lalu memberikannya ke Bryan. Ia berharap bisa mendapatkan darah dari Tommy. Sebab ia tidak ingin membuat waktunya untuk mendapatkan darah tersebut.


Bryan menerima alat suntikan itu lalu pergi meninggalkan Devan. Ia segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar.


Sementara itu Devan berharap, kalau Tommy berhasil mendapatkan darah dari Bryan. Ia yakin kalau Tommy itu bukan anaknya meilin. Karena sifat yang dimiliki oleh Tommy jauh berbeda.Tommy memiliki sifat baik dan cenderung ke welas asih. Sedangkan Meilin sendiri memiliki sifat jahat.


Beberapa saat kemudian Bryan keluar dari rumah itu. Ia tersenyum dan memberikan suntikan tersebut ke arah Devan.


Devan yang mendapatkan suntikan itu terkejut. Karena Bryan mendapatkan darah Tommy dengan sangat cepat.


"Bagaiman caranya kamu mendapatkan darah itu?" tanya Devan.


"Kalau begitu antar papa ke Surabaya. Papa tidak hapal sama jalan menuju ke Surabaya,' ajak Devan.


"Iya pa," sahut Bryan yang sengaja ingin ikut.


Mereka akhirnya pergi ke Surabaya. Jujur Bryan memang sangat penasaran sekali dalam waktu beberapa hari terakhir ini. Sebab Bryan sendiri memang merasakan ada sesuatu berbeda, saat Tommy bersama keluarganya.


Flashback Off.


"Lu mengambil darah gue tanpa bilang-bilang ya?" tanya Tommy yang menatap wajah Bryan.

__ADS_1


"Hehehe... terpaksa aku melakukannya," jawab Bryan tersenyum simpul.


"Waduh ... kalau begini kamu bisa mendapatkan pasal pencurian," ejek Tommy yang membuat semuanya tertawa.


"Lalu bagaimana jadinya?" tanya Dewa.


"Setelah tes DNA, fix Tommy dinyatakan bukan anak Meilin," jawab Bryan.


"Berarti kasus ini sangat mirip sekali sama aku?" tanya Sascha.


"Iya," jawab Dewa.


"Masalahnya, apakah motifnya sama dengan Sascha?" tanya Dewa.


"Masih misteri. Mata-matanya Papa Devan masih mencari informasi yang terkait dengan kasus ini," jawab Bryan.


"Oh... ya ada lagi. Cewek yang dijadikan untuk calon istri kamu memiliki ambisi yang cukup kuat. Kamu harus tahu cewek itu," ucap Dewa yang menatap tajam ke arah Tommy.


"Maksudnya?" tanya Tommy yang mengerutkan keningnya.


"Cewek itu sengaja mencari kamu untuk mempertanggung jawabkan kehamilannya," jawab Dewa.


"Apa maksud kamu? Aku sendiri enggak tahu," tanya Tommy.


"Sini aku jelaskan. Si cewek itu hamil dari teman kampusnya. Lalu dia tidak ingin si cowok itu bertanggung jawab. Malahan dia yang meminta tanggung jawab sama kamu. Dia mengejar kamu hingga ke Jakarta. Setelah mendapatkan kamu, cewek itu akan bersorak kegirangan. Jika kamu enggak mau nikah. Si cewek itu akan memakai cara agar kamu mau menikah dengannya," jelas Bima yang sengaja mengetahui kasusnya itu.

__ADS_1


"Amazing sekali hidupku ini. Aku enggak menanam hasil kenakalan ke dalam perutnya. Kok aku malah dituduh menghamilinya," ucap Tommy yang sebenarnya sangat marah sekali dengan perempuan itu. "Lalu apa yang harus aku lakukan?"


__ADS_2