
“Tidak
semudah itu. Aku sudah mengetahui sifat asli Anette. Yang dimana sifat aslinya
membuat semua orang geleng-gekeng kepala,” jawab Kakek Aoyama. “Diam-diam si
Anette akan mengatakan ke seluruh dunia kalau aku adalah miliknya. Tapi aku
tidak akan membiarkan Anette mengkliamnya dengan mudah.”
Tiba-tiba
saja Taro teringat akan kejadian di masa silam. Yang dimana kejadian di masa
itu hanya bisa membuat Taro geleng-geleng kepala. Bahkan kalau diingat mereka
Taro hanya bisa mengusap wajahnya berkali-kali. Gara-gara Anette bilang kepada
dunia, kalau dirinya adalah miliknya. Harga saham Nakata turun drastis. Sebab
setelah kematian sang istri, Kakek Aoyama tidak ingin menikah lagi. Ini cukup
sulit baginya.
“Ya...
saya masih mengingat atas kejadian di masa lalu. Ketika Anette mengklaim kakek
sebagai calon suaminya. Harga saham Nakata Groups hancur berantakan,” ucap
Taro.
“Itu
penyebabnya aku tidak bisa memaafkan. Jika dia ingin menyenggolku seperti itu.
Maka harus secara pribadi,” jelas Kakek Aoyama yang masih tidak terima dengan
dendam masa lalunya.
Taro
hanya menganggukan kepalanya saja. Memang benar masalah ini harus diselesaikan
dengan rapi tanpa meninggalkan jejak apapun. Disisi lain, Anette sudah berani merusak
harga saham anjlok dengan drastis.
Ontario
Kanada.
__ADS_1
Dewa,
Sascha, Kobe dan Timothy hanya sedang melihat Daniel menaklukan para musuh.
Hnaya butuh beberapa pengawal saja mereka langsung pingsan dan tidak bergerak
sama sekali.
“Mereka
diapain itu?” tanya Sascha.
“Hanya
sentuhan saja, mereka bisa pingsan. Kami sering memakai teknik ini demi
menaklukan musuh dengan cepat,” jawab Kobe yang melihat Daniel berhasil
menaklukan mereka.
“Apakah
para pengawal juga bisa memiliki ilmu seperti itu?” tanya Sascha.
“Ya...
pastinya. Mereka memang memiliki ilmu seperti itu,” jawab Dewa. “Mereka tidak
“Sepertinya
aku harus mempelajarinya,” celetuk Sascha.
"Ya...
kamu memang bisa mempelajarinya. Nanti aku akan memberikan caranya itu,” ujar
Dewa sambil tersenyum manis.
Tak
selang beberapa lama, Kobe mendapatkan pesan kalau tempat sudah disetrilkan.
Kobe mmeberikan ponsel itu ke arah Dewa. Dewa hanya bisa mengerutkan keningnya
dan meraih ponsel itu, “Kenapa kamu memberikan ponsel itu kepada aku? Bukankah
kamu sendiri yang memimpin penangkapan Jackie dan Anette?”
“Kamu
yang disuruh kakek yang memimpin operasi penangkapan ini,” jawab Kobe. “Dan aku
__ADS_1
adalah bawahan kamu.”
“Terserah
dech apa katamu,” ucap Dewa dengan malas.
Dewa
memutuskan untuk memberikan kode agar mereka bersiap-siap. Sascha yang asyik
dengan ponselnya itu semakin bersemangat untuk bertemu dengan Anette. Ia akan
memberikan sebuah perhitungan karena telah membuat perusahaannya hancur.
“Untuk
Anette Luiz, aku tidak akan memaafkan kamu. Dendam aku yang sedari dulu akan
selesai hari ini. Aku tidak akan membiarkan kamu bersenang-senang di atas
penderitaan orang lain!” geram Sascha dalam hati.
Dewa
hanya menganggukan kepalanya. Ia tahu apa yang dikatakan oleh Sascha dalam
hati. Bahkan dirinya sendiri sudah dendam ketika mengetahui identitas Sascha.
“Ayolah...
kita akan mengejarnya. Sudah cukup masalah ini dibiarkan terlalu lama. Bahkan
teman-temanku sendiri malah menjadi korban,” seru Dewa yang membuat mereka
saling menguatkan untuk menuntaskan masalah ini.
Mereka
berjaan bersama dengan diiringi banyak pengawal, Mereka sengaja melakukannya
agar menyerangnuya secara besar-besaran.
Mereka
mulai memasuki wilayah merah dan memegang senjata masing-masing kecuali Sascha.
Sascha memang tidak bisa lepas dari ponselnya itu. Hal ini dikarenakan Sascha
sedang melihat denah ruangan besar itu.
“Gedung
__ADS_1
sialan!” geram Sascha.