Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEPUTUSAN TERAKHIR.


__ADS_3

“Tidak


semudah itu. Aku sudah mengetahui sifat asli Anette. Yang dimana sifat aslinya


membuat semua orang geleng-gekeng kepala,” jawab Kakek Aoyama. “Diam-diam si


Anette akan mengatakan ke seluruh dunia kalau aku adalah miliknya. Tapi aku


tidak akan membiarkan Anette mengkliamnya dengan mudah.”


Tiba-tiba


saja Taro teringat akan kejadian di masa silam. Yang dimana kejadian di masa


itu hanya bisa membuat Taro geleng-geleng kepala. Bahkan kalau diingat mereka


Taro hanya bisa mengusap wajahnya berkali-kali. Gara-gara Anette bilang kepada


dunia, kalau dirinya adalah miliknya. Harga saham Nakata turun drastis. Sebab


setelah kematian sang istri, Kakek Aoyama tidak ingin menikah lagi. Ini cukup


sulit baginya.


“Ya...


saya masih mengingat atas kejadian di masa lalu. Ketika Anette mengklaim kakek


sebagai calon suaminya. Harga saham Nakata Groups hancur berantakan,” ucap


Taro.


“Itu


penyebabnya aku tidak bisa memaafkan. Jika dia ingin menyenggolku seperti itu.


Maka harus secara pribadi,” jelas Kakek Aoyama yang masih tidak terima dengan


dendam masa lalunya.


Taro


hanya menganggukan kepalanya saja. Memang benar masalah ini harus diselesaikan


dengan rapi tanpa meninggalkan jejak apapun. Disisi lain, Anette sudah berani merusak


harga saham anjlok dengan drastis.


Ontario


Kanada.

__ADS_1


Dewa,


Sascha, Kobe dan Timothy hanya sedang melihat Daniel menaklukan para musuh.


Hnaya butuh beberapa pengawal saja mereka langsung pingsan dan tidak bergerak


sama sekali.


“Mereka


diapain itu?” tanya Sascha.


“Hanya


sentuhan saja, mereka bisa pingsan. Kami sering memakai teknik ini demi


menaklukan musuh dengan cepat,” jawab Kobe yang melihat Daniel berhasil


menaklukan mereka.


“Apakah


para pengawal juga bisa memiliki ilmu seperti itu?” tanya Sascha.


“Ya...


pastinya. Mereka memang memiliki ilmu seperti itu,” jawab Dewa. “Mereka tidak


“Sepertinya


aku harus mempelajarinya,” celetuk Sascha.


"Ya...


kamu memang bisa mempelajarinya. Nanti aku akan memberikan caranya itu,” ujar


Dewa sambil tersenyum manis.


Tak


selang beberapa lama, Kobe mendapatkan pesan kalau tempat sudah disetrilkan.


Kobe mmeberikan ponsel itu ke arah Dewa. Dewa hanya bisa mengerutkan keningnya


dan meraih ponsel itu, “Kenapa kamu memberikan ponsel itu kepada aku? Bukankah


kamu sendiri yang memimpin penangkapan Jackie dan Anette?”


“Kamu


yang disuruh kakek yang memimpin operasi penangkapan ini,” jawab Kobe. “Dan aku

__ADS_1


adalah bawahan kamu.”


“Terserah


dech apa katamu,” ucap Dewa dengan malas.


Dewa


memutuskan untuk memberikan kode agar mereka bersiap-siap. Sascha yang asyik


dengan ponselnya itu semakin bersemangat untuk bertemu dengan Anette. Ia akan


memberikan sebuah perhitungan karena telah membuat perusahaannya hancur.


“Untuk


Anette Luiz, aku tidak akan memaafkan kamu. Dendam aku yang sedari dulu akan


selesai hari ini. Aku tidak akan membiarkan kamu bersenang-senang di atas


penderitaan orang lain!” geram Sascha dalam hati.


Dewa


hanya menganggukan kepalanya. Ia tahu apa yang dikatakan oleh Sascha dalam


hati. Bahkan dirinya sendiri sudah dendam ketika mengetahui identitas Sascha.


“Ayolah...


kita akan mengejarnya. Sudah cukup masalah ini dibiarkan terlalu lama. Bahkan


teman-temanku sendiri malah menjadi korban,” seru Dewa yang membuat mereka


saling menguatkan untuk menuntaskan masalah ini.


Mereka


berjaan bersama dengan diiringi banyak pengawal, Mereka sengaja melakukannya


agar menyerangnuya secara besar-besaran.


Mereka


mulai memasuki wilayah merah dan memegang senjata masing-masing kecuali Sascha.


Sascha memang tidak bisa lepas dari ponselnya itu. Hal ini dikarenakan Sascha


sedang melihat denah ruangan besar itu.


“Gedung

__ADS_1


sialan!” geram Sascha.


__ADS_2