Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PERTEMUAN YANG MENYENANGKAN.


__ADS_3

"Ah... tidak... aku tidak memakai title mafia. Aku tidak menjadi ingin menjadi pria kejam," jelas Dewa sambil memegang Sascha sambil memeluknya. "Aku sangat mencintaimu."


"Aku juga," jawab Sascha sambil memegang tangan Dewa.


"Ayo kita kembali ke kedai. Aku rasa tidak akan bisa memakan mie ramen yang sangat pedas itu," ucap Dewa.


"Nanti aku akan meminta yang punya memberikan mie ramen tanpa cabe," ujar Sascha sambil melepaskan Dewa.


"Lalu rasanya bagaimana?" tanya Dewa.


"Sepertinya kamu harus merasakan mie ramen tanpa cabe," celetuk Sascha yang menarik tangan Dewa sambil menuju ke kedai.


"Aku bingung merasakan mie ramen tanpa cabai bagaimana?" tanya Dewa yang tidak suka memakan mie.


"Entahlah," jawab Sascha yang berhenti di depan kedai itu.


"Ayo kita coba. Aku menjadi penasaran sekali," ucap Dewa dengan semangat.


"Ayo masuk," ajak Sascha.


Sepasang suami istri itupun akhirnya masuk dan melihat Kobe dan Ayako yang sedang menonton TV. Sascha segera mendekati Ayako dan menyapanya, "Kak."


Ayako langsung menoleh dan melihat Sascha sambil melemparkan senyum simpulnya. Ia bergeser dan menepuk-nepuk sofa di sampingnya, "Duduklah disini."


Lalu Sascha akhirnya duduk di samping Ayako dan melihat televisi, "Apa kabar kak?"


"Aku baik-baik saja," jawab Ayako. "Maafkan aku yang tidak bisa datang ke acara pernikahan kamu."


"Aku juga tidak bisa pas waktu itu. Aku harus opname di rumah sakit karena sakit kepala," ucap Sascha yang menyesal.


"Tidak apa-apa. Kak Kobe sudah cerita keadaan kamu bagaimana. Aku sangat terkejut sekali. Karena tiba-tiba saja saat itu kamu sehat-sehat saja,"


"Itulah kak. Efek dari masa lalu. Gara-gara sakit kepala, aku mengingat semuanya tentang Tuan Gerre.''


"Tuan Gerre?"


"Iya. Tuan Gerre... Orang yang aku kagumi di dunia bisnis. Yang dimana aku mulai belajar bisnis dan kiat-kiatnya untuk membangun perusahaan D'Stars Inc."


"Tuan Gerre orangnya sangat dingin sekali. Nggak banyak orang yang mengetahui kehidupan keluarganya. Aku sendiri juga tidak tahu soal itu. Yang aku tahu Tuan Gerre menikah dengan seorang model dan aktris yang bernama Chloe. Aku sangat mengagumi kepiawaiannya saat berakting."

__ADS_1


"Dia salah mamaku. AKu sangat mencintainya. begitu juga dengan Tuan Gerre. Meskipun orangnya dingin tapi aku sangat mencintainya. Aku sangat merindukannya."


"Ya... kamu beruntung sekali memiliki orang tua yang sangat baik sekali. Ditambah lagi kamu adalah seorang putri dari bangsawan. Dan aku sangat berterima kasih kedai kecil kami sering dikunjungi olehmu."


"Ah... jangan begitu. Aku memang suka makan disini. Setiap aku ke Jepang selalu kesini. Masakan bibi sangat enak sekali. Rasanya aku tidak ingin kembali ke Jakarta."


Tak lama kemudian datang seorang wanita paruh baya mendekati mereka. Wanita itu membungkukkan badannya sambil menyapa Sascha, "Nona besar."


Mata Sascha membulat sempurna lalu cepat-cepat berdiri. Sascha tidak enak hati dan mendekatinya sambil memegang wanita paruh baya itu.


"Bibi," panggil Sascha. "Bibi enggak boleh begitu. Aku bukan nona besar."


"Kamu adalah nona besar dari keluarga Atmaja," ucap wanita itu yang berdiri tegak.


"Suatu kehormatan besar bagi kami. Jika kamu kedatangan orang penting kesini. Seperti Anda nona besar," puji wanita itu.


"Jangan begitu bi. Aku merasa tidak enak sama bibi. Bibi Kaori sehatkah?" tanya Sascha yang penuh perhatian kepada pemilik toko itu.


"Sehat selalu. Berkat bantuan kamu bibi bisa bergerak lagi," jawab Bibi Kaori nama wanita itu.


"Syukurlah bi," ucap Sascha yang penuh dengan syukur. "Bagaimana kabar paman Ken?"


"Bagus bi. Sascha dukung," ucap Sascha dengan penuh kebahagiaan.


"Mau makan dimana?" tanya Bibi Kaori.


'Mau makan disini saja. Seperti biasanya bi," jawab Sascha. "Tapi Bi?"


"Tapi apa?" tanya Bibi Kaori.


"Aku bisa memesan Mie ramen yang tidak pedas?" tanya Sascha balik.


"kenapa kamu memesan mie ramen yang tidak pedas?" tanya Bibi Kaori yang bingung.


"Itu bukan buatku. Aku sengaja memesan mie ramen buat suamiku yang tidak suka pedas," jawab Sascha dengan jujur.


"Kalau begitu baiklah. Bibi akan membuatkannya spesial buat kamu," ucap Bibi Kaori yang tersenyum manis. "Memangnya siapa suami kamu?"


"Itu Kak Dewa yang sedang duduk di samping sama Kak Kobe," jawab Sascha yang menunjuk Dewa.

__ADS_1


Bibi Kaori sangat terkejut sekali mendengar pernyataan dari Sascha. Matanya tertuju ke arah Dewa dan menggelengkan kepalanya. Ia menatap Sascha sambil bertanya, "Apa benar kamu menikah dengan Pangeran Nakata yang memiliki perusahaan Nakata's Groups?" tanya Bibi Kaori yang tersenyum manis.


"Iya bi. Pria itu adalah suamiku," jawab Sascha dengan jujur.


"Rasanya aku ingin pingsan saja," sahut bibi Kaori yang membuat Sascha ingin tertawa.


"Jangan bi. Nanti kalau bibi pingsan yang masakin mie ramen siapa?" tanya Sascha yang tersenyum ramah.


"Masuklah ke dapur. Masaklah sendiri di sana," jawab Bibi Kaori.


"Aish... bibi ini. Ada-ada saja. bagaimana aku akan membuat mie ramen memakai toping yang bisa memenuhi mangkuk nanti?" tanya Sascha.


"Tidak apa-apa. Ambilah sesukamu," jawab Bibi Kaori yang tersenyum ramah.


"Bibi saja yang membuat mie ramen yang spesial. Yang satu pedas. yang satu tidak pedas," pinta Sascha.


"Minumnya apa?" tanya Bibi Kaori.


"Teh Sakura panas dan teh hijau panas. Sudah itu saja. Aku tidak bisa menikmati minuman dingin. Karena di luar suhui sangat dingin," jawab Sascha.


"Baiklah kalau begitu. Bibi yang akan membuat pesanannya dahulu ya," balas Bibi Kaori.


"Baik bi," ucap Sascha.


Kemudian Bibi Kaori masuk ke dalam dan membuatkan pesanan milik Sascha. Dengan senyum yang merekah, Bibi Kaori mendoakan Sascha dengan penuh bahagia.


'Rasanya anak itu sangat beruntung sekali. Memang anak itu sangat baik sekali. terberkati lah hidup kamu nak. Kamu sudah sering menolong keluarga ini," ucap Bibi Kaori dalam hati yang tersenyum bahagia sambil mendoakan Sascha.


Sementara itu Dewa menatap wajah Sascha yang bingung. Lalu Dewa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia menatap wajah Kobe sambil bertanya-tanya.


Kobe yang tahu kalau Sascha sangat akrab langsung bercerita. Sascha sering sekali membantu sang mertua ketika sedang mengalami kesulitan. Lalu Dewa pun paham apa yang telah terjadi selama ini. Hingga ia memuji kehebatan Sascha.


"Aku sangat terima kasih kepada Sascha yang sudah membantu keluarga besar kami," ucap Ayako. "Jika tidak ada Sascha... kemungkinan besar kedai ini ditutup sama kelompok gang mafia. Mereka sering sekali meminta uang," jelas Ayako yang tidak enak hati kepada Dewa.


"Jadi selama ini?" tanya Dewa.


"Maafkan aku yang telah menghajar ketua mafia hingga babak belur," ucap Sascha yang takut dengan Dewa sambil menunduk.


"Yang dikatakan oleh Sascha benar. Dulu memang disini ada pertempuran Sascha dengan gang mafia yang cukup berandalan. Mereka langsung mengobrak-abrik tempat ini. Hingga Sascha yang sedang makan langsung menghajarnya habis-habisan," jelas Kobe yang mengingat peristiwa lalu.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah gila melawan mereka semuanya dengan memakai tangan kosong?' tanya Dewa.


__ADS_2