Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ULAH NENEK SIHIR.


__ADS_3

"Aku sudah selesai. Untung aku bisa melakukan ini semuanya dengan teknik ninja," jawab Sascha yang tidak mengeluh dengan keadaannya.


"Ya sudah kalau begitu. Ayo turun," ajak Dewa yang membawa koper miliknya.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan kamar utama. Mereka menuruni lift dan melihat banyak pengawal yang menunggunya keluar. Ia menggandeng tangan Sascha untuk melewati mereka. Dengan aura tegasnya, Dewa bisa dikatakan sebagai pemimpin mafia yang sangat disukai oleh para pengawalnya. Bahkan Dewa sendiri membiarkan auranya itu keluar entah kemana-mana.


"Apakah aku harus meninggalkan tempat ini?" tanya Sascha.


"Apakah kamu sangat menyukai tempat ini?" tanya Dewa balik.


"Ya... aku sangat menyukainya. Karena tempat ini aku memiliki tempat tersendiri di dalam hati," jawab Sascha.


"Baiklah. Kamu boleh kesini. Tapi aku jarang kesini. Soalnya ini bukan tempatku. Ini adalah tempatnya Ian dan juga Timothy," ucap Dewa yang memberitahukan sebuah fakta dimana tempat itu adalah kekuasaan Bima dan Timothy.


"Apakah itu benar?" tanya Sascha.


"Memang benar apa yang aku katakan," jawab Dewa.


"Baiklah. Aku kesini bersama kamu. Jika kamu sedang melakukan pemeriksaan," ucap Sascha.


Dewa menganggukan kepalanya. Tangannya sangat erat sekali ketika menaiki tangga bersama Sascha.Seluruh pengawalnya baru sadar kalau Dewa sudah memiliki seorang pasangan. Mereka bersama-sama mendoakan Dewa. Agar hubungan mereka sangat awet.


Di dalam pesawat, Dewa bersama Sascha duduk terpisah. Dewa sengaja melepaskan Sascha dan menyuruhnya duduk bersama para mama.


Jujur ketika dirinya pergi meninggalkan Shanghai, Sascha terlalu berat juga. Karena dirinya sendiri sedang jatuh cinta sama keadaan sekitarnya. Namun dirinya semakin bersemangat untuk menikmati perjalanan. Sascha sudah mefrasakan amarah yang akan meledak. Amarah Sascha seperti bom waktu. Ia memiliki rencana sendiri dan ingin menghancurkan orang-orang sudah menghancurkan keluarganya.


Ting.

__ADS_1


Sebuah email masuk ke dalam. Ia melihat laporan dari Leo. Matanya membulat sempurna karena membaca isi laporan itu.


"Kamu kenapa?" tanya Chloe sambil menatap wajah Sascha.


"Gawat ma. Perusahaan sedang berada di atas langit. Lalu ada yang memeganginya. Cepat atau lambat si nenek sihir itu memerintahkan kepada orang tersebut menghancurkan perusahaan," jawab Sascha.


"Jahat sekali ya?" tanya Tara.


"Si nenek sihir itu ma. Memang orangnya sudah melekat dengan kejahatan," jawab Sascha.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Chloe.


"Tenang saja. Aku sudah memiliki banyak rencana. Aku akan bekerja sendirian tanpa bantuan siapapun. Aku malas dengan para pria. Yang dimana mereka selalu melarangku. Aku sangat geram sekali dengan namanya taun Gerre!" tegas Sascha.


Kedua wanita itu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Memang benar apa yang dikatakan oleh Gerre. Gerre melarang Sascha untuk melakukan hal gila.


"Dia papamu," ucap Chloe.


"Terus bagaimana dengan Dewa?" tanya Tara.


"Ah... biarkan saja. Tuan Dewa memang mudah ditaklukan. Dia diberikan waktu yang sangat berkualitas. Jadinya beliau sangat menikmatinya dan melupakan rencananya," jelas Sascha.


"Lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Chloe.


"Aku sengaja membuat mereka berada di dalam genggamanku. Mereka akan berkhianat dengan Tuan Dewa untuk sementara waktu," jawab Sascha.


Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju. Akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung dengan Sascha. Namun Sascha sendiri akan memimpin operasi untuk melancarkan serangan.

__ADS_1


"Sepertinya kamu harus berhati-hati," ucap Chloe dengan memberikan semangat.


"Ya... aku harus berhati-hati. Aku ingin sekali bergerak dengan bebas setelah sampai di New York," jelas Sascha.


"Mama akan berikan akses untuk mendukung kamu," ujar Tara.


"Baiklah. Terima kasih," ucap Sascha sambil tersenyum manis.


Di dalam perjalanan, mereka memilih untuk diam dan tak banyak berbicara. Mereka sedang larut dalam masalah masing-masing.


Sementara di Amerika, Goerge dan Matias sedang berada di dalam markas Black Swan. Mereka melemparkan beberapa berkas bersamaan. Yang dimana berkas itu adalah kejahatan yang sering dilakukan oleh nenek sihir.


"Ini berkas... apa berkas?" tanya Goerge.


"Alu menemukannya di distrik kepolisian seluruh negara bagian ini," jawab Matias.


"Apakah kamu gila?" tanya Goerge.


"Belum gila," jawab Matias. "Lalu kamu dapat darimana?"


"Aku habis bermain ke dark web. Ternyata si nenek sihir itu sudah memiliki banyak catatan hitam di dunia bawah tanah," jawab Goerge.


"Gila juga ternyata. Dari usia delapan belas tahun sampai delapan puluh dua tahun. Si nenek sihir itu telah membuat banyak kejahatan," ucap Matias.


"Memang kocak dan konyol," kesal Goerge.


"Yang lebih parahnya lagi. Itu nenek sihir sering menculik anak kecil maupun wanita muda. Mereka sengaja dijual dengan harga yang sangat mahal untuk para mafia seluruh dunia," ujar Matias.

__ADS_1


"Bisa dikatakan human trafficking?" tanya Goerge.


"Yupz. Apakah kamu tahu kalau nenek sihir itu berhubungan dengan agen rahasia mata-mata yang berada di Ontario Kanada?" tanya Matias.


__ADS_2