
"Aku enggak marah sama kamu. Setelah ini aku akan menceritakan semuanya kepada anak-anakku dan para cucuku kelak," jelas Sascha.
"Jangan kamu ceritakan semuanya. Ceritakan semuanya yang baik-baik saja. Jujur saja aku sangat malu sekali menceritakan itu," pinta Dewa.
"Itu tidak masalah sayang. Kamu adalah seorang pahlawan buat aku. Aku ingin sekali membanggakan kamu di depan mereka. Aku ingin mereka mengakui sebagai papa yang baik dan sayang kepada mereka," tutur Sascha dengan lembut.
"Apakah itu perlu?" tanya Dewa.
"Itu perlu sekali. Aku ingin melihat anak-anakmu bangga kepadamu. Bukan orang lain," jawab Sascha sembari mengulum senyumnya yang manis.
Dewa sangat bahagia sekali ketika Sascha mengatakan seperti itu. Dewa tahu kalau di mata Sascha, dirinya adalah pria berharga sekali. Ia memegang pipi Sascha sambil tersenyum manis. Ia memandang wajah Sascha lalu mengucapkan. "AKu cinta kamu. Jangan pernah kamu tinggalkan aku sendirian setelah ini. Jika kamu meninggalkan aku.AKu tidak bisa hidup tanpamu."
Sascha memeluk Dewa sambil mengelus punggungnya. Ia juga bahagia dan membuat semua orang bahagia. Setelah itu Dewa mengajak Sascha makan di angkringan.Sungguh ini bagi kehormatan buatnya.
"Mau makan apa?" tanya Dewa.
"Terserah kamu," jawab Sascha.
"Terserah.Ya udah ayo kita makan di restoran," ajak Dewa.
"Lha, kok berubah," protes Sascha.
"Iya... berubah. Soalnya kamu bilang terserah," kesal Dewa.
"Apakah aku salah?" tanya Sascha.
"Iya... kamu salah.Tidak semua pria yang tidak ingin mendapatkan jawaban terserah," sahut Timothy. "Maka pahamilah bos gila kamu itu."
Jederrrrrrr.
__ADS_1
Mereka sangat terkejut dengan suara Timothy. Mereka menatap langsung wajah Timothy yang tersorot dengan lampu. Terlihat jelas wajah Timothy saat ini. Kenapa ada wajah Timothy pada malam begini? Jawabannya adalah entah.
"Kok kamu ada disini?" tanya Dewa.
"Aku memang ada disini. Bahkan kamu memiliki bayi kembar pun aku tahu," jawab timothy.
"Apa?" pekik Dewa yang membuat Sascha kaget setengah mati.
"Apa itu benar?" tanya Sascha yang terkejut dengan pernyataan Timothy.
"Ya... itu benar," jawab Timothy. "Bahkan orang disini tahu kalau kamu memiliki bayi kembar."
Semua orang menoleh dan melihat Sascha. Mereka menganggukan kepalanya. Mereka tersenyum manis sambil mengacungkan jempolnya sebagai tanda selamat.
"Calon ketua Black Tiger baru," seru mereka dengan serempak.
"Duduklah disini. Jangan biarkan suami kamu marah sama kamu hanya karena akta terserah," jelas Timothy yang tiba-tiba saja memperingatkan Sascha.
Sascha dan Dewa memutuskan untuk makan di angkringan. Sebelum mengobrol, Dewa mengajak Sascha memilih makanan terlebih dahulu. Jujur Sascha sangat menyukai makanan seperti ini. bahkan Sascha akan makan banyak untuk malam ini.
Selesai memilih mereka memutuskan untuk makan di hadapan Timothy. Mereka terlebih dahulu makan sebelum bertanya tentang kasus dengan cabang Surabaya.
Di tempat lain, para petinggi cabang Surabaya sedang menikmati pesta pora. Mereka berhasil telah merebut sembilan puluh persen milik cabang Surabaya.
Mereka tertawa terbahak-bahak sambil meminum bir dan juga dikelilingi wanita cantik. Saat mereka tertawa terbahak-bahak, di sudut ruangan ada seorang pria sedang mengamati mereka. Pria itu sengaja merekam melalui alat rekaman seperti bolpoin. Mereka tidak tahu kalau apa yang dilakukannya sedang diintai.
Siapakah dia? Dia adalah Kobe. Yang dimana Kobe sudah mengetahui gerak-gerik mereka sedari dulu. Memang Kobe dan Dewa saling bekerja sama dan membiarkan mereka melakukan pesta pora habis-habisan. Kobe tersenyum lalu segera pergi dari sana. Pria bermata sipit itu pun akhirnya pergi meninggalkan klub malam yang sudah disewa oleh mereka.
"Pemain lama ternyata. Makanya Dewa sengaja membuangnya ke sini. Aku tahu kenapa Dewa membuangnya ke sini? Karena Dewa ingin menjebak mereka satu persatu. Soal uang yang direbut olehnya, tidak akan pernah bisa dipakainya. Yah itulah keponakanku. Mirip sama kakakku Devan," puji Kobe kepada mereka.
__ADS_1
Selesai makan mereka akhirnya bubar. Mereka sengaja bermain-main terlebih dahulu sebelum terjadi penyergapan. Dewa yang melihat Timothy bertanya-tanya, kenapa sang asisten mengikutinya sampai saat ini? Dewa semakin bingung, Dewa sendiri tidak bilang di manakah dirinya akan menginap? Sebab Dewa sendiri ingin membuat sang istri nyaman dari mereka.
"Dari mana kamu tahu kalau aku di sini?" tanya Dewa.
"Karena aku sudah mengetahui di mana kamu menginap. Kalau kamu di Surabaya, Kamu tidak akan menginap di hotel mewah. Kamu lebih memilih mempergunakan apartemen milik Tuan Devan. Makanya aku sengaja stay di sana dan menyewa beberapa hari rumah daerah sini. Bahkan rumah itu cukup menampung para pengawal dan lainnya," jelas Timothy.
"Baguslah. Jadi aku tidak sia-sia menghubungimu untuk kali ini. Bagaimana perkembangannya? Apakah mereka masih mengambil aset cabang Surabaya?" tanya Dewa.
"Hampir seratus persen mereka mengambilnya dan memiskinkan cabang Surabaya. Katanya Paman Kobe, mereka sekarang mengadakan pesta pora. Mereka ingin membuat pesta pora dengan bergaya mewah di klub malam. Paman Kobe masih mengintai mereka. Yang lebih parahnya mereka memanggil para perempuan untuk dijadikan hawa pelampiasan nafsunya. Tidak tanggung-tanggung mereka sengaja mengambil para model internasional," jelas Timothy.
Sascha sangat terkejut sekali mendengar pernyataan dari Timothy. Bagaimana bisa aset sebanyak itu dirampasnya? Bahkan mereka sedang berpesta di atas para karyawan yang sedang memperjuangkan kehidupannya. Jujur ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mereka harus dibinasakan dari perusahaan tersebut dan memblokir akses mencari pekerjaan selanjutnya.
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja!" ucap Sascha sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Tenanglah. Kita tidak usah terburu-buru untuk melakukannya lebih lanjut lagi. Seluruh aset cabang Surabaya itu tidak bisa diambil begitu saja. Aset itu perlu tanda tanganku yang asli. Tidak ada tanda tanganku, maka pihak bank tidak akan mengucurkan dana tersebut. Kamu tahu tanda tanganku ada dua. Yang sering aku pakai itu untuk kepentingan perusahaan. Satu lagi tanda tangan tersebut mereka tidak mengetahuinya. Kecuali Kami para petinggi pusat D'Stars Inc. Jika masalah uang maka tanda tangan itu sangat berguna sekali. Jadi kamu tenang saja untuk masalah ini. Mereka akan bingung dengan sendirinya," jelas Dewa.
"Yang dikatakan suamimu itu benar. Suamimu itu tidak main-main untuk melakukan bisnis. Bahkan Dewa itu lebih licik ketimbang kakek Aoyama. Makanya kakek lebih memilih Dewa ketimbang Paman Kobe. Tapi Paman Kobe sendiri tidak keberatan. Paman Kobe tidak tertarik untuk menduduki jabatan presiden direktur bagian pusat. Kalau dia. Dia lebih memilih untuk hidup damai bersama sang istri. Bahkan sang istri memintanya untuk tidak main-main dengan mafia. Bisa dikatakan Paman kopi akan berhenti total menjadi seorang mafia," sambung Timothy.
"Syukurlah kalau begitu. Sedari dulu Paman Kobe sudah mendapatkan warning dari calon istrinya. Dia lebih baik memilih untuk hidup tenang tanpa harus ada pembunuhan. Setelah aku menduduki jabatan itu, kemungkinan besar Paman Kobe akan keluar dari Jepang. Dia bersama keluarganya akan hidup di Indonesia. Diam-diam Paman kopi sendiri sudah membeli rumah di bawah kaki gunung Slamet. Di sana dia sudah memiliki berbagai macam bisnis yang dikelola tanpa harus bantuan Kami semuanya. Semoga saja kakek Aoyama menyetujuinya. Aku juga tidak akan melupakannya," tambah Dewa yang sudah mengetahui rencana Kobe sebelumnya.
"Jika Mas Kobe keluar dari perusahaan, Apakah Mas Kobe akan menderita?" tanya Sascha.
"Tidak. Paman Kobe tidak akan menderita sama sekali. Paman Kobe berencana untuk membuat sesuatu. Dia sendiri sudah memiliki banyak tabungan melalui dari pekerjaannya dan konten-kontennya yang sangat kocak sekali ketika mukbang. Sisi lain taman Kobe juga memiliki tabungan di dunia bawah tanah. Yaitu hasil penjualan senjata yang telah menyebar ke seluruh dunia," jawab Dewa yang menjelaskan hasil kekayaan Kobe sebenarnya.
"Wah, Mas Kobe Ternyata keren sekali. Aku tidak menyangka kalau Mas Kobe memiliki tabungan pribadi sebanyak itu. Yang aku lihat Mas Kobe itu orangnya loyal kepada kami," celetuk Sascha sambil tersenyum manis.
"Paman Kobe orangnya tidak pernah kekurangan uang. Diam-diam Paman Kobe itu memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Apa yang berguna dan menghasilkan uang? Itulah yang akan dilakukannya. Juga diam-diam memiliki wajah yang sangat tampan sekali. Sering sekali paman Kobe diminta sebagai foto model di berbagai majalah sampul untuk remaja. Dan satu lagi yang harus kamu tahu. Dia juga sering sekali menjadi model di berbagai video klip," tambah Dewa.
"Kok aku nggak tahu ya? Kalau Paman Kobe itu ternyata seorang model?" tanya Sascha.
__ADS_1