Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
RAHASIA TERPENDAM TOMMY.


__ADS_3

"Kak Tommy tidak bisa menolaknya. Karena yang aku tahu mereka akan mengejar kakak sampai dapat," jawab Sascha. "Aku bisa melindungi kakak dari kejaran mereka. Karena kakak harus berkembang demi karir kakak. Aku tahu kakak tidak akan bisa memegang perusahaan itu."


"Maksud kamu?" tanya Dewa yang tidak paham dengan maksudnya.


"Ya karena Kak Tommy tidak pandai memasak. Kak Tommy hanya pandai memegang pulpen dan kertas. Selain itu juga Kak Tommy sangat menyukai video-video panas di layar PC kesayangannya itu," jawab Sascha yang langsung menutup mulutnya. "Maaf aku keceplosan."


Dewa langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Sascha. Rahasia yang dimiliki oleh Tommy terbongkar. Bagaimana bisa Tommy yang memiliki wajah alim suka menyimpan video panas? Ini sangat aneh sekali.


"Ketahuan juga ya akhirnya. Seorang Tommy yang alim memiliki video panas," ejek Dewa.


Tommy langsung berpamitan dan tidak melanjutkan pembicaraan ini. Ia sangat malu sekali kepada Dewa. Kartu Asnya selama ini sudah terbongkar sama Sascha.


Tommy sebenarnya tidak marah sama sekali. Malahan ia menahan malu. Seharusnya Bima yang melakukannya. Tapi kenapa dirinya menjadi pengkoleksi video panas membara itu?Ini sangat aneh sekali.


Kembali ke Dewa dan Sascha. Sascha segera mempersiapkan pakaiannya untuk kembali ke Nganjuk. Ia sangat merindukan kedua mamanya. Ia beruntung sekali mendapatkan mama mertua sangat baik sekali. Ia tidak bisa membayangkan jika dirinya hidup di keluarga Tommy. Rumah yang ditempati oleh Sascha akan menjadi neraka baginya.


"Kalau aku apa di dalam PC kerjaku?" tanya Dewa yang ingin tahu.


"Film Box Office yang bertema action. Dan aku juga sudah melihatnya jika tidak ada pekerjaan di dalam ruanganku," jawab Sascha yang melipat bajunya.


"Kalau Bima dan Ian?" tanya Dewa yang sangat penasaran sekali dengan isi PC mereka.

__ADS_1


"Mereka pecinta anime. Mereka tidak memiliki apapun video panas. Bahkan aku sendiri sangat bingung pada mereka. Anggota mafia hobinya lihat film anime," jelas Sascha yang terkekeh.


"Kita berarti sejalan," ucap Dewa.


"Enggak," sahut Sascha dengan cepat.


"Tontonan kita sama," ucap Dewa yang menghempaskan bokongnya di hadapan Sascha.


"Aku lebih menyukai ke Drakor. Kalau aku suntuk saja terpaksa melihat film action milik kamu," ujar Sascha dengan jujur.


"Kok bisa begitu?' tanya Dewa yang membuat Sascha tertawa.


"Memang benar. Aku memang sengaja melihatnya karena boring dengan pekerjaan," jawab Sascha.


"Tidak apa-apa," jawab Sascha yang merasakan perutnya lapar. "Aku lapar."


"Ayo kita kembali," ajak Dewa. "Sebelum pulang kita sarapan terlebih dahulu."


"Ayolah. Aku ingin bertemu dengan mama mertuaku," ajak Sascha yang menutup kopernya.


"Kamu sangat menyayangi mamaku?" tanya Dewa.

__ADS_1


"Memangnya salah ya Seorang istri menyayangi Ibu mertuanya sendiri. Kalau salah Tolong jelaskan padaku," jawab Sascha.


"Nggak ada yang salah. Kamu sama Mama sangat kompak sekali ketika menjalani hari-hari bersama. Memang yang aku dengar seorang istri tidak pernah akur dengan ibu mertuanya. Bahkan mereka sering berantem Jika bertemu," ucap Dewa yang mengungkapkan sebuah fakta sebenarnya.


"Nggak semuanya Kak. Buktinya aku sama mamamu, kami saling menyayangi dan mencintai satu sama lain. Bahkan setiap jam Kami selalu bertukar pesan. Aku ingin membuktikan Seorang istri bisa berkumpul dengan ibu mertuanya tanpa harus ada konflik kepanjangan," sahut Sascha.


"Bagaimana dengan Tommy?" tanya Dewa yang meminta pendapat.


"Rencana awal saja kak. Dita disuruh sekolah saja. Biar tidak menjadi masalah kedepannya. Aku takut jika Dita menikah dengan Kak Tommy, akan menimbulkan masalah besar. Contohnya tidak ada kedudukan dengan ibu mertuanya. Bisa jadi Dita pulang terkena mental yang parah. Aku nggak mau melihat Dita depresi begitu saja," jawab Sascha. "Kalau soal pekerjaan. Aku tidak ingin dendam sama Kak Tommy. Soalnya Kak Tommy sendiri sudah membantuku hingga saat ini. Memang kesel sih kepada keluarganya. Coba Kakak bayangkan, kedua orang tuanya sangat mengharapkan punya menantu dari keluarga bangsawan. Semuanya itu diatur oleh keluarga besar masing-masing."


"Tapi nggak semuanya bangsawan seperti itu. Seperti aku contohnya. Aku malah tidak mencerminkan seorang bangsawan. Bahkan aku sendiri tidak paham apa itu artinya bangsawan buat diriku sendiri. Aku lebih menyukai hidupku seperti ini. Tanpa harus mengikuti alur hidup seorang bangsawan," jelas Dewa.


"Nah itu dia Kak. Aku sendiri malas jika membahas tentang bangsawan. Aku sama Dita sudah tidak pantas menjadi seorang bangsawan. Lihat saja cara kami makan seperti apa? Seharusnya seorang bangsawan memiliki adab dan akhlak. Tapi aku tidak sama sekali. Coba lihatlah aku makan seperti apa? Terkadang aku makan pakai tangan. Atau aku makan dengan cara duduk nongkrong. Kadang-kadang Aku suka makan duduk di lantai. Apakah itu yang dinamakan seorang bangsawan?" tanya Sascha yang membuat Dewa tertawa terbahak-bahak.


"Memang kamu sangat pantas sekali menjadi orang biasa. Kamu bisa mengimbangi semua orang yang makan di hadapanmu. Aku suka gaya kamu itu. Aku juga suka gayamu ketika jujur pada keadaan. Ya sudah kalau begitu. Gak usah membahas soal Tommy lagi. Aku sendiri tidak mempersalahkan dia. Aku hanya memberikan solusi buat dia agar tidak menjadi gelandangan di Afrika Selatan. Yang kamu bicarakan tadi memang ciri-cirinya Tommy seperti itu. Dia tidak pandai sekali memasak. Jangankan memasak, menggoreng telur pun dia nggak bisa. Makanya kalau dipaksa menjadi seorang juru masak itu tidak akan mungkin terjadi. Aku yakin semuanya akan berjalan apa adanya. Aku harap Tommy mau menerima tawaranku ini. Sekalian untuk membuktikan kalau bekerja di luar bisa menghasilkan uang tanpa harus mengganggu usaha keluarga lainnya," jelas Dewa.


"Bagaimana dengan kedua orang tuanya? Dia sendiri sudah ngomong, kalau mereka sedang mencarinya. Bahkan ke ujung neraka pun Kak Tommy pasti diambil," tanya Sascha.


"Masalah tidak akan selesai jika mereka mau mengalah. Mereka hanya mementingkan egonya saja ketimbang kebahagiaan sang anak. Sudah sedari dulu aku memang dibebaskan untuk menjadi seorang pria tangguh. Memang hampir setiap hari Mama selalu menyuruh pengawal Black Tiger untuk mengawasiku. Aku tidak akan bisa protes kepada Mama. Percuma saja aku protes jika ujung-ujungnya demi kebaikanku. Tapi setiap aku pulang, Mama nggak pernah bilang mau cari menantu dengan kriteria seperti ini. Mama hanya bilang belajarnya lebih giat untuk mendapatkan kursi presiden direktur di kantor pusat. Udah itu aja. Karena akulah sama paman Kobe yang berhak menjabat di kursi itu," beber Dewa.


"Setiap orang tua pasti beda cara mengasuh anak-anaknya. Kalau ke kamu itu Mama lebih senangnya lihat anak-anaknya berkembang. Lepas sih lepas. Tapi Mama nggak akan pernah melepaskan begitu saja. Beliau akan selalu memegangmu dan mengikutimu kemanapun kamu pergi. Kamu nggak boleh marah sama mama," pinta Sascha.

__ADS_1


"Kenapa aku harus marah sama mama?" tanya Dewa.


__ADS_2