
"Aku tunggu referensi-mu," sahut Bryan.
"Tunggu. Apakah mereka sangat menyeramkan?" tanya Dewa.
"Tergantung. Firasat ku mengatakan, kalau Fatin bekerja sama dengan orang luar. Aku nggak tahu itu siapa orangnya. Yang pasti Fatin lolos dari hukum setelah menculik Aulia," jawab Bryan.
"Sangat mengerikan sekali bagiku. Kalau saranku sih lebih baik tanyakan pada papa Gerre," saran Bima kepada Dewa.
"Semoga saja kasus ini dapat selesai dengan cepat. Semakin hari Sascha masih hidup dalam ketakutan," jelas Dewa.
"Apakah kamu nggak mau mengadakan pesta lajang?" tanya Bryan dengan serius.
"Nggak ada yang namanya pesta lajang. Malam ini aku ingin tidur sepuasnya. Karena malam besok aku akan unboxing," jawab Dewa dengan serius.
"Unboxing apaan?" tanya Timothy yang kesal terhadap Dewa.
"Maksud kamu apaan?" tanya Dewa yang membuat Timothy bertanya-tanya.
"Aku yakin kamu sudah unboxing sebelum terjadi pernikahan. Jujurlah padaku Dewa. Nggak usah ditutupi seperti itu," ledek Timothy.
Dewa tidak menjawab pertanyaannya Timothy melainkan hanya tersenyum manis. Apa yang dikatakan oleh Timothy itu benar adanya. Memang Dewa sudah tidak kuat lagi menahannya. Karena menurutnya tubuh Sascha sangat menggoda.
"Jika kamu udah unboxing berarti kamu sangat beruntung sekali. Semoga kalian bisa berbahagia selamanya. Dan kamu Dewa, jangan buat drama yang aneh-aneh. Nanti kalau saya kabur jangan salahkan kami," ejek Timothy lagi.
"Justru itu. Aku paling suka membuat drama. Ketimbang membuat action," sahut Dewa yang membuat ketiga temannya malas menanggapinya.
"Oh ya.. kamu jadi pergi ke Labuan Bajo?" tanya Bima.
"Masalahnya besok itu pernikahanku. Masa aku harus pergi hari ini. Bisa dipecat dari kartu keluarga," jawab Dewa.
"Ngapain kamu nggak berangkat lusa? Sekalian bulan madu di sana. Tempat yang indah pas waktu sunset dan sunrise. Aku yakin kamu sangat menyukainya. Dan nggak akan pulang dari sana," saran Bryan dengan serius.
"Boleh juga idemu. Kerja sambil bulan madu. Kalau begitu kosongkan jadwalku selama seminggu. Aku akan di sana selama seminggu ke depan. Setelah itu ke Jogja. Tambah lagi seminggu menjadi dua minggu. Kapan lagi bisa liburan seperti ini?" perintah Dewa.
"Eh bro, lu tahu bulan ini adalah bulan Desember. Lu kira bulan Desember itu bulan yang nyantai gitu ya. Pekerjaan banyak belum lagi buat laporan sebegitu banyaknya. Kalau lu nggak masuk sih nggak masalah. Sascha yang menjadi masalah buat perusahaan. Soalnya dia adalah asisten manajer keuangan. Jangan gila deh jadi orang," ucap Timothy sambil memperingatkan banyak jadwal yang harus dikerjakan.
__ADS_1
"Kok gue baru sadar ya. Kalau gitu pending aja dulu. Kemungkinan besar aku akan melakukannya setelah Sasha lulus dari sini. Berarti aku nunggu kurang lebih enam bulan ke depan," kata Dewa yang menghitung waktunya.
"Itu terserah lu. Yang pasti jangan bulan ini membuat keputusan yang aneh itu. Karena kami butuh Sascha," pinta Bima.
"Okelah kalau begitu," balas Dewa sambil meninggalkan mereka.
Untung saja teman-temannya mengingatkan Dewa untuk tidak pergi jauh. Karena sebelum ke depan seluruh perusahaan akan sibuk. Ditambah lagi dengan pembuatan semua laporan yang dirangkum dalam setahun.
Setelah makan bersama, para Mama mengajak Sascha pergi ke hotel. Lalu di sana mereka sedang menunggu kedatangan para pelayan dari salon kecantikan. Sambil menunggu mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak.
"Apa benar besok aku akan menikah?" tanya Sascha dengan serius.
"Ya... Para papa mengeluh karena ulah Dewa," jawab Chloe.
"Terus baju yang aku pakai?" tanya Sascha.
"Gaun yang akan dipakai oleh kamu sudah Mama bawa. Gaun itu sengaja dipilihkan oleh papa Devan," jawab Chloe.
"Baiklah ma. Aku setuju," balas Sascha sambil tersenyum manis.
"Iya Ma. Sumpah demi apapun Aku tidak ingin kembali ke sana. Mereka sudah menorehkan luka hati yang cukup dalam. Luka itu tidak akan sembuh dengan sendirinya. Karena mereka seenaknya sudah membuat aku begini. Saatnya aku bangkit dari keterpurukanku!" tegas Sascha.
"Baguslah kalau itu mau kamu. Mama berharap kamu bisa melupakan semuanya. Jangan pernah mau kembali ke sana. Karena kamu sudah memiliki Dewa. Jangan pernah sakiti dia. Jika kamu menyakitinya berakibat fatal. Kamu tahu kan pada zaman dahulu kala. Dewa opname selama sebulan dan tidak sadar," ucap Tara yang membuat Sascha bersedih.
"Aku ingat Ma. Aku yang merawatnya. Aku yang tidak pernah beranjak dari sampingnya. Aku nggak ingin Kak Dewa drop lagi. Karena Kak Dewa adalah segalanya untukku," ujar Sascha dengan jujur.
"Mama percaya sama kamu. Kalau begitu Mama akan merestui kamu. Oh iya... Kapan kamu akan bulan madu?" tanya Tara.
"Mama saranin bulan madu kamu ditunda terlebih dahulu. Karena beberapa bulan ke depan adalah waktu yang genting buat kalian. Kamu sama Dewa harus membuka tabir penculikanmu. Penculikan itu ada kaitannya dengan seseorang yang ingin menghancurkan perusahaan kamu. Jika ingin tahu sebenarnya. Maka kamu harus bertanya kepada papamu. Cepat atau lambat kamu harus bergerak dengan elegan," pinta Chloe.
"Maksud kamu?" tanya Tara kepada Chloe.
"Maksudku adalah orang yang menculik Aulia ternyata Cathy dan Damar. Mereka ingin menguasai Khans Company. Dalam jangka setahun ke depan jika kami tidak mengumumkan siapa sang ahli warisnya maka merekalah yang mendapatkannya. Aku tidak mau itu. Karena mereka memiliki jiwa menghabiskan uang alias shopaholic. Bayangkan saja uang tiga puluh miliar habis dalam waktu sejam," jawab Chloe yang membuat Tara kaget.
"Kamu bener. Jika mereka yang memegangnya paling lambat tiga bulan perusahaanmu akan hancur berkeping-keping. Setelah asetmu habis mereka akan meninggalkan perusahaan itu. Itu sudah aku analisis semuanya," ujar Tara.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan semuanya itu hancur. Lihat saja nanti. Setelah menikah aku akan mencari semua bukti tentang penculikanku itu. Jika itu terjadi aku yang akan memanggil mereka lalu menantangnya di meja hijau. Enak saja mereka membuat aku menderita. Mau tidak mau mereka harus merasakannya. Begitu juga dengan Fatin dan Firly. Kedua orang itu akan merasakan akibatnya. Aku sudah muak melihat mereka!" Ucap Sascha dengan suara datar tapi menakutkan.
"Kalau begitu lakukanlah. Kamu harus bergerak cepat juga. Setelah kamu menikah papa akan mengumumkan hasil tes DNA itu," sahut Chloe.
"Sebenarnya nggak usah tes DNA semuanya sudah pasti. Bahwa aku adalah anak Papa dan Mama. Saking miripnya para klien bilang kamu mirip sekali dengan Gerre Atmaja," kata Sascha.
"Kamu benar. Kamu memang sangat mirip sekali. Andaikan saja kamu dulu tidak pernah hilang seperti ini. Kemungkinan besar kamu berada di pelukan kami," jelas Chloe.
Beberapa saat kemudian datanglah beberapa orang dari salon kecantikan. Mereka sudah bersiap-siap untuk membantu merawat tubuh Sascha. Mereka memang ditugaskan oleh Dewa agar merawat tubuh Sascha sebaik mungkin.
Malam itu saja akhirnya melakukan perawatan tubuh. Saat melakukan perawatan tubuh saja akhirnya terlelap tidur. Memang sungguh nikmat ketika pijatan demi pijatan sedang dirasakannya.
Sementara di tempat lain Dewa bersama para papa berkumpul. Mereka berdiskusi rencana apa yang yang akan dilakukannya ke depan.
"Dewa," panggil Gerre.
"Iya Pa," sahut Dewa yang sedang mengecek bursa saham.
"Apakah kamu mau membantu papa?" tanya Gerre.
"Apa itu pa?" tanya Dewa balik.
"Kamu harus tahu satu hal tentang kasus penculikan yang berada di Okinawa itu. Ternyata selama ini Fatin pernah disuruh oleh seseorang yang ingin merebut perusahaan papa," jawab Gerre.
"Maksud Papa? Cathy?" tanya Dewa.
"Iya itu benar. Dia bersekongkol untuk menculik saja demi menyingkirkan ahli waris sesungguhnya Khans Company," jelas Gerre yang membuat Dewa terkejut.
"Oh jadi dia. Baguslah. Aku bisa menyerangnya dengan mudah," ejek Dewa.
"Kamu tidak bisa menyerangnya begitu saja. Mereka bekerja sama dengan para mafia dari Italia. Mereka adalah musuh bebuyutan Black Tiger. Kamu harus berhati-hati jangan sampai lengah sedikitpun. Oh iya... Ajak Sascha untuk menghancurkan mereka. Aku yakin Sascha mampu melakukannya," jelas Devan yang masih berdiri di ambang pintu.
"Ide bagus itu pa. Aku memang ingin mengajak istriku bertarung. Jujur aku akui kalau Sascha itu diam-diam menakutkan. Dalam waktu sedetik istriku itu bisa membobol pertahanan musuh. Jangan harap para musuh menyerah. Mereka akan menjadi bulan-bulanannya Sascha hingga dunia kiamat," ungkap Dewa yang bahagia terhadap Sascha.
"Apakah itu benar?" tanya Gerre dengan serius.
__ADS_1