
"Jangan pernah berpikiran seperti itu. Eric tidak memiliki jiwa penyuka sesama jenis. Dia adalah tipe pria pemilih wanita. Dia juga bukan tipe orang yang serobot sana serobot sini kayak Bima. Lebih baik dirinya menunggu perempuan yang baik ketimbang kecantol sama perempuan yang tidak baik. Makanya kalau dia disuruh cari pacar susahnya minta ampun," jelas Dewa sambil tersenyum manis.
"Susah juga yah jadi Kak Eric. Oh iya aku lupa kalau Kak Erc itu adalah anaknya mafia. Jadinya dia memilih seorang wanita harus berani menghadapi tantangan dalam hidupnya. Apakah itu benar Kak maksudku?" tanya Sascha.
"Kamu benar apa yang kamu katakan itu. Nggak semudah menjadi istrinya Eric. Suatu saat nanti dia akan menjadi ketua mafia D-Trex. Semakin hari hidupnya semakin susah nantinya. Jika saja,sang istri tidak dapat mengimbangi dirinya. Bisa jadi sang istri itu terbunuh dengan mudahnya. Hal ini disebabkan musuh ada di mana-mana. Yang lebih lucunya lagi musuh itu menjelma sebagai pengawalnya. Aku yakin musuh-musuh tersebut bisa membunuh dan menghancurkan Eric bersama keluarganya," jelas Dewa.
''Kalau aku gimana Kak? Aku juga adalah wanita lemah," tanya Sascha.
"Lemah dari mana? Kamu itu dirubah kecil yang tidak dapat melemahkan dirimu sendiri. Kamu memiliki sifat yang sangat licik sekali. Diam-diam menjadi anak kucing yang sangat manis. Eh seketika berubah menjadi macan. Jujur aku sendiri takut sama kamu kalau berubahnya seperti itu," bisik Dewa.
"Rasanya kamu sangat lucu sekali Kak. Di saat kamu memujiku. Lalu kamu hancurkan semuanya seperti bintang jatuh dari langit. Lalu bintang itu hancur berkeping-keping di atas bumi ini," kesal Sascha sambil merengutkan mulutnya.
"Aku tidak menghempaskan kamu dari atas ke bawah. Memang itu kenyataannya. Kamu diam-diam seperti anak kucing yang penurut sekali. Ketika menurut denganku kamu berontak karena ada masalah besar. Lalu kamu berubah menjadi rubah kecil yang sangat ditakuti oleh semua orang. Bahkan kamu bisa menghancurkan orang-orang di atasmu. Padahal kamu sendiri bukan siapa-siapa saat itu," jelas Dewa.
"Pagi ini kita ke mana Kak? Apakah Pagi ini kita pergi ke rumah Kak Daniel itu?" tanya Sascha yang segera bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Biarkanlah Daniel menyerahkan dokumen yang kamu minta itu kepada nenek sihir itu. Papa Gerry meminta kita untuk pulang ke mansionnya terlebih dahulu. Dia meminta kita untuk mencari dokumen aslinya. Setelah itu dokumen tersebut akan didaftarkan ke pengadilan untuk mengganti Nama aslimu. Biarkanlah si nenek sihir itu tertawa terbahak-bahak dan menikmati fasilitas perusahaanmu dalam waktu sekejap saja. Jika sudah waktunya maka si nenek sihir itu akan bingung. Penyebabnya bingung dia terkejut kalau perusahaannya kamu ambil lagi," ujar Dewa yang sengaja membuat rencana mendadak seperti ini dengan cepat.
"Dewa ini selalu saja membuat rencana dadakan. Sepertinya aku harus belajar dari kakak deh. Aku harus mengimbangi kebenaran kakak," keluh Sascha.
Dewa hanya bisa tersenyum melihat keluhan Sascha. Memang benar apa yang dikatakan oleh istrinya itu. Sudah sewajarnya kalau sang istri bisa mengimbangi kecerdasannya. Mengingat dirinya sebagai CEO dan juga ketua mafia. Ia tidak mau kalau sang istri tidak bisa mengimbangi dirinya. Cepat atau lambat musuh akan bergerak.
"Aku salut kamu bisa belajar dariku secara diam-diam. Kamu harus bisa mengimbangiku dalam segala hal. Nanti aku ajarkan trik-trik sebagai ketua mafia yang handal. Meskipun nanti kamu tidak akan menjadi ketua mafia. Tapi kamu bisa mengalaminya sendiri," ungkap Dewa yang memuji Sascha.
Kring...
Kring...
Kring...
"Ada apa dia menelponku pagi-pagi begini?" tanya Dewa sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Salsa segera mengangkat ponsel itu lalu menyapanya, "Pagi Kak Timothy."
"Apakah Dewa ada di sampingmu?" tanya Timothy.
"Ada kak. Dia sedang berbaring dengan indah," jawab Sascha.
""Cih, pakai berbaring dengan gaya Indah segala. Mentang-mentang dia sudah menikah dan membiarkan aku sendirian di dalam kantor ini," kesal Timothy.
"Memangnya ada apa Kak?" tanya Sascha sangat penasaran sekali dengan Timothy.
"Ada masalah gawat di perusahaan. Maksudnya perusahaannya Papa Devan. Ada seseorang yang ingin menghancurkan perusahaan itu sejak semalam. Jika dia sudah benar-benar bangun maka bicarakanlah hal ini kepada suamimu itu," pinta Timothy.
"Masalah apa itu? Bisakah Kakak mengirimkan filenya kepadaku?Agar aku bisa melacak kesalahannya di mana," Tanya Sascha yang meminta Timothy untuk mengirimkan sebuah file kepadanya.
"Aku sudah mengirimnya dari tadi. Tinggal kamu baca semuanya di sana. Ya sudah aku tinggal dulu," pamit Timothy.
__ADS_1
Sambungan terputus.