Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TOMMY INGIN PERGI KE AFRIKA SELATAN.


__ADS_3

Kalau disuruh memilih pasti akan terluka semuanya. Kalau Tommy memilih Dita ujung-ujungnya Sang Putri tidak akan mendapatkan kasih sayang. Putri kecilnya itu tidak memiliki orang tua utuh. Kalau ia memilih Aryani, Apakah Tommy bisa mencintainya? Menikah tanpa cinta rasanya tidak enak. Menikah tanpa cinta rasanya hambar bagaikan sayur tanpa garam. Inilah yang membuat Tommy bingung.


Akhirnya Tommy memutuskan untuk pergi dari hotel lalu menuju ke apartemen Dewa. Ia tidak memperdulikan Aryani yang sedang tidur. Masalah ini harus diselesaikannya. Ia juga meminta solusi kepada Dewa bagaimana enaknya?


"Kamu mau kemana?" tanya Aryani yang melihat Tommy memakai jaket.


"Aku mau bertemu dengan Dewa. Aku ingin membicarakan masalah ini. Sekaligus Aku ingin meminta solusi," jawab Tommy.


"Jawabannya Dewa tidak akan mau memberikan adiknya buatmu. Itu jawaban yang sangat simpel sekali. Mengingat keluargamu itu gila kekuasaan dan kehormatan. Aku sendiri nggak pernah datang ke keluargamu itu. Aku sengaja menyuruh dan menyewa mata-mata untuk membuntuti kemanapun kamu pergi. Ketika aku datang ke restoranmu. Saat itu yang berjaga adalah mamamu sendiri.. mamamu sudah mempersiapkan seorang wanita yang sangat cantik dari keluarga bangsawan. Dia ingin menjodohkan kamu dengan wanita itu. Padahal Dita sendiri adalah wanita bangsawan. Tapi perilakunya tidak mencerminkan seorang bangsawan. Malahan dia memiliki sifat seperti rakyat jelata. Aku sangat menyukainya Jika dia menjadi istrimu. Bukan masalah dia seorang bangsawan atau seorang pembisnis. Karena dia adalah seorang wanita yang cukup sederhana. Kalau kamu cinta aku akan melepaskanmu. Tapi dengan satu syarat, ceritakanlah Putri kecilmu itu ke Dita. Aku tidak mau Putri kecilmu itu menderita karenamu. Ya siapa tahu Dita mau menerimanya dan hidup bersama dengan kalian. Aku yakin Dita sendiri adalah seorang wanita yang penuh kasih sayang terhadap anak kecil," jelas Aryani.


"Nggak semudah itu buat kamu. Kamu gilang seperti itu memang mudah. Yang jadi masalahnya, apakah kedua orang tuaku mau menerima Dita dengan perilaku rakyat jelatanya itu? Yang kedua apakah Dewa ikhlas melepaskan Dita ke dalam pelukanku? Kamu kan sudah tahu sendiri bagaimana kedua orang tuaku. Dia memiliki ambisi untuk mendapatkanku kembali ke dalam rumah. Aku sendiri masih berpikiran akan hal ini," ucap Tommy.


"Kamu benar. Aku memang salah. Aku nggak pernah memikirkan akan hal ini. Aku sendiri tidak mau membebanimu. Bagaimana dengan Daniela? Aku adalah orang kaya. Aku juga orang pembisnis. Perusahaanku ada di mana-mana. Soal kebutuhan hidup Daniela sudah aku berikan. Bahkan putrimu itu sudah menjadi model untuk brand anak-anak. Yang jadi masalahnya anakmu itu butuh sosok ayah. Memang sebentar lagi aku akan menikah dengan orang lain. Aku memang sengaja meminta izin kepada calon suamiku untuk bertemu denganmu. Kamu harus mengakui putrimu itu. Aku nggak akan mau memisahkan kalian. Kalau masalahnya begini jadi rumit. Kamu boleh menikah dengan siapapun. Itu tidak jadi masalah. Tapi yang harus kamu tahu, akuilah putrimu itu. Apakah kamu paham akan hal itu Tommy?" tanya Aryani.


Tommy pun terdiam dan paham yang dikatakan oleh Aryani. Ia juga tidak akan mungkin mengakui putrinya itu. Masalah semakin berat untuknya. Ia juga bingung dengan perkataan Aryani.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan itu benar. Dita bisa saja menerima Daniela. Dari dulu dia memang menyukai anak kecil. Aku pernah mengatakan ini, jika suatu hari kita menikah lalu ada anak kecil menghampiriku dan mengatakan aku putrimu. Dia menjawab tidak apa-apa. Dia tidak peduli akan status anak itu. Dia malah kepengen mengadopsi beberapa anak. Meskipun dia putriku Dita akan menerima dengan tangan terbuka. Sekarang yang jadi masalahnya, keluargaku sendiri. Ini yang membuat aku semakin muak jika pulang ke rumah. Aku tahu perempuan itu. Mamaku memang sudah mempersiapkannya untukku. Tapi dia tidak pernah bercerita tentang wanita itu. Wajahnya memang sangat cantik. Aku bisa menyimpulkan sifat aslinya. Dia wanita sangat kejam. Bahkan lebih kejam darimu. Kamu tahu kenapa aku bisa menilainya seperti itu?" tanya Tommy yang menghempaskan bokongnya duduk di sofa.


"Karena kamu adalah dokter psikolog. Kamu nggak berkenalan secara langsung sudah tahu. Kamu bisa membaca orang itu melalui dari wajahnya. Aku sudah paham dengan kamu. Aku sudah mengetahui dirimu sebenarnya siapa. Sebenarnya nggak jadi masalah buat aku. Kamu bisa menilaiku orang gila. Aku nggak peduli akan hal itu. Manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna sama sekali. Mereka memiliki ambisi untuk mencapai keinginannya masing-masing. Jangankan mereka. Aku pun sama memiliki ambisi. Ambisiku sekarang adalah membuat dirimu mengakui Daniela," beber Ariani yang sengaja membuat Tommy menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar. Itu semuanya tidak jadi masalah buat aku. Aku tidak memperdulikannya akan hal itu. Aku malas untuk menilai orang. Itulah kenapa jika dihadapkan dengan seseorang dan menyuruh menilainya, aku memilih untuk diam dan tidak berbicara satu kata pun. Biarkanlah semua menjadi seperti ini," ujar Tommy. "Sekarang Aku harus berpikir agar Dita dan Daniela bisa bersama."


"Nggak usah bermimpi terlalu jauh. Pikirkan saja hidupmu bagaimana. Kamu nggak pernah merasakan hidup di kandang singa setelah menikahi Dita. Mamamu akan menyuruh kalian untuk tinggal di rumah besarmu itu. Paling tidak pernikahanmu berusia seumur jagung. Karena Dita sendiri tidak akan kuat menghadapi kedua orang tuamu itu," kata Aryani.


"Lebih baik aku akan tinggal di Afrika Selatan. Aku tidak akan mengajak Dita dan Daniela bersamaku. Aku ingin menjadi pria mandiri dan melupakan masa-masa seperti ini. Aku memutuskan untuk meninggalkan mereka dan hidup dengan damai. Yah setelah ini aku akan pergi dari rumah. Aku tidak akan berpamitan kepada mereka. Jujur lebih baik aku ingin hidup bebas tanpa harus dikekang oleh mereka," ungkap Tommy yang ingin hidup tanpa harus campur tangan kedua orang tuanya.


"Thanks ya. Jujur ini berat buat aku. Setelah ini kamu jangan pernah menemui kedua orang tuaku. Jangan pernah lagi ke restoran mereka. Aku tidak akan pernah mau lagi mengunjunginya," pinta Tommy.


Mereka berdua diam sejenak. Langkah yang dilakukan oleh Tommy sudah tepat. Ia sudah memiliki banyak tabungan. Ia akan hidup bahagia tanpa harus campur tangan kedua orang tuanya. Memang keputusan ini sangat berat buat dirinya. Sedari dulu orang tuanya meminta Tommy untuk mencarikan jodoh yang memiliki status sosial sama.


Ketika berpacaran dengan wanita sederhana, kedua orang tuanya langsung memakinya. Padahal saat itu Tommy mencintai wanita tersebut. Maka dari itu ia tidak akan memutuskan untuk kembali ke rumah.

__ADS_1


Tommy memutuskan untuk meninggalkan Aryani di dalam hotel sendiri. Ia akan bertemu dengan Dewa dan juga Sascha. Ia akan berpamitan untuk tinggal di Afrika Selatan.


Di dalam perjalanan menuju ke apartemen Dewa, hati Tommy terasa berat. Ia tidak ingin menyakiti Sang Putri maupun Dita. Karena Tommy sendiri bukanlah pria yang suka menyakiti hati wanita. Ia lebih memilih diam ketika marah dengan wanita. Terkadang Tommy sendiri memutuskan untuk pergi dari wanitanya itu.


Sesampainya di sana, Tommy disambut hangat oleh Dewa. Sebenarnya Dewa ingin meluapkan emosinya itu. Akan tetapi Sascha menatapnya dengan tajam memberikan isyarat agar tidak melakukannya. Karena Sascha tidak mau hubungan mereka pecah hanya karena masalah percintaan. Itulah kenapa Dewa menurut kepada sang istri.


"Kamu nggak ikutan balik ke Nganjuk?" tanya Dewa.


"Aku nggak ingin bertemu dengan Dita. Jujur aku memang mencintai adikmu itu. Setelah aku berpikir ulang, Aku tidak akan mau menarik Dita ke dalam masalah keluargaku. Emosi Dita sama seperti emosi yang dimiliki wanita lainnya. Dia memiliki hati rapuh. Aku nggak mau jika keluargaku menginjak-injak Dita. Aku sendiri melihat wanitaku itu menangis," jawab Tommy dengan jujur.


"Kalau aku melepaskan Dita ke kamu nggak jadi masalah. Berhubung aku sudah menyelidiki kedua orang tuamu. Aku tidak akan mau melepaskannya. Aku tidak mau dia datang ke rumah sambil menangisi nasibnya di dalam rumahmu itu. Aku ingin melihat Dita sangat ceria untuk menjalani hidupnya. Maka dari itu aku tidak akan mau melepaskan Dita begitu saja," jelas Dewa.


"Aku paham akan hal itu. Sekarang aku ingin berpamitan untuk pergi dari hidup kalian," ucap Tommy.


"Maksud kamu apa? Kenapa kamu mendadak pergi dari hidup kami?" tanya Sascha sambil menatap tajam ke arah Tommy.

__ADS_1


__ADS_2