
"Semuanya tidak ada masalah denganku. Aku sangka Mama tidak akan ikut dengan kami," jawab Dewa.
"Masalah ini sangat besar. Kamu tidak tahu kalau mama juga memperhatikan si nenek sihir itu? Lalu kami tinggal diam begitu? Itu tidak akan pernah terjadi dengan kami. Soalnya masalah ini sudah ke mana-mana. Jadinya kami harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini," jelas Tara.
"Yang dikatakan oleh mamamu benar. Mama juga tidak habis pikir kenapa masalah ini menjadi besar. Ditambah lagi sini nenek sihir itu telah bekerja sama dengan keluarganya Tommy. Aku tahu dia sudah mencuci otaknya Meilin dan juga Marvin. Apakah kamu sudah melindungi Tommy?" tanya Chloe yang peduli atas kehidupan Tommy.
"Aku sudah menurunkan pasukan milik Choi. Kabar yang terakhir aku dengar. Mereka mengejar Tommy hingga ke Shanghai. Kemungkinan besar aku akan menghubungi seseorang yang berada di Shanghai sana. Aku akan menyuruh orang itu meninggalkan kota Shanghai tanpa harus membawa Tommy," jawab Dewa yang membuat Sascha terkejut.
"Dengan cara apa?" tanya Sascha yang sangat penasaran sekali sambil menaruh sendok itu di atas piring.
"Caranya sangat mudah sekali. Agen yang dikirimkan adalah agen yang tidak ada guna sama sekali. Aku sudah mengecek agenda rahasia itu. Ternyata agenda rahasia itu sang pemiliknya adalah memiliki penyakit jiwa yang sangat parah sekali. Dia namanya DC. Dia memiliki jiwa psikopat," jawab Dewa yang menjelaskan siapa sang pemilik agenda rahasia yang sudah diminta oleh keluarga Tommy.
"Sangat parah sekali ternyata. Kenapa ini bisa terjadi pada Tommy?" tanya Chloe.
__ADS_1
"Masalahnya hanya sepele ma. Kami disuruh menikah dengan seseorang yang bernama Nindya. Dan Mama tahu Nindya itu siapa? Dia adalah seorang model yang berasal dari Las Vegas. Yang lebih parahnya lagi Nindya itu memiliki lidah yang sangat tajam sekali. Kabar terakhir yang aku dengar Nindya sedang hamil dengan pria lain. Dia harus mendapatkan Tommy demi menutupi kehamilannya itu. Memang cerita ini sangat rumit sekali bagi kita. Aku sendiri tidak paham dengan jalan cerita kedua orang tuanya Tommy," jelas Dewa yang membuat mereka terkejut kecuali Sascha.
"Oh jadi itu masalahnya. Enak banget ya. Setelah melakukan apa yang tidak boleh dilakukan. Langsung mencari orang untuk bertanggung jawab atas kehamilannya itu. Ini sangat aneh sekali buat Tommy," ucap Tara yang menghabiskan air minumnya itu.
"Sebenarnya Tommy tidak mengetahui akan hal itu. Tapi kedua orang tuanya Tommy juga tidak tahu sama sekali. Jujur dia sendiri tidak mau pulang ke rumah. Hanya karena dijodohkan oleh gadis yang tidak dikenalnya itu," tambah Dewa.
Mereka saling memandang satu sama lain. Setelah mendapatkan informasi dari Dewa, mereka juga bingung setengah mati. Memang Nindya adalah seorang anak bangsawan. Namun Nindya sendiri sekarang sedang berkuliah mengambil jurusan seni. Selain itu ia sengaja mencari uang melalui model. Nindya sudah merasakan hidup secara bebas. Yang di mana orang tuanya sangat mendukung Apa artinya kebebasan itu?
"Kenapa kedua orang tuanya Kak Tommy tidak tahu ya?" tanya Sascha.
"Ini sangat aneh sekali bagi kami. Kalau aku memiliki seorang putra dan dijebak oleh calon istrinya. Aku memilih untuk marah dan tidak akan menikahkan mereka," kesal Tara.
Dewa mengerutkan keningnya karena pernyataan dari sang ibundanya itu. Bisa-bisanya sang ibundanya berkata seperti itu.
__ADS_1
"Kok mama ngomongnya begitu? Aku ini anakmu ma," protes Dewa.
"Seandainya jika Mama memiliki anak laki-laki selain dirimu. Mama tidak akan membiarkan dia terjebak oleh wanita seperti Nindya," jelas Tara yang membuat Chloe tersenyum.
"Mama benar Kak. Jangankan para mama. Aku pun jika memiliki seorang putra. Jika ada yang menjebaknya seperti itu. Aku sangat marah dan tidak akan membiarkan putraku menikahinya. Karena bayi yang dikandungnya bukan anak dari putra kita sendiri," ucap Sascha.
"Tuh dengerin apa kata istrimu. Mama sebenarnya nggak salah bilang kayak gitu. Kalau posisinya kamu seperti Tommy. Mama nggak akan membiarkan kamu mengakuinya. Kemungkinan besar mama akan mengajak wanita itu tes DNA setelah bayinya lahir," ujar Tara yang membetulkan omongan dari sang menantunya itu.
"Kalau kasusnya begini bagaimana ma? Apakah Mama akan protes?" tanya Dewa.
"Maksud kamu apaan?" tanya Tara balik.
"Ya aku meniduri seorang perempuan. Tapi perempuan itu sudah mengandung. Ketika beberapa bulan dari pernikahan kami," jawab Dewa.
__ADS_1
"Itu mah bukan jebakan. Kamu itu ada-ada saja. Harusnya kamu bahagia mendapatkan berita itu setelah menikah," ucap Tara.
"Kalau kami belum menikah bagaimana?" tanya Dewa yang sengaja menjebak Tara.