Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BERTEMU DENGAN PELIHARAAN GERRE.


__ADS_3

"Biarkan saja. Mereka sudah gede. Mereka juga tahu apa yang kita lakukan," jawab Gerre yang tersenyum penuh dengan hasrat.


"Kalau aku hamil bagaimana?" tanya Chloe.


"Ya... Baguslah... Kita akan memiliki seorang bayi di usia kita yang sudah tua," jawab Gerre yang mulai menindih tubuh Chloe.


"Aku malu sama Sascha. Kalau Sascha masih kecil kita bisa memberikan seorang adik," ucap Chloe.


"Kalau begitu kita akan meminta Dewa membuahi Sascha. Setelah itu kita merawat anaknya Sascha," ujar Gerre yang mulai membuat Chloe berhasrat.


Saat Gerre mulai mencumbu Chloe, Sascha membuka pintu dan melihat kedua orangtuanya sedang memadu kasih. Sascha menutup matanya sambil berteriak, "Mataku tercemar!"


Sascha keluar sambil menutup pintunya dengan pelan. Dewa mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa?"


"Mataku tercemar karena ulah papa yang menindih mama," jawab Sascha.


Dewa langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Sascha. Jujur saja jawaban Sascha lucu. Bahkan lucunya melebihi anak kecil.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Dewa.


"Papa sedang menindih mama," jawab Sascha.


Dewa menepuk jidatnya lalu menarik Sascha ke belakang taman. Pagi ini memang penuh kepolosan. Dewa berpikir ternyata calon istrinya sangat polos sekali.


"Setelah menikah aku akan sering menindih tubuh kecilmu seperti yang dilakukan sama papa ke mama. Aku jamin kamu akan menikmatinya," ujar Dewa secara blak-blakan.


"Apa yang kakak bilang?" tanya Sascha.


"Ya... Aku akan melakukannya. Karena dengan menindih tubuhmu aku bisa menyalurkan hobi baru," jawab Dewa secara jujur.


"Memangnya ada ya hobi pria seperti itu?" tanya Sascha.


"Adalah... Dan itu akan dijadikan pekerjaan favorit setiap malam," jawab Dewa lembut.

__ADS_1


Sascha hanya terdiam dan tidak banyak bicara. Memang benar sih apa yang dikatakan oleh Dewa. Bahwa pekerjaan seperti itu memang sangat difavoritkan oleh setiap pria. Lalu, apakah Sascha akan menolaknya? Sepertinya Sascha tidak akan menolaknya. Bahkan setiap malam Sascha akan menagihnya.


Sambil menunggu kedatangan mereka, Sascha dan Dewa duduk manis sambil melihat beberapa pengawal membawa lima anjing yang cukup besar. Mata Sascha membulat sempurna karena dirinya baru mengetahui kalau sang papa memiliki koleksi lima anjing yang cukup besar.


"Aku sepertinya pernah melihat mereka," celetuk Sascha.


"Iyalah... Papa kamu suka mengambil fotonya untuk dibagikan ke sosial media," sahut Dewa.


"Ah... Rasanya aku jatuh cinta pada mereka," ucap Sascha lalu berdiri.


Sascha mulai menjauhi Dewa dan mulai bergabung dengan para anjing di sana. Sascha mulai berlutut dan memanggil nama mereka. Para pengawal yang mengawal para anjing itupun terkejut. Mereka memandang Sascha sambil mendekatinya.


"Nona... Jangan terlalu mendekati mereka. Mereka sangat ganas karena melihat orang baru. Kami takut nona kenapa-kenapa. Karena nyawa nona berada di kepala kami," ucap Pengawal yang benar-benar ketakutan.


"Tak apa. Sedari kecil aku ingin memiliki anjing. Tapi papa tidak membelikan aku. Sekarang papa sudsh memiliki anjing dengan lima jenis berbeda," ucap Sascha.


Dewa yang melihat Sascha berada di sana langsung berdiri. Dewa segera mendekatinya dan menyuruh mereka pergi. Dewa memanggil mereka sesuai namanya satu-persatu. Mereka segera mendekat dan mengelilingi Sascha.


Sascha mengangkat tangannya lalu meletakan tangannya ke anjing jenis German Shepherd. Meskipun dirinya takut namun anjing itu segera mendekati Sascha sambil berguling di atas rumput.


"Dia namanya Shane kak," ucap Sascha sambil mengelus kepala anjing itu.


"Kamu mau? Nanti kalau nikah aku beliin," ucap Dewa.


"Tidak perlu kak... Sepertinya kita akan tinggal disini. Mama dan papa akan fokus pada perusahaan sebelum kita lulus kuliah," jawab Sascha.


"Sepertinya aku kuliah melalui online. Aku tidak akan pergi ke kampus. Pekerjaan sebagai CEO sudah menumpuk. Apalagi kita adalah tim khusus Nakata's Groups. Yang dimana kita mendapatkan tugas dadakan. Begitu juga dengan kamu. Apalagi orangtua kita menuntut supaya kita memiliki anak. Semoga kamu enggak keberatan dengan keputusan aku," jelas Dewa bingung membagi waktu.


"Kakak benar. Aku juga berpikiran seperti itu. Apalagi kalau kita sering absen. Kita enggak bisa lulus dengan cepat. Apakah kita harus berbicara sama mama dan papa?" tanya Sascha.


"Ya... Mudah-mudahan mereka paham dengan keputusan yang kita ambil," ucap Sascha.


Dua jam berlalu. Saat mereka selesai menyalurkan hasratnya, Chloe segera memakai bajunya. Chloe merasakan kenikmatan pagi ini. Tak lama dirinya melupakan Sascha lalu berteriak, "Dimana putriku!"

__ADS_1


"Putrimu sedang bermain dengan Dewa," jawab Gerre.


"Hadeh... Aku mau mendandani Sascha seperti gadis bangsawan. Dia harus menunjukkan sikapnya sebagai bangsawan yang disegani banyak orang terutama musuhnya," keluh Chloe yang berdiri menatap wajah Gerre.


"Kalau begitu aku ikut," seru Gerre.


Mereka mencari keberadaan Sascha dan Dewa. Mereka tidak sadar ketika melakukan penyatuan, tiba-tiba saja Sascha masuk. Bagaimana jika pasangan suami istri itu terpergok dengan putrinya sendiri. Untung saja Sascha sudah dewasa. Bagaimana kalau masih kecil?


Kedua pasangan suami istri itupun bertemu dengan Sascha saat bermain dengan para anjing. Gerre malah tersenyum dan melihat mereka sangat menurut Sascha. Bahkan Sascha mengajaknya berkomunikasi dan mereka paham apa yang diucapkannya. Lalu sebagai gantinya mereka menggonggong kegirangan.


"Mereka sangat menurut pada Sascha," celetuk Gerre.


"Kamu tahu kenapa aku membeli mereka? Aku dulu pernah berjanji pada Sascha. Saat usianya mencapai sepuluh tahun, aku akan membelikan satu anjing poni yang lucu dan menggemaskan. Setelah aku kehilangan Sascha, aku merasa kehilangan. Telingaku selalu terngiang akan permintaan Sascha yang satu ini. Papa kapan aku bisa memiliki seorang anjing lucu. Aku ingin menamainya Shane. Aku sangat kesepian di sini," ucap Gerre yang menahan kesedihannya.


"Sekarang kita tidak akan kehilangannya lagi. Tapi sekarang kita akan merelakan Sascha untuk Dewa," ucap Chloe yang memegang tangan Gerre dan menggenggamnya.


"Aku berharap Sascha akan tinggal disini," pinta Gerre.


"Aku sudah membicarakan ini semua sama Sascha. Sascha juga ingin tinggal disini bersama Dewa hingga memiliki anak," sahut Chloe.


"Bagaimana dengan Dewa?" tanya Gerre.


"Entahlah... Kemungkinan Sascha akan membicarakan ini semuanya ke Dewa," jawab Chloe. "Aku harap Dewa setuju dengan pendapat kita."


"Sascha," panggil Gerre.


Sascha menoleh dan menatap ke arah Gerre sambil tersenyum manis, "Papa."


"Kamu kenal sama mereka?" tanya Gerre.


"Ya... Papa aku mengenal mereka. Aku kagum sama mereka karena sering nampang di IG. Sangking sering muncul di beranda aku jatuh cinta pada mereka," jawab Sascha.


"Ternyata putriku suka stalker akun papa ya?" tanya Gerre yang mendekati Sascha.

__ADS_1


"Iya pa. Aku memang suka mengintip papa bermain bersama mereka," jawab Sascha. "Dan ternyata aku bertemu dengan mereka."


__ADS_2