
"Aku berjanji ingin menemui Kinanti terlebih dahulu. Karena pihak kepolisian sering menghubungiku untuk segera datang ke Surabaya," jelas Sascha.
"Ya sudah kalau begitu. Lebih baik kamu berkemas terlebih dahulu. Setelah itu kamu beristirahat terlebih dahulu," ujar Dewa yang memberikan perintah agar Sascha beristirahat terlebih dahulu. "Sekalian buat Dita yang ingin ikut. Lebih baik kamu juga berkemas. Agar nanti malam kita sudah sampai di Surabaya."
Dita menganggukkan kepalanya lalu memutuskan untuk pergi bersama Sascha. Di sana mereka sangat kompak masuk ke dalam kamar. Lalu mereka membereskan semua barang-barang yang ada dalam koper itu.
"Kamu jadi pergi ke Surabaya?" Tanya Tommy.
"Iyalah aku akan pergi malam ini juga. Hampir setiap hari Sascha mendapatkan telepon dari aparat. Karena Kinanti ingin sekali bertemu dengan Sascha untuk terakhir kalinya," jawab Dewa.
__ADS_1
"Memangnya Kinanti dihukum berapa tahun?" Tanya Tommy.
"Kinanti dihukum mati. Sudah banyak sekali kasus-kasus yang sedang menjeratnya. Rata-rata Dia adalah seorang penipu. Banyak sekali orang-orang yang ditipunya Kalau waktu itu. Aku sendiri bersama Sascha tidak bisa membantunya. Jika saja waktu yang diputar. Kemungkinan besar Kinanti tidak akan pernah mau berbuat seperti ini lagi," jawab Dewa yang merasa kasihan terhadap Kinanti.
"Mau bagaimana lagi. Ujung-ujungnya penyesalan itu datangnya terlambat. Jika penyesalan datangnya awal. Kemungkinan besar orang-orang tidak akan mau melakukannya. Ditambah lagi mereka memilih untuk berjalan di jalan yang lurus. Tapi yang namanya manusia atau makhluk hidup di muka bumi ini. Pasti sedang mengalami fase naik turun. Kita sering sekali diuji coba oleh sang pencipta. Terkadang kita nggak tahu kenapa seperti ini," jelas Tommy yang mengerti filosofi tentang kehidupan.
"Makanya itu kamu harus paham dengan filosofi kehidupan. Gerak suatu hari nanti kamu bisa menurunkan ke anak-anak dan cucu-cucu kamu. Aku yakin setelah kamu mencoba itu. Kamu bisa menceritakan efek nggak baiknya buat mereka. Agar mereka tidak mencobanya dan membenci barang-barang seperti itu," tambah Tommy.
"Kamu benar. Kita nggak seharusnya melakukan hal-hal konyol seperti itu. Itulah kenapa diriku ingin menjadi dewasa Untuk membimbing istri dan anak-anakku kelak," sambung Dewa.
__ADS_1
"Kamu pasti bisa melakukannya. Kamu bisa membuat mereka menjadi orang yang berguna," imbuh Tommy.
"Thanks ya bro Sudah ngingetin aku soal kata-kata penyesalan.akan aku ingat Apa arti kata penyesalan tersebut," balas Dewa.
"Gue juga terima kasih sama lu. Kalau nggak ada lu kemungkinan besar hidup gue nggak akan ada artinya. Lu sering ngingetin gue tentang masalah besar ini. Tapi guenya memang bandel dan tidak percaya dengan omonganmu. Apa yang harus gue lakuin sama Dita?" tanya Tommy yang meminta pendapat ke Dewa.
"Lu cinta nggak sama adik gue. Kalau lu cinta, maka pertahanin. Jangan sampai adik gue kecewa sama lu. Semua masa lalumu dia berhak tahu. Lu jadi orang harusnya terbuka jangan menutup diri. Karena jika lu sudah nikah. Lu harus cerita semuanya tentang diri lo. Itu hanya saran dari gue. Coba lu cari saran yang lebih baik lagi. Carilah orang-orang yang menikah namun usianya sudah lama sekali. Contohnya saja papa dan mamaku. Kamu tanyakan saja bagaimana caranya bisa menjalani hubungan pernikahan ini hingga langgeng. Sudah itu saja. Gue mau nyusul Sascha," pamit Dewa ke Tommy lalu meninggalkannya sendirian.
"Ah lu kebiasaan banget. Selalu saja pergi seenaknya. Tapi ada benernya juga kalau lu ngasih Lebih baik aku omongin aja kelemahanku dan kelebihanku ke Dita. Biar Dita tahu siapa diriku sebenarnya," ucap Tommy dalam hati.
__ADS_1