
"Aku bingung ma. Aku enggak tahu saat ini ada apa denganku," jawab Sascha.
Chloe tersenyum melihat Sascha yang bingung. Entah kenapa dirinya dihadapkan oleh situasi seperti ini. Sascha tidak mengerti asal usulnya dari mana. Yang penting dirinya adalah putri dari Ibu Nirmala dan Bapak Andika. Namun Sascha memiliki ikatan batin yang kuat ketika bertemu dengan dua orang tersebut. Tara yang tidak paham dengan situasi yang ada meminta penjelasan. Lalu Tara bertanya kepada Chloe, "Chloe... Ada apa ini? Kamu membuat Sascha diam mematung seperti itu?"
"Kamu tahu Tara, Sascha adalah putriku. Dia bernama Aulia Atmojo. Bukannya dulu kita pernah menjodohkan Aulia sama Dewa semenjak usia satu tahun?" tanya Chloe.
"Apa?" pekik Dewa. "Apakah itu benar? Jadi?"
"Ya... Kalian berdua sebenarnya berjodoh. Namun ketika kami kehilangan Aulia di Okinawa. Kamu dan Aulia terpisah. Aku yakin Sascha adalah Aulia. Ikatan batin antara Sascha dan aku tidak akan berubah sedikitpun," jawab Chloe.
"Sa... Apakah kamu akan seperti ini?" tanya Tara.
"Aku bingung ma. Entah kenapa aku ingin lari dari sini," jawab Sascha yang bingung.
"Jangan kamu pergi nak. Hadapi kenyataan ini dengan lapang dada," ucap Tara.
Dewa mendekatkan dirinya sambil tersenyum. Dewa langsung memeluk Sascha dengan erat. Selama ini Dewa baru tahu kalau dirinya sudah dijodohkan oleh Aulia alias Sascha. Airmatanya menetes dan memandang wajah Sascha. Jadi selama ini Dewa tidak pernah kehilangan teman masa kecilnya dahulu.
Dahulu keluarga Dewa dan Gerre adalah tetangga dalam satu komplek. Dewa sering mengunjungi Gerre hanya untuk mengajak Aulia bermain. Hubungan mereka saat itu hanya sebatas adik kakak. Namun seiring berjalannya waktu Aulia menjelma menjadi anak yang cantik Dewa mulai bersikap dewasa. Dewa berjanji suatu hari nanti akan menikahi Aulia. Bahkan Dewa meminta Chloe untuk menjodohkan Aulia. Chloe pun setuju dan berharap banyak sama Dewa. Karena Chloe tahu kalau Dewa akan menjadi pria yang bertanggung jawab.
Setelah kejadian di mana hilangnya Aulia, Dewa menjadi drop dan sakit-sakitan. Dewa sering menghukum dirinya atas kehilangan Aulia. Namun kedua orang tuanya Dewa selalu mendampinginya. Hingga Dewa menjadi sosok kuat dan tahan banting. Seiring berjalannya waktu Dewa melupakan Aulia dan memilih fokus untuk menimba ilmu.
"Aku bukan Aulia. Aku Sascha Herdiansyah," ucap Sascha yang memukul dada Dewa.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak percaya, besok aku antar untuk tes DNA," ajak Chloe.
"Aku bukan Aulia Nyonya. Jika anda berpikiran kalau saya Aulia anda salah," ucap Sascha sambil menatap Chloe.
"Ok... Jadi aku ingin kamu melakukan tes DNA. Jika kamu putri kami, aku memintamu untuk tinggal di mansionku. Jika bukan kamu akan tetap tinggal di mansion aku. Karena kamu akan menggantikan posisi putriku yang hilang!" perintah Gerre.
Dewa terkejut dengan perintah Gerre yang sangat aneh itu. Yang bikin Dewa aneh selama ini Sascha selalu memberikan perintah seperti Gerre berbicara. Lalu Dewa melepaskan Sascha sambil tersenyum, "Besok aku ajak kamu ke rumah sakit. Aku ingin kamu melakukan tes DNA. Aku yang akan mengantarkanmu. Bukan mereka atau siapapun."
Mau tidak mau Sascha menganggukkan kepalanya dan menuruti kemauan Dewa. Dewa segera menatap wajah Gerre dan Chloe. Sebelun mereka duduk Dewa mengeluarkan suaranya, "Tuan Gerre dan Nyonya Chloe... Besok saya yang akan mengantarkan Sascha ke rumah sakit. Dan berikan saya rambut atau darah anda biar bisa melaksanakan test DNA."
"Baik. Aku akan menggunting rambutku setelah makan malam," jawab Chloe.
Dewa menganggukan kepalanya dan memegang tangan Sascha. Lalu Dewa mengajak Sascha mendekati mereka untuk makan malam. Jujur saja Sascha masih dalam keadaan terkejut. Kemarin tidak sengaja dan berkenalan dengan seorang pengusaha yang dingin. Kedua pagi tadi Sascha mengobrol dan merasakan ada ikatan batin yang kuat antara dirinya dan Gerre. Dan sekarang Sascha lebih terkejut lagi melihat Chloe Atmojo seorang model yang sudah berumur dan membuat prestasi yang gemilang di dunia permodellingan internasional. Bahkan sekarang Chloe sendiri adalah pengusaha baju dan minyak wangi.
Malam ini mereka terdiam dan sangat hening ketika makan malam. Mereka tidak mengeluarkan suaranya. Tara dan Devan yang berada di sana paham akan situasinya. Tara ingin sekali membuat suasana menjadi cair tetapi dirinya memilih diam. Lalu bagaimana dengan Devan yang orangnya yang sangat hangat sekali? Devan tidak bisa ngapa-ngapain. Kalaupun bisa Devan akan menghancurkan suasana.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku tidak marah sama kamu maupun Sascha. Aku tahu Sascha masih shock akan kenyataan ini," ucap Gerre.
"Yang kamu katakan itu benar. Sascha adalah gadis yang hangat dan periang. Terkadang sifatnya yang bar-bar membuat Dewa ceria. Semenjak Sascha bertunangan dengan Billi ada yang hilang sifat bar-barnya itu," ucap Tara.
"Apa? Billi?" tanya Chloe.
"Billi Darmaji seorang aktor yang selalu membuat ulah. Gara-gara ulahnya itu Billi dipecat dari dunia keartisannya. Namun pekerjaannya sekarang adalah pengangguran. Billi sering memeras Sascha bersama keluarganya. Terutama ibunya yang matre itu. Jika Dewa tidak menghentikan keuangan dan membekukan aset Sascha. Kemungkinan besar Sascha bisa jatuh miskin," jawab Tara yang blak-blakan.
__ADS_1
"Apa itu benar?" tanya Chloe yang tidak percaya.
"Ya itu benar. Aku sudah mendapatkan semua informasi itu. Billi dan keluarganya sangat kejam sekali kepada Sascha. Bahkan Billi juga selingkuh di belakang Sascha," ucap Gerre.
"Jika Sascha tidak kenapa ya sudahlah. Aku bersyukur," ujar Devan.
"Aku disuruh membunuh Sascha oleh seseorang," kata Gerre dengan jujur.
"Apakah itu benar?" tanya Tara dengan terkejut.
Kemudian Gerre menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Risa. Gerre menceritakan dari awal hingga akhir. Gerre juga tidak menambahkan dan mengurangi kronologinya tersebut. Akhirnya kedua pasangan itu mengerti bahwa nyawa Sascha dalam bahaya.
"Apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan membunuh Sascha?" tanya Devan.
"Tidak. Aku tidak akan membunuhnya. Aku tahu Sascha memiliki hati yang baik bahkan tulus. Sangking tulusnya membuat orang yang disekitarnya sangat menyayanginya," jawab Gerre.
"Kecuali keluarganya Billi yang mengharapkan asetnya Sascha saja," kesal Devan.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Devan.
"Setelah tes DNA aku akan memintanya untuk mengganti namanya. Agar Sascha bisa aman dari Risa dan juga keluarganya Billi," jawab Gerre.
"Aku setuju soal itu. Aku ingin kamu tidak melakukan hal yang gila dengan menghabisi putri kandungmu itu," saran Tara.
__ADS_1
"Mana ada orang tua menghabisi anaknya hanya demi uang. Hanya orang yang jiwanya kurang waras saja. Mungkin dengan cara inilah kami bisa dipertemukan oleh Tuhan," ucap Chloe.
"Yang sabar saja. Nanti akan ada jalannya sendiri. Tetap semangat," ucap Tara yang memberikan semangat.