Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
RENCANA GERRE.


__ADS_3

"Jika aku menyukai Mbak kamu itu, bagaimana dengan Abang kamu itu yang sudah bucin dari awal ketemu?" tanya Tommy ke Dita.


"Wait, jadi selama ini Kak Dewa sudah bucin sama Mbak Sascha?" tanya Dita.


"Ya... Sangking bucinnya diam-diam kakak kamu itu sudah memberikan pengawal bayangan. Dan kami para anggota lainnya mengeluh soal itu,'' keluh Tommy.


Dita tertawa terkikik karena sifat Dewa. Bagaimana bisa sang kakak seorang ketua mafia jatuh cinta dan bucin? Ia baru tahu juga kalau Dewa tergila-gila dengan Sascha.


"Apakah Mbak Sascha tahu kalau Kak Dewa adalah seorang ketua mafia?" tanya Dita yang tidak ingin Sascha kecewa.


"Tenang saja. Sascha sudah tahu kok. Malahan Kakak kamu itu menarik Sascha menjadi ratu mafia Black Tiger,'' jawab Tommy.


"Syukurlah kalau begitu. Aku berharap Mbak Sascha tidak kecewa dengan Kak Dewa,'' ungkap Dita yang sangat senang Sascha menjadi pasangan hidup Dewa. "Oh... iya... apa benar mereka akan menikah?"


"Ya. Kamu harus sembuh dari penyakitmu. Aku tidak mau kamu sakit seperti ini,'' jawab Tommy yang sekaligus menghibur Dita.


"Kak,'' panggil Dita.


"Iya, ada apa?" tanya Tommy.


"Apakah kakak memiliki seorang kekasih?" tanya Dita.


"Memangnya kalau aku punya kekasih kenapa?" tanya Tommy yang datar.


Dita langsung membuang wajahnya dan diam. Entah kenapa Dita merasakan hatinya sakit ketika tahu jawaban Tommy. Namun tanpa disadarinya jawaban itu bukanlah jawaban yang sebenarnya. Tommy sengaja memasang wajahnya datar karena ingin melihat ekspresi Dita. Akan tetapi Tommy tidak menyangka kalau Dita seperti merasakan hatinya perih.


"Jangan seperti itu. Aku enggak punya permen sekarang,'' ucap Tommy yang memegang rambut coklat Dita.


"Aku tidak marah. Tapi kalau kakak punya kekasih lebih baik pergi dari sini. Aku takut dilabrak sama kekasih kakak,'' sahut Dita.


"Jika kamu menyukai seseorang kenapa kamu tidak mempertahankannya?" tanya Tommy.


"Kakak ini ngaco juga ya. Coba kalau aku punya kekasih yang sudah beristri, apakah aku akan mempertahankannya?" tanya Dita yang membuat Tommy berpikir ulang.


"Kamu benar juga. Kenapa aku tidak berpikiran seperti itu? Kalau begitu lepaskan saja lalu cari yang lain. Masih banyak kok pria yang berada di dunia masih singel begitu juga dengan aku,'' jawab Tommy.

__ADS_1


"Hmmp... bener juga sih. Tapi aku akan mencari seseorang yang akan aku jadikan sebagai suamiku kelak,'' sambung Dita.


"Sebentar... apakah kamu pernah berpacaran?" tanya Tommy.


"Huft... Gimana aku pacaran kalau Kak Dewa sangat protektif sekali seperti itu. Kakak tahu sendiri kan kalau aku ketemu cowok langsung dikeramasin sama Kak Dewa dua jam,'' cebik Dita yang membuat Tommy tertawa.


"Ya... kamu benar,'' kata Tommy yang menghentikan tawanya. "Kamu tahu kenapa Dewa sangat protektif sama kamu?"


"Karena Kak Dewa sangat sayang sama aku. Kak Dewa tidak ingin aku jatuh ke dalam pergaulan bebas,'' jelas Dita.


"Nah... makanya itu... kamu jangan salah sangka dulu sama kakakmu itu. Sejujurnya kamu itu dilindungi dan tahulah pria yang berada di sana itu kaya apa? Mereka mendekati kamu karena pasti ada maunya,'' jawab jelas Tommy.


"Aku paham kak. Aku tahu itu. Jujur aku sangat beruntung memiliki kakak yang baik dan melindungiku. Aku juga memiliki kakak perempuan yang sangat baik sekali. Dalam setiap langkahku Mbak Sascha selalu mengingatkan aku. Aku sangat menyayangi mereka,'' ujar Dita yang tersenyum. "Apakah kakak kesini?"


"Kakak kamu sibuk dengan pekerjaannya. Perusahaan papamu sedang gonjang-ganjing,'' jawab Tommy. "Tapi syukurlah mereka sudah membereskan semuanya."


"Ya enggak apa-apa. Aku juga ingin ke Hamburg agar bisa menghadiri mereka menikah,'' balas Dita.


"Tapi mama kamu akan kesini. Mama kamu sudah terbang menuju ke Indonesia,'' ucap Tommy.


"Lebih baik kamu tidur lagi. Biar aku yang menjagamu!" perintah Tommy.


"Baiklah kak. Terima kasih telah menemaniku ngobrol,'' balas Dita.


Di tempat lain Jaya yang sedang merenung dikejutkan oleh kedatangan Risa bersama bayi perempuannya. Risa bingung mau ditaruh dimana sang bayi. Jika dirinya pulang, keluarga Risa akan mencoretnya dari kartu keluarga. Dengan terpaksa Risa membawanya ke sini.


"Jaya,'' panggil Risa yang menaruh bayi itu ke atas sofa.


"Ngapain lu bawa kesini?" tanya Jaya.


"Aku bingung mau membawa anak ini kemana,'' jawab Risa.


"Itu urusan kamu. Aku tidak pernah menanam benih ke dalam perut kamu itu. Jadi aku tidak bertanggung jawab atas bayi yang kamu lahirkan,'' ketus Jaya.


"Aku tahu itu Jaya. Maafkan aku Jaya. Aku pikir kamu bisa diperdaya. Malahan aku yang terjebak atas kebodohanki,'' ujar Risa.

__ADS_1


"Aku memang badboy. Aku sering tidur sama perempuan lain. Tapi aku memakai otak agar tidak menebarkan benih kemanapun. Apakah kamu paham itu?" tanya Jaya yang malas berdebat. "Kenapa kamu tidak memberikan anak itu ke Billi?"


"Kamu tahu, keluarga Billi membuat ulah di tempat umum. Ditambah lagi mereka sering menghina Sascha. Akhirnya mereka dijebloskan ke dalam penjara,'' jawab Risa yang mengetahui kasus Billi.


"Bagus itu. Aku sangat menyukainya. Mereka adalah keluarga yang tidak berguna,'' ejek Jaya.


"Lalu?'' tanya Risa.


"Apakah kamu ingin mengeluarkan mereka?" tanya Jaya.


"Terpaksa,'' jawab Risa yang menatap wajah sang putri.


"Kalau begitu lepaskan mereka. Buat surat perjanjian ke mereka. Mereka harus tunduk di bawah tanganku! Jika mereka membuat ulah lagi aku tidak akan melepaskannya. Biar sekalian membusuk di penjara!" titah Jaya.


Risa menyetujui permintaan Jaya. Mau tidak mau Risa mengurus mereka keluar. Jaya tidak ambil pusing dengan apa yang dilakukan oleh Risa. Yang penting Jaya jauh dari bayi itu.


New York City USA.


Pagi yang cerah di mansion milik Gerre. Sascha duduk di taman dan bingung apa yang akan dikerjakan. Sambil menunggu kedatangan Dewa, Sascha memutuskan untuk joging kecil di area taman.


Sambil jogging, Sascha menyapa para pengawal dan pelayan yang sibuk dengan urusan pagi ini. Merasa disapa sama nona mudanya mereka menjadi semangat dan memiliki energi besar.


Chloe yang tidak sengaja melihat Sascha ramah tersenyum manis kepada mereka. Chloe bersyukur karena memiliki seorang putri yang sangat ramah. Bahkan Chloe sendiri sangat malu karena jarang menyapa mereka.


Beberapa saat kemudian Gerre datang dengan membawa tab. Gerre akan mengajarkan dan memberikan petuah di dunia bisnis. Dan mulai saat ini Gerre akan meresmikan nama Aulia Atmaja di diri Sascha. Menurut Gerre, Sascha sangat berani dan menantang.


"Sayang,'' panggil Gerre.


"Ada apa?" tanya Chloe.


"Kita harus bicara di ruangan kerja bersama Sascha!" ajak Gerre.


"Ada hal yang penting?'' tanya Chloe.


"Ini mengenai identitasnya. Aku ingin Sascha memakai nama yang kita berikan dahulu,'' jawab Gerre.

__ADS_1


"Apakah kita tidak menunggu kedatangan Dewa terlebih dahulu?'' tanya Chloe.


__ADS_2