
“Nah itu dia.Inilah yang jadi pertanyaanku saat ini.Apakah di belakang Cathy ada seseorang lagi?Kalau ada seseorang itu siapa?”tanya Gerre.
“Apakah mamanya Cathy masih ada?”tanya Devan balik.
“Menurut informasi yang saya kumpulkan dari beberapa pengawalku.Ibunya Cathy sudah meninggal,” jawab Gerre.
“Kemungkinan besar ibunya Cathy meninggal setelah mengeluarkannya.Ini hanya tebakanku saja.Jika aku salah aku minta maaf.Soalnya selama ini orang itu masih berambisi untuk mendapatkan aset milik Chloe,” celetuk Devan.
“Kalau kita membahas soal ini bakalan panjang urusannya.Dengan terpaksa kita harus menunggu Dewa dan Sascha pulang ke sini terlebih dahulu.Setelah mereka pulang kita bisa membahasnya,” jelas Gerre.
“Kamu benar.Itulah kenapa aku merasa curiga kepada Cathy.Ternyata diam-diam orang itu sangat licik sekali.Sepertinya kita harus menyembunyikannya lebih dalam apakah kamu masih ingat di mana orang itu di penjara?”tanya Devan.
“Ya, kamu benar.Nanti aku suruh mata-mataku untuk menyelubungi kasus keluarnya Cathy,” jawab Gerre yang sangat berterima kasih kepada Devan karena telah mengingatkan dimana Cathy dipenjara.“Terima kasih kamu telah mengingatkanku.”
“Apakah ada kamar untukku?Aku ingin beristirahat di sini.Saya tidak memiliki istri untuk beberapa hari kedepan,” ucap Devan dengan jujur.
“Kamu mulai main-main sama Tara.awas aja nanti... Kalau Tara sudah ngamuk bakalan kamu jadi rempeyek.Aku tidak akan bertanggung jawab atas hidupku itu,” ujar Gerre yang mengelompokkan Devan akan menyanyikan istri kalau sedang marah.
“Aish....kamu itu malah membantu malah membuat aku menjadi pusing tujuh keliling.Ya sudah kalau begitu.Aku akan pergi ke lantai atas untuk tidur sebentar di sana,” kesal Devan yang membuat sahabatnya itu tertawa.
“Kamu jangan kesel seperti itu.Kalau kamu ingin punya teman tidur ajak si Indah tidur,” tunjuk Gerre ke arah singa kesayangannya itu.
__ADS_1
Devan langsung menelan ludahnya dengan susah payah.Ia beranjak berdiri dan meninggalkan Gerre di ruangannya itu.Sebelum melangkah jauh, Devan berteriak dan berpikir terima kasih.Lalu apa tanggapannya Gerre?Gerre hanya tertawa terbahak-bahak melihat aksi konyol Devan.Jujur saja sedari dulu Devan memang konyol.Mereka memiliki tali persahabatan yang sangat kuat sekali.Bahkan mereka dijuluki oleh semua orang Playboy cap badak.Kenapa mereka dijuluki Playboy?Karena mereka suka bergonta-ganti pasangan.Namun Devan sendiri orangnya bersih.Ia lebih memilih untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak patut dilakukan.
Jakarta, Indonesia.
Pagi yang cerah di kawasan kota Jakarta.Sascha mulai terbangun dari tidurnya.Semenjak semalam Dewa Sudah membooking sang istri untuk berolahraga malam.Untung saja Sascha memberikan Almond kepada Dita.Setelah itu Sascha mendapatkan laporan dari Almond.Wanita berparas cantik itu membaca pesan tersebut dan mengaku lega.
Selama dijaga oleh mereka, Dita sangat aman sekali.Bahkan yang namanya Lita tidak berani mendekat ke area tersebut.Sebelum mendekat, Lita langsung diamankan oleh Almond.Sekarang Lita berada di ruangan bawah tanah bersama sang ayah.
“Kakak,” panggil Sascha dengan manja hingga membuat Dewa menenangkannya kembali.
“Ada apa?”tanya Dewa yang masih menutup matanya.
“Apakah kakak nggak capek?”tanya Sascha sambil menatap wajah Dewa.
“Semalam pas waktu kita mau pulang.Aku menyuruh Almond untuk mengawal Dita hingga selesai.Tepat dini hari tadi Lita datang dan mencari keberadaan Dita.Setelah menemukan Dita, Lita meminta sejumlah uang kurang lebih sekitar lima belas milyar rupiah.Dita tidak memiliki uang sebanyak itu.Namun Lita tetap saja menyerangnya.Dengan terpaksa Dita berteriak hingga Almond datang.Setelah itu Almond menyelesaikannya dan bertanya.Akhirnya Dita saat itu langsung bercerita sambil ketakutan.Untung saja Almond gerak cepat agar tidak menimbulkan ledakan di sana,” jawab Sascha yang membuat sang suami terkejut.
“Syukurlah kalau begitu.Aku tidak bisa membayangkan adik jika aku menderita seperti itu,” ucap Dewa yang membatasi nafasnya dengan kasar.
“Lalu kita harus ngapain dua orang itu?”tanya Sascha sambil membelai pipi Dewa.
“Lebih baik kita terbangkan saja ke kota New York sana.Kita tidak mungkin mengeksekusi orang itu di sini.Kamu masih ingat pesan dari Papa Gerre?Lebih baik bunuh di markas Black Swan yang berada di Amerika sana,” jelas Dewa yang mengubah Sascha untuk tidak gegabah melakukannya.
__ADS_1
“Ayolah kalau begitu.Aku ingin kembali ke kota New York,” ajak Sascha untuk kembali ke sana.
“Bagaimana dengan nasib Dita?”tanya Dewa sambil tersenyum manis.
“Iya nih.Aku lupa akan hal itu.Aku harus membayar fee-nya terlebih dahulu agar kita bisa lepas.Cepat atau lambat kita akan pergi kuliah ke Harvard,” jawab Sascha.“Untung saja kamu mengingatkanku akan hal ini.Jika tidak aku sudah terbang ke sana dan melupakan kewajibanku pada Dita.”
Dewa sangat bersyukur sekali mendapatkan istri yang baik.Memang dulu Dewa sangat menginginkan istri seperti ini.Dewa hanya meminta dengan sederhana saja dan tidak terlalu muluk untuk mendapatkan seorang istri.permintaannya hanya sederhana saja.Jika wanita itu sangat menyayangi.Ia meminta kepada Tuhan agar mencintai keluarganya juga.Karena Dewa sangat menginginkan memiliki seorang istri yang bertitel gadis keluarga.
“Aku akan memberikanmu kartu platinum untuk membayar denda Dita.Saya harap hari ini sudah selesai semua.Saya sudah tidak mau lama-lama lagi kita menjalani syuting setiap hari.Cepat atau lambat Grup Katana sangat membutuhkannya.Teman-temanku akan meninggalkanku satu-satu.Mereka akan memimpin perusahaan masing-masing,” jelas Dewa yang membuat sang istri terkejut.
“Apakah itu benar?Apakah mereka adalah para petinggi D'Stars Inc?”tanya Sascha.
“Kamu belum tahu cerita sesungguhnya tentang perusahaan itu.Nih aku ceritakan.Sebelum pergi ke Harvard, saya meminta mereka untuk membangun perusahaan ini.Diam-diam orang tua mereka menginginkan anak-anaknya bisa mandiri di perusahaan lain.Saya bertemu dengan orang tua mereka.Mereka bercerita kalau anak-anak itu adalah anak yang manja sekali.Sebab anak-anaknya itu adalah anak tunggal semuanya.Jadi jika mereka memberikan perusahaannya namun belum ada jam terbang tinggi.Anak-anak itu akan membuat kekacauan di mana-mana,” jawab Dewa.
“Kok aku bingung ya dengan pernyataanmu itu?Para petinggi perusahaan kamu itu adalah ahli waris.Iya kan?”tanya Sascha.
“Memang benar,” jawab Dewa dengan jujur.
“Kendalanya sebelum menjadi orang sukses, mereka adalah anak-anak yang sangat manja sekali.Bahkan mereka suka menghambur-hamburkan uang milik kedua orang tuanya,” ucap Sascha.
“Benar sekali,” sahut Dewa yang tangannya mulai jahil dan memegang tangan Sascha.
__ADS_1
“Akhirnya aku paham juga.Ternyata mereka terkumpul dalam satu wadah untuk belajar membangun perusahaan milik kakak.Lalu perusahaan itu menjadi sangat besar sekali,” Sascha menebak Apa yang dilakukan oleh petinggi D'Stars Inc.