Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BERTEMU DENGAN KELUARGA. BESAR.


__ADS_3

"Apakah kakak melupakan sesuatu?" tanya Sascha.


"Katakan padaku bagaimana caranya kamu bisa ingat pertemuanku denganmu?" tanya Dewa balik.


"Ah... Sepertinya kakak lupa akan hal itu. Bisa-bisanya kakak melupakan hal yang bersejarah," celetuk Sascha.


"Aku enggak lupa. Tapi aku meminta penjelasan tentang itu semua," ucap Dewa yang masih memancing Sascha.


"Kalau begitu kakak benar-benar lupa akan hal itu," celetuk Sascha.


"Sedikit," ucap Dewa.


Flashback On.


"Masuklah ke dalam," suruh Chloe yang membuka pintu mobil. "Mama masih ingin membeli kue buat nenek."


"Apakah nenek ada di dalam?" tanya Aulia yang masih lima tahun.


"Ada," jawab Chloe.


"Kalau begitu aku akan masuk ke dalam," jawab Aulia.


"Kalau masuk ke dalam jangan berlari ya nanti jatuh," pesan Chloe.


"Baik ma," balas Aulia yang keluar dari mobil.


Aulia segera masuk ke dalam mansion itu. Sedangkan Chloe bergegas meninggalkan mansion kedua orangtuanya untuk pergi membeli pesanan kue milik Linda. Saat masuk ke dalam, Aulia melihat ada anak kecil laki-laki yang sedang duduk bermain rubik. Aulia segera mendekati anak itu sambil bertanya, "Kamu siapa? Kenapa kamu berada di sini?"


"Aku Arie Dewantara. Panggil aku Dewa saja. Jangan panggil aku Arie," jawab Dewa yang masih fokus pada rubiknya.


"Kalau begitu dimana orangtuamu?" tanya Aulia yang naik ke sofa.


"Ada di taman bersama kakek Joe," jawab Dewa.


"Apakah kamu enggak tanya nama aku siapa?" tanya Aulia yang memutar bola matanya dengan malas.


"Ah... Enggak perlu. Aku sudah mengetahuinya. Kamu adalah Aulia anak dari paman Gerre dan bibi Chloe," jawab Dewa yang tanpa menoleh melihat keberadaan Aulia.


"Apakah kamu enggak mau melihat wajahku yang manis ini?" tanya Sascha dengan kesal.


"Enggak perlu. Aku sudah melihat wajahmu itu," jawab Dewa yang berusaha membuat Aulia kesal.

__ADS_1


Plak!


Tangan mungil Aulia mendarat tepat di lengan Dewa. Dewa hanya terkekeh mendapatkan pukulan dari Aulia. Memang rencananya ingin membuat Aulia menganis. Namun Aulia tidak bisa menangis sama sekali.


Aulia sangat kesal kepada Dewa. Bisa-bisanya Dewa mengacuhkan dirinya karena tidak melihat wajahnya.


"Dasar Dewa nyebelin!" teriak Aulia dengan kesal.


Tak lama Tara dan Linda masuk ke dalam. Mereka melihat Aulia yang kesal sambil menahan tawa. Tara tahu siapa pelaku utamanya yang membuat Aulia kesal?


"Ma... Lihatlah Aulia sangat kesal sekali sama Dewa," celetuk Tara.


Linda yang sedari tadi melihat Aulia kesal hanya bisa menahan tawa. Jujur saja Linda sangat menyukai Aulia sedang ngambek. Karena menurut Linda, wajah Aulia itu sangat menggemaskan.


"Semakin menggemaskan sekali wajahnya itu," ucap Linda. "Aulia."


Aulia sungguh kaget melihat Linda berada di depannya. Aulia lupa kalau dirinya belum mengucapkan salam kepada Linda. Lalu Aulia turun dari sofa dan berlari meninggalkan Dewa. Aulia memeluk kaki Linda dan menyapanya, "Nenek."


Linda berjongkok untuk menyamai tinggi Aulia. Lalu sang nenek memandang wajah Aulia sambil bertanya, "Dimana mamamu?"


"Mama sedang membeli kue," jawab Aulia.


"Aish... Mamamu itu lupa titipan nenek," ucap Linda.


Flashback Off.


Dewa tertawa lucu ketika mendengar Sascha bercerita. Sebenarnya Dewa tidak lupa dengan pertemuannnya waktu pertama kali. Namun Dewa hanya memancing Sascha agar menceritakannya kembali. Sascha sangat malu ketika mengingat pertemuan tersebut.


"Kakak nyebelin," kesal Sascha yang melepaskan seatbeltnya lalu keluar dari mobil.


Dewa semakin kencang saja tertawanya. Hari ini Dewa berhasil membuat Sascha kesal. Lalu Dewa keluar dan mengajak Sascha masuk.


Beberapa saat kemudian Gerre datang menyambut kedatangan mereka. Gerre segera memeluk Sascha sambil berbisik, "Kakek dan nenek sangat merindukan kamu."


"Aku juga pa. Aku ingin segera menemuinya," ucap Sascha.


"Temuilah mereka di taman. Di sana juga ada nenek buyut dan kakek buyutmu juga," bisik Gerre lagi dengan semangat.


Sascha segera melepaskan Gerre sambil menyunggingkan senyuman indahnya itu. Sebelum melangkah Gerre meminta Dewa ikut. Kemudian mereka akhirnya menuju taman. Sementara itu Gerre sedang membaca email dari mata-matanya. Diam-diam Risa menikah dengan Billi. Gerre mengerutkan keningnya sambil berkata dalam hati, "Cepat atau lambat skuaq Risa akan menyerang. Apalagi ditambah dengan Jaya."


Chloe melihat Gerre yang sepertinya kebingungan. Lalu Chloe mendekati Gerre sambil memengang tangan sang suami agar tetap tenang, "Ada apa?"

__ADS_1


"Risa sudah membuat kelompok. Cepat atau lambat Risa akan menyerang Sascha," jawab Gerre.


"Apakah kamu enggak nyari masalah utama apa? Kenapa Risa ingin menyerang Sascha?" tanya Chloe.


"Aku belum ada jawaban sama sekali," jawab Gerre. "Kenapa Risa sangat membenci Sascha?"


"Apakah semuanya ini ada hubungannya dengan penculikan Sascha di Okinawa?" tanya Chloe.


"Aku akan meminta Dewa membantu memecahkan masalah ini. Aku enggak ingin dendam berkelanjutan hingga ke generasi selanjutnya," jawab Gerre.


Chloe mengganggukan kepalanya tanda setuju. Gerre harus meminta bantuan kepada Dewa untuk memecahkan masalah ini semuanya. Hingga akhirnya kedua pasangan itu menuju ke taman.


Saat menuju ke taman, Sascha berhenti dan menatap wajah Dewa. Sascha menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku tidak sanggup bertemu dengan Kakek dan nenek."


Dewa paham akan masalah Sascha itu. Dewa memegang tangan Sascha sambil membisikkan sesuatu, "Mereka sangat merindukan kamu. Aku sudah berjanji kepada mereka untuk membawamu pulang ke sini."


"Baiklah," ucap Sascha.


Dengan rasa rindu membuncah Sascha mulai melangkahkan kakinya menuju ke taman. Walaupun kakinya melemas namun Sascha ingin melihat sang kakek dan nenek. Airmatanya mulai jatuh dari pelupuk matanya. Sascha tahu kalau sang nenek sangat khawatir dengan keadaannya.


Dewa segera menuntun Sascha agar tidak lemas. Dewa mengajaknya menuju ke taman sambil berkata, "Kakek... Nenek. Janjiku sudah aku tepati. Aku sudah membawa Aulia pulang."


Mendengar nama Aulia, Linda, Joe, David dan Doro terkejut. Mereka serempak menoleh dan melihat Sascha semakin mendekat.


"Aulia," lirih Linda dengan mata berbinar.


"Apakah itu cicitku?" tanya Doro.


Dewa melepaskan Sascha sambil melihatnya mendekati mereka. Sascha mulai mendekati Linda dan memeluknya.


"Nenek," panggil Sascha.


"Aulia," panggil Linda.


Mereka melepaskan rindu. Hampir empat belas tahun mereka tidak bertemu. Sang nenek sering selali mendoakan Sascha agar dilindungi dari orang-orang jahat. Hari ini adalah pertemuan pertamanya dengan sang cucu. Setelah melepaskan Linda, Sascha memeluk Joe sambil menanyakan kabar. Sascha sangat bersyukur sekali karena keadaan sang kakek dan nenek baik-baik saja.


Setelah bertemu dengan nenek dan kakeknya, Sascha melihat kedua buyutnya yang berada di kursi roda. Sascha memendekkan tubuhnya sambil memeluk sang Nenek buyut dan kakek buyutnya. Ada senyum tercetak jelas di antara keduanya. Mereka sangat bahagia sambil mengucapkan syukur.


"Sehat selalu ya nenek buyut dan kakek buyutku," ucap Sascha sambil mendoakan mereka.


"Kamu harus sehat ya sayang," balas David kakek buyutnya.

__ADS_1


"Aku selalu sehat kek," ujar Sascha.


__ADS_2