Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MEMINTA BANTUAN KE MAFIA LAIN.


__ADS_3

"Jangan meremehkan papa. Karena papa bisa mengerti apa kata hati orang lain tanpa harus bilang sama orang tersebut," jawab Gerre.


Sascha hanya diam saja dan melanjutkan makannya. Ia memilih untuk memikirkan rencana selanjutnya. Mungkinkah dirinya akan melibatkan suaminya ataupun papa tercintanya itu. Soalnya kasus ini sudah membuat Sascha semakin jengkel saja. Sascha yakin kalau si nenek sihir itu memiliki kelemahan yang harus dikuasai olehnya. Jika tidak, ia yang akan kalah dari musuh utamanya itu.


Selesai makan mereka berpisah dan melanjutkan kegiatannya masing-masing. Tinggal Sascha yang duduk di kamarnya Dewa. Ia mengambil laptopnya dan mengingat kelompok mafia yang bernama D-Trex. Ia mulai berpikir untuk menghubunginya dan meminta tolong mengirimkan beberapa orang untuk menjadi mata-mata. Hal ini dilakukannya secara diam-diam. Dirinya tidak mungkin melakukan hal ini Jika mengobrol sama Dewa maupun papanya. Kemungkinan besar kedua pria itu sengaja membatasi ruang geraknya. Sebab Apa yang dilakukan oleh Sascha sangat berbahaya sekali.


Markas D-Trex.


Seorang pria paruh baya sedang duduk di hadapan layar laptopnya. Tiba-tiba saja pria itu mendapatkan sebuah pesan dari seseorang wanita. Dengan terpaksa pria itu membukanya dan membaca pesan tersebut.


Isi pesan tersebut adalah

__ADS_1


"Maafkan Aku. Aku telah mengusik kehidupan kalian. Aku juga tidak mau mengusik kalian. Tapi Aku memiliki masalah yang sangat besar sekali. Aku ingin memesan beberapa orang untuk ku jadikan mata-mata. Aku ingin mata-mata tersebut mengintai orang itu mulai dari pagi hingga pagi lagi. Aku menyewanya selama dua minggu saja. Berapapun aku bayar semuanya. Aku uangku tidak akan mengecewakan kamu."


Pria yang mendapatkan pesan itu langsung melihat siapa sang pengirimnya. Ternyata pria itu tersenyum manis karena mengenal siapa sang wanita itu. Dengan cepat pria itu membalas dan berkata, kamu tidak perlu membayar apapun ke aku. Karena kamu adalah menantu dari adik angkatku. Kabarkan saja Kapan kamu akan memakainya. Aku jamin Kamu tidak akan kecewa akan hal ini.


Jujur sebenarnya sang pria paruh baya itu ternyata sudah mengenal siapa itu Sascha. Bahkan kisah hidupnya juga sudah mengetahuinya. Ia sangat marah sekali ketika kejadian Sascha sedang diculik. Namun untuk sekarang ini semuanya baik-baik saja. Ia ingin sekali bertemu dengan Sascha. Akan tetapi ia belum bisa keluar dari tempat persembunyiannya. Bukan tidak bisa keluar dari tempat persembunyiannya. Ia sedang memproduksi obat-obatan terlarang dalam jumlah besar.


Sascha yang notabennya masih diam-diaman di dalam kamar mendapatkan sebuah berita. Ia sangat bahagia ketika pria itu memberikannya dengan cuma-cuma. Ia memang sengaja untuk mengambil mata-mata dari tempat lain. Jika ia mengambil salah satu mata-mata dari Black Tiger, maka masalahnya semakin runyam. Intinya Sascha ingin semuanya selesai dengan damai.


"Semoga masalah ini cepat selesai agar tidak menjadi benalu dalam hidupnya ketika memiliki anak dan hidup bahagia bersama Kak Dewa," ucap Sascha dalam hati.


"Jangan mendekat kepadaku. Kakak bau banget darah. Memangnya Kakak sedang mengeksekusi hewan?" tanya Sascha yang memindahkan Dewa agar tidak mendekat.

__ADS_1


Dewa pun menuruti keinginan Sascha. Ia memasuki toilet dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sementara itu Sascha mengepak laptopnya agar mudah dibawa nanti sore.


Selesai pengepakan terhadap laptopnya, Sascha menyiapkan baju santai buat Dewa. Ia lalu menaruhnya di atas ranjang. Tak butuh waktu berapa lama Dewa keluar dengan memakai handuk yang melingkar di pinggangnya itu. Kemudian Dewa menatap Sascha sambil berkata, "Aku sudah mandi."


"Memangnya ada apa sih kok kamu bau banget anyir begitu?" tanya Sascha.


"Aku tadi diberitahukan sama Tommy. Ada seorang mata-mata yang masuk ke dalam markas ini. Dia berasal dari sebuah agensi mata-mata yang berasal dari Kanada. Aku sengaja membunuhnya Karena orang itu tidak jujur sama sekali. Kalau agensi Kanada itu ngajak perang. Akan aku bongkar kejahatannya yang sudah dilakukan oleh mereka. Mereka adalah seorang mafia yang berkedok sebagai human trafficking. Kasus ini sudah berjalan sejak lama. Kurang lebih aku masih remaja. Dita pernah menjadi korbannya dulu. Gara-gara itu aku masih bersalah dengan Dita. Karena aku tidak bisa menjaga adikku sendiri," jelas Dewa.


"Mengerikan sekali. Kok bisa seperti itu ya? Selama ini Apakah semua orang tahu tentang agen rahasia itu? Kenapa bisa mereka tidak mengatakannya ke orang lain?" tanya Sascha.


"Bagaimana mengatakannya? Mereka sangat pandai menyembunyikan masalah buruk ini," jawab Dewa. "Kalau mengatakannya ke publik. Ya habislah mereka."

__ADS_1


Sascha hanya manggut-manggut tanda setuju. Memang inilah cara penjahat bekerja. Bahkan Sascha sendiri bergidik ngeri.


"Apa yang harus kita lakukan kak?" tanya Sascha.


__ADS_2