Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
AMARAH JAYA.


__ADS_3

Malam bertabur bintang. Angin berhembus dengan semilir. Bulan mulai menampakkan dirinya. Sedangkan Risa sangat kesal terhadap Sascha. Jujur selama ini dirinya selalu menindas Sascha. Akan tetapi keadaan mulai terbalik. Sascha yang lemah tiba-tiba saja menjadi kuat. Dirinya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi.


Setelah sampai markas Dark Impulsif, Risa memarkirkan mobilnya secara acak-acakan. Lalu salah satu pengawal langsung menegurnya.


“Nona,” seru pengawal itu.


Merasa ada yang memanggil Risa akhirnya menoleh. Ia melihat pengawal itu sambil menatap tajam seperti pedang yang menghunus jantungnya. Namun pengawal itu tidak takut sama sekali. Karena mulai malam kemarin seluruh pengawal tidak boleh tunduk kepada Risa lagi.


“Ada apa?” tanya Risa dengan nada sombongnya.


“Nona, tolong parkir mobil dengan baik dan benar!” perintah pengawal itu.


“Maksud lo apa?” tanya Risa dengan nada geram.


“Tuan Jaya meminta anda parkir dengan benar. Jika tidak Tuan Jaya akan memanggil mobil derek!” titah pengawal itu.


“lu siapa emangnya? Lu cuman disuruh doang kan? Gua mau gini mau gitu terserah gue. Dan lu sekali lagi nyuruh-nyuruh gue bakalan hidup lo hancur seketika!” bentak Risa.


Prok... Prok... Prok...


Jaya datang sambil bertepuk tangan atas kesombongan Risa. Jujur saja dirinya tidak menyukai Risa karena sifat sombongnya itu yang sudah mendarah daging. Gara-gara Risa beberapa klien penting di perusahaannya melarikan diri seketika. Yang lebih parahnya lagi mereka membatalkan kontrak secara sepihak. Hal itu bisa membuat Jaya mengalami kerugian sebesar dua triliun rupiah.

__ADS_1


“Pengawal!” panggil Jaya dengan nada kerasnya.


“iya Tuan,” sahut pengawal itu sambil membungkukkan badannya. “Ada apa Tuan?”


“Tolong ambilkan aku kapak!” perintah Jaya.


Pengawal itu segera meninggalkan Jaya untuk mengambil kapak. Kemudian pengawal itu kembali lagi dan menyerahkan alat itu ke Jaya. Dengan senyum iblisnya Jaya memerintahkan semua orang mengambil alat-alat yang bisa menghancurkan benda keras. Mereka pun menuruti apa keinginan Jaya.


Dengan wajah penuh amarah Jaya mengayunkan kapak itu ke arah mobil mewah Risa. Ia melemparkan kapak itu ke body mobil Risa. Lalu Jaya melakukan berulang kali hingga mobil bisa penyok.


Risa yang melihat mobilnya penyok langsung menghentikan Jaya. Namun Jaya tidak mau berhenti juga. Dirinya sangat kesal dan meluapkan amarahnya ke mobil Risa.


“Jaya hentikan! Hentikan!” teriak Risa sambil menangis.


“Itu mobilku satu-satunya!” seru Rusa sambil memegang lengan Jaya.


“Mobil lo satu-satunya ya! Lu kira gue bisa dibohongi gitu! Beberapa mobil yang terparkir di garasi rumah lu itu adalah milik gue. Gue bisa menyuruh pengawal mengambil semuanya. Dan menyuruh mereka melelang mobil itu!” bentak Jaya.


“Apa salah gue Jaya!” teriak Risa lagi.


“Lu sudah membuat ulah di perusahaan gue! Gara-gara elu Gue kehilangan duit dua triliun!” bentak Jaya.

__ADS_1


“Ulah yang mana?” tanya Risa yang tidak terima disalahkan.


“Maksud lu apa? Lu amnesia apa otak lo ya nggak connect!” bentak Jaya lagi.


“gue nggak ngerti apa yang lu maksud?” tanya Risa.


“PENGAWAL HANCURKAN SEMUA MOBIL ITU HINGGA TIDAK TERSISA! AKU NGGAK MAU MOBIL ITU MASIH UTUH! DAN KALIAN SEMUA JANGAN PERNAH TUNDUK SAMA YANG NAMANYA WANITA IBLIS INI! JIKA KALIAN TUNDUK MAKA KALIAN AKAN TAHU AKIBATNYA!” perintah Jaya dengan suara lantang.


Risa yang tidak terima dengan perlakuan Jaya langsung berlutut. Ia memegang kaki Jaya sambil meminta maaf. Akan tetapi Jaya yang sudah tersakiti tidak akan pernah lagi memaafkan Risa. Setiap Jaya memaafkan, Risa selalu mengulangi kesalahannya berulang kali. Hingga akhirnya pagi tadi Jaya mendapatkan telepon dari beberapa klien memutuskan hubungan pekerjaan secara sepihak. Apalagi Lion yang akan menanamkan modalnya harus menelan pil pahit. Mau tidak mau Jaya menyelidiki kasus ini sampai sore tadi.


“Maafin gue Jaya,” ucap Risa yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


“Maaf lu nggak ada gunanya,” ujar Jaya dingin. “Lu sudah mencoba merayu seluruh klien gue dengan tidur bersama. Beberapa dari klien gue menyatakan mengundurkan diri. Mereka tidak mau karena ada lo. Gue sudah bilang, kalau lo kerja di perusahaan gue artinya Lu harus jaga sikap. Lo pikir dengan dirimu yang suka melanglang buana dari pria satu ke pria lainnya, lalu lu mencoba-coba merayu mereka dengan menawarkan dirinya. Lu harusnya mikir.. mereka bukan pria hidung belang seperti lo bayangin. Mereka adalah temen gue yang terhormat. Mereka memiliki harga diri dan keluarga. Mereka juga menjaga image agar masyarakat tidak minta seenaknya. Dan elu mau menghancurkan mereka! Nggak bisa. Permainan loh sudah kebaca sama yang lainnya. Paham dulu sekarang!”


Entah kenapa Jaya hari ini benar-benar sial. Sudah jatuh ketimpa tangga pula itulah istilah buat Jaya. Bisa-bisanya mengangkat Risa sebagai sekretaris namun pekerjaannya hanya bersolek ria. Selama hampir lima tahun Risa tidak menghasilkan apa-apa. Hal itu membuat Jaya semakin murka. Untung saja beberapa hari terakhir Stay selaku sang asisten telah memantau gerak-geriknya.


Stay sering sekali meminta pendapat kepada Bima. Mereka adalah saudara sepupu yang akrab sekali. Jujur saja mereka sering bertukar pikiran tentang masalah pekerjaan. Lalu, Apakah Dewa tahu soal keberadaan Stay? Dewa selalu tahu tentang Stay. Bahkan Dewa juga ikut menimbrung dan berbagai pengalaman soal pekerjaan


Dewa tidak marah sama sekali kepada Jaya maupun Stay. Meskipun Stay masih baru Dewa selalu membimbingnya dengan tulus. Lalu bagaimana dengan Jaya? Jaya orangnya tidak ambil pusing soal persahabatan Stay dengan Dewa. Bahkan Jaya orangnya welcome sekali dengan keadaan Stay. Ia ingin melihat Stay berkembang. Menyuruhnya bergaul dengan para pebisnis dan membebaskan kreativitasnya. Itulah Jaya Gunadi seorang bos masih memiliki hati kepada karyawannya itu.


“Sekarang udah tahu kan? Kalau lu udah buat masalah sama gue. Dan elu harus tahu kenapa gue mengagumi Sascha? Karena Sascha adalah gadis cerdas yang memiliki otak di atas rata-rata. Gadis itu telah membuat perusahaan Dewa maju pesat. Padahal Sascha adalah seorang gadis miskin yang pernah gue temui. Sekarang jadi pertanyaan buat Lo, Apakah lu selama kerja dengan gue bisa menghasilkan nggak? Enggak kan.. jujur lima tahun Gue kecewa sama lu. Dan sekarang rumah, empat mobil yang berada di garasi itu besok gue lelang. Dan mulai sekarang kalau lu ketemu Sascha Jangan pernah menyangkut pautkan dengan gue. Karena gue nggak ada apa-apa dengan Sascha. Apa lu paham? Kalau lu belum paham dan membuat ulah secara terus-menerus mau nggak mau keluarga lu yang kena. Sekarang pergilah dari sini sebelum gue membunuh lu! Terserah lu mau main playing victim gara-gara kesalahan Gue tunggu. Lu mau nuntut gue ke meja hijau, gue tantang. Asal satu yang gue minta. Jangan pernah nyakitin Sascha. Gue harap lu paham,” jelas Jaya yang seperti rumus persegi panjang yaitu panjang kali lebar.

__ADS_1


 


__ADS_2