
"Saya tidak tahu siapa namanya. Aku mengakui sih sang ketua memang top di antara semua ketua mafia. Yang aku baca sih artikelnya dia memiliki pesona yang tampan, dingin, kejam dan bengis. Soal bela diri sang ketua mumpuni,'' jawab Sascha.
"Apakah kamu enggak mengagumi papa?" tanya Gerre.
"Hmmp... papa memang sangat tampan, gahar dan dingin. Aku sudah mengecek profil tentang Black Swan. Ternyata papa adalah seorang sniper yang mumpuni. Rasanya aku ingin belajar menembak,'' jawab Sascha yang kagum terhadap Gerre.
"Kalau begitu kamu akan masuk ke dalam Black Swan,'' ucap Gerre yang mengejek Dewa.
"Ah... rasanya aku ingin masuk ke Black Swan saja kalau begitu. Aku ingin papa mengajariku menembak,'' ujar Sascha yang membuat Tara dan Chloe tertawa.
"Kenapa kamu eenggak milih Black Tiger?" tanya Gerre.
"Aku pernah mengirim beberapa pesan kepada sang ketua. Tapi jawabannya hanya huruf Y saja. Bahkan aku pernah menggodanya jawabannya juga Y. Kan aku kesal sama itu orang,'' kesal Sascha.
Devan malah tertawa keras melihat sang calon menantunya kesal. Menurut Devan, Sascha sangat lucu sekali. Lalu Devan menatap wajah Sascha sambil bertanya. "Kalau kamu tahu siapa dia?"
"Ah... Aku ingin lihat terlebih dahulu. Jika aku tertarik aku akan masuk ke dalam Black Tiger. Jika tidak aku akan masuk ke dalam Black Swan. Cepat atau lambat aku akan menjadi ratu mafia terkejam di dunia,'' jawab Sascha dengan dingin.
"Sepertinya itu bukan ide yang buruk. Karena di dalam darahmu ada darah papa. Jika kamu ingin menduduki jabatan ketua mafia papa akan mendukungmu. Kita akan belajar tentang strategi perang menghadapi mafia-mafia licik yang ingin menguasai dunia dengan cara merusak generasi anak muda di dunia,'' sahut Gerre dengan mengacungkan jempolnya/.
Gerre semangat sekali menerima keputusan Sascha menjadi ratu mafia. Cepat atau lambat Sascha harus ikut jejaknya karena Black Swan harus memiliki generasi baru. Lalu bagaimana dengan Black Tiger? Sang ketua tidak akan membiarkan Sascha berlabuh di Black Swan.
"Sascha akan menjadi bagian dari Black Tiger. Cepat atau lambat Sascha akan menjadi ratu mafia Black Tiger,'' ucap Dewa dengan dingin.
"Kenapa kakak mengklaim aku sebagai ratu mafia? Kan aku ingin masuk ke Black Swan?" tanya Sascha.
"Aku adalah ketua Black Tiger,'' jawab Dewa dengan dingin. "Kalau kamu tidak percaya hubungi nomor Leo. Minta penjelasan ke Leo tentang aku.''
Semua orang diam melihat reaksi Sascha seperti apa? Sascha pun meraih ponselnya sambil mencari nomor Leo. Namun Devan menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak perlu kamu menghubungi Leo. Biarkan papa menjelaskan siapa Dewa sebenarnya?"
"Enggak mungkinkan pa kalau Kak Dewa adalah ketua mafia Black Tiger?" tanya Sascha menatap nanar wajah Devan.
"Ya itu benar. Papamu juga tahu. Bahkan papamu sering berkoloborasi untuk menjegal pengiriman barang-barang haram ke pelabuhan. Calon suamiku itu orangnya sangat pandai menyembunyikan idenditasnya,'' jawab Sascha.
__ADS_1
"Kalau begitu?" tanya Sascha.
"Memang aku. Aku memang sengaja menjawab Y terus. Karena kamu sudah mengganggu aku dan juga hidupku,'' ucap Dewa.
"Aku enggak jadi masuk ke Black Tiger. Aku ingin masuk ke dalam Black Swan,'' kesal Sascha ke Dewa yang beranjak pergi meninggalkan Dewa.
Dengan cepat tangan kekar Dewa memeluknya sambil berkata, "Setelah ini aku akan meminta papa menggabungkan Black Swan dan Black Tiger menjadi satu. Dan kamu akan tetap menjadi milikmu. Milik Black Tiger selamanya.''
"Kenapa kaya gini sih?" tanya Sascha.
"Kami enggak tahu. Silakan merasakan kejahatan Dewa,'' ejek Gerre ke Sascha.
"Apa?" pekik Sascha. "Memang Kak Dewa jahat ya pa?"
"Ya... aku memang jahat,'' sahut Dewa yang menatap Sascha dengan penuh kemenangan.
"Tapi kamu akan suka dengan kejahatan Dewa,'' celetuk Gerre yang mulai mengotori otak sang putri.
Chloe menyenggol Gerre agar tidak mengatakan kata-kata m*sum ke sang putri. Chloe sangat heran kepada Gerre kalau sudah bicara tentang itu tidak pernah disaring.
"Kamu tahukan kalau putri kita itu masih polos?" tanya Chloe.
"Putri kamu sudah enggak lolos lagi. Sascha sudah melihat isi boxer Dewa,'' sahut Devan yang mengingat kejadian yang lalu.
Tara langsung mengusap wajahnya secara kasar. Bisa-bisanya sang suami mengatakan itu secara jujur. Memang dua pria paruh baya memang tidak tahu malu jika sudah berkumpul seperti ini.
"Benarkah itu?" tanya Gerre dengan mata berbinar.
Chloe menatap tajam wajah Gerre ketika menanggapi ucapan Devan. Chloe segera mengambil pistol yang tergeletak di tanah dan mengangkatnya. Dengan penuh amarah Chloe menarik pelatuk dan melepaskan satu peluru ke atas udara.
Dor!
"Aish... ibu negara sedang mengamuk,'' ujar Gerre bergidik ngeri.
__ADS_1
Chloe membuang kembali pistol itu dan mengalihkan matanya untuk menatap dua pria itu. Gerre dan Devan hanya bisa pasrah. Percuma juga mereka meminta bantuan ke Tara. Karena Tara tidak pernah membelanya. Di tangan Chloe , Gerre sangat takluk. Padahal predikat mafia paling ganas sudah luntur.
Sementara itu Dewa dan Sascha sangat terkejut melihat Chloe yang bertindak bar-bar. Chloe memiliki sikap malem dan bertutur lembut bisa menjadi singa betina. Sascha berbisik di telinga Dewa karena dirinya sangat mengaggumi sang mama.
"Mama hebat euy,'' puji Sascha.
"Mama kamu adalah seorang ratu di Black Swan. Kekuasaan tertinggi yang dimiliki oleh Black Swan dipegang oleh mamamu," bisik Dewa.
"Apa?" pekik Sascha.
"Ya... Jadi meskipun lemah lembut mamamu adalah wanita yang pemberani," tambah Dewa.
Sascha tersenyum bahagia mendengar penjelasan dari Dewa. Ingin rasanya Sascha menjadi ratu mafia. Namun Sascha belum mempunyai tekad yang kuat. Dewa yang memlihat Sascha hanya tersenyum manis. Dewa memandang Sascha dengan lekat sambil berkata, "Jika kamu ingin menjadi lady mafia, aku akan mendukungmu. Aku tidak ingin melihat kamu sebagai kelemahanku."
"So sweet," puji Sascha.
"Lihatlah kedua pria tua itu. Mereka terkena sedang oleh dua lady mafia!" bisik Dewa.
"Ah... Rasanya aku ingin tertawa," balas Sascha.
"Kamu tidak lapar?" tanya Dewa.
"Aku belum lapar. Aku ingin makan nanti malam saja," celetuk Sascha.
"Oh ya... Nanti malam kita ke kantor. Aku ingin memeriksa semua tentang transaksi. Aku harap kamu ikut," ajak Dewa.
"Ok... Aku ajan membantu kamu untuk menyelidiki semuanya. Aku harap kita bisa menemukan secepatnya," sahut Sascha.
Mereka akhirnya menjauh dari sana dan melihat para papa sedang di sidang. Sascha baru tahu kalau para papa berwajah dingin sangat takut pada mama. Melihat mimik wajah Gerre, Sascha ingin tertawa terus menerus.
Setelah sidang mereka pun bubar. Mereka menunjukkan wajah pucat. Mereka memang benar-benar adalah pria yang takut dengan istri. Sascha mengacungkan jempolnya sambil memuji mereka. Selain takut pada istri mereka adalah pria setia.
"Pa," panggil Sascha dengan lembut.
__ADS_1