
“Memangnya kamu mau melanjutkan adegan tadi?” tanya Dewa.
“Iya aku mau melanjutkan yang tadi,” jawab Sascha yang tersenyum manis.
“Ayolah kita lanjutkan yang tadi. Aku juga ingin melihat permainan kamu yang diberikan oleh mama Tara,” jawab Dewa yang sangat antusias sekali sambil tersenyum manis.
Sascha menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Ia membakar semangat Dewa untuk melakukan sensasi yang lain. Entah kenapa dirinya juga ingin mempraktekan apa yang sudah diberikan oleh mama Tara.
“Semoga saja tidak ada gangguan sama sekali,” celetuk Sascha yang tersenyum manis.
“Sudah tidak ada lagi,” ucap Dewa sambil tersenyum manis.
“Kalau begitu aku akan memulai dulu,” pinta Sascha yang membuat Dewa menganggukan kepalanya.
Sascha akhirnya melucuti baju Dewa dengan pelan. Ia sangat menikmati sekali pada adegan ini. Ia juga sedang memandang wajah Dewa yang mulai sayu.
“Tenang saja Kak,” ucap Sascha yang tidak sengaja menyenggol benda pusaka kebanggan milik sang suami.
Namun kali ini Sascha hanya diam dan tidak bersuara sama sekali. Dewa yang sedang menunggu Sascha hanya bisa menahan des*bannya. Ia mencoba tidak menyerang Sascha terlebih dahulu.
Setelah melucuti pakaian milik Dewa, Sascha memutuskan untuk tidur. Entah kenapa sebelum merayu Dewa, otaknya memiliki ide jahil. Hingga akhirnya Dewa sudah tidak bisa menahannya lalu bangun.
“Hmmp... di rubah kecilku mulai nakal ya,” goda Dewa yang mulai melucuti pakaian Sascha.
“Ah... rasanya aku tidak nakal dech. Kakak kali yang nakal,” ledek Sascha yang membuat Dewa tersenyum manis.
__ADS_1
Cup.
Sebuah kecupan hangat dari bibir Dewa menyentuh bibir Sascha. Wajah Dewa berubah menjadi sayu. Tangan kekarnya mulai memegang gunung kembar Sascha dan meremasnya. Hingga terjadi suara lembut Sascha. Saat Sascha sudah mengeluarkan suara itu, Dewa semakin semangat. Dewa mulai menghajar sang istri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Di tempat lain Bima memegang tongkat baseballnya tersenyum kegirangan. Jujur kali ini Bima mendapatkan musuh bebuyutan sang adik angkatnya, siapa lagi kalau bukan Damar.
“Akhirnya kita bertemu lagi di sini,” ucap Bima yang mulai mendekati Damar.
“Cih... dasar anak ingusan!” bentak Damar yang membuat Bima tertawa terbahak-bahak
“Kamu mengatakan Bima seorang anak ingusan? Ha!” bentak Timothy yang tertawa mengejek Damar.
Damar tidak sengaja melihat wajah Timothy. Jujur ia terkejut dengan apa yang dilihatnya. la tidak sengaja menatap wajah itu.
Entah kenapa dirinya yang tadi tertawa menjadi ketakutan. la tidak sanggup menatap wajah itu. Wajah dimana yang bisa membuatnya bergidik ngeri. Saat Ketakutan, Damar hanya bisa menunduk.
“Sepertinya kamu harus dengar ini dech,” ucap Timothy.
“Memangnya ada apa?” tanya Bima.
“Kamu tahu sepupumu yang bernama Shane?” tanya Timothy balik.
“Memangnya ada apa?” tanya Bima yang tidak paham apa maksud Timothy.
“Oke. Aku ceritakan sesuatu ke kamu. Aku sama Shane satu sekolah dan satu kelas. Bahkan kami satu bangku juga. Shane terkena mental karena Damar. Jujur Shane bunuh diri karena Damar. Aku enggak tahu pasti apa yang dilakukannya itu?” jelas Timothy.
__ADS_1
“Lalu, apakah kamu tidak mengetahui apa masalah sesungguhnya?” tanya Bima yang benar-benar terkejut mendengar pernyataan dari Timothy.
"Memang aku enggak tahu apa masalahnya? Jangankan sepupumu itu? Masih banyak korban yang mengalami hal yang sama,” ungkap Timothy baru mengetahui kisah anak sekolah mengakhiri hdupnya di jaman Timothy masih sekolah.
Mendengar pernyataan Timothy, Bima mengangkat tangannya. Namun ia mengepalkan tangannya. Lalu Bima...
Bugh!!!
Tangan Bima mendarat tepat di bagian perut Damar. Jujur Bima sangat marah. Wajahnya berubah menjadi merah padam. Bima bingung harus mengatakan apa kepada orang tua Shane jika kembali ke mansion milik kedua orang tuanya. La sudah berjanji kepada paman bibinya. la sudah berjanji kepada mereka untuk menemukan pembunuhnya.
Di sinilah jiwa Bima psikopatnya hadir. la mulai pisau lipat yang berada di kantong celanya itu. la langsung menancapkan pisau itu ke arah perut Damar sambil berkata, “Gue memang enggak ada masalah sama lu! Tapi lu harus bertanggung jawab atas kematian sepupu gue yang bernama Shane. Ditambah lagi Lu sudah membuat Sascha menderita!" bentak Bima dengan nada meninggi.
“Sascha dan Shane memang pantas mati. Mereka enggak pantas hidup. Mereka adalah penghalang bagiku!" bentak Damar yang membuka kasus lama.
“Ada satu fakta yang dimana kamu belum mengetahuinya. Paman Thomas adalah manager pemasaran di Khans Company. Paman Thomas adalah kunci utama penggelapan uang kas sebesar tujuh puluh milyar, Damar sengaja mencari kelemahan Paman Thomas yaitu Shane. Yang kita tahu adalah Shane adalah putra kesayangan paman Thomas," jelas Timothy.
Bima akhirnya melepaskan pisau itu. Bima tidak melihat ada darah di area perutnya. la sengaja mencari keberadaan darah tersebut.
“Kok nggak ada darah sama sekali?” tanya Bima.
“Lu serius?" tanya Timothy yang kesal melihat Damar.
Damar malah tertawa terbahak-bahak. la memang sudah memperhitungkan segala kejadian yang ada. Memang Damar sangat cerdik sekali jika tertangkap sama Dewa. Hingga akhirnya Bima berteriak, "Pengawal”
Kedua pengawal yang berada di depan pintu jaga langsung masuk ke dalam. Mereka langsung membungkukkan badannya sambil menyapa serempak.
__ADS_1
“Selamat malam Tuan Bima,” ucap mereka serempak.