
"Bukankah kamu sekarang sudah mendapatkan Dita?" tanya Bima sambil melirik Tommy.
"Tapi aku belum menikahinya. Aku takut nanti kedua orang tuaku menolaknya. Kamu tahu kan Mamaku itu seperti apa? Banyak kriteria yang harus dijadikan pelajaran buat Dita. Makanya untuk saat ini aku sedang bingung. Apakah kau harus membawanya ke rumah atau ke restoran terlebih dahulu?" tanya Tommy.
"Jika kamu mencintainya, Kenapa kamu harus takut membawanya pulang ke rumah? Kamu mempunyai hidup sendiri Tom. Nggak bisa seenaknya hidupmu diatur-atur sama kedua orang tuamu. Mereka sudah melahirkanmu dan membesarkanmu. Tapi kamu memiliki hidup sendiri. Kamu harus patuh. Tapi nggak sepenuhnya patuh. Kalau nggak suka sama Dita. Kenapa mesti takut? Apakah Dita terlalu manja sama kamu? Apakah Dita tidak bisa memasak? Apakah Dita orangnya terlalu boros? Apakah Dita sangat jelek sekali? Ayolah Bro... Dita adalah wanita paling sempurna. Dia cantik dan juga lucu. Banyak pria yang ingin menjadikannya sebagai kekasih. Tapi nggak mau tuh. Dewa malah menyeleksi siapa yang akan menjadi kekasihnya ataupun suaminya. Dan kamu termasuk pilihannya," jelas Bima memberitahukan sifat asli Dewa yang protektif sekali kepada sang adik.
"Semua pertanyaanmu itu benar. Itu menurut kedua orang tuaku. Tapi menurutku kita itu adalah gadis manis yang pernah kutemui. Dia sangat baik sekali. Aku sendiri sangat kagum kepadanya. Bahkan aku nggak akan pernah melepaskan sedikitpun apalagi sedetik saja. Carikan aku solusi biar kedua orang tuaku mau menerima Dita apa adanya," pinta Tommy.
"Satu-satunya jalan adalah kamu mempertemukan Mereka dalam satu wadah ruangan. Jangan pernah katakan kalau Dita adalah seorang putri dari Nakata's Groups. Sembunyikan identitas dirinya. Agar ibumu sadar siapa Dita sebenarnya," jelas Timothy yang memberikan saran kepada Tommy.
"Memang berat peraturan kedua orang tuamu itu. Jika mereka tidak menghapuskannya dan membuat Dita menderita. Aku memilih untuk angkat tangan. Jika Dewa sudah marah. Kedua orang tuamu tidak akan selamat lagi. Dewa bisa saja menghancurkan restoran itu. Dia tidak main-main dalam berkata. Meskipun orangnya suka slengean. Berarti dia tidak akan pernah mau menghancurkan apapun. Justru itu Dewa akan melakukannya jika menyakiti Dita," jelas Bima.
"Itulah yang aku takutkan sekarang ini. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Kedua orang tuaku memilih seorang perempuan yang berasal dari bangsawan. Dia harus cantik. Memiliki pendidikan tinggi. Memiliki aset yang banyak. Memiliki jabatan di perusahaan. Tapi aku nggak mau itu semuanya. Justru aku memilih wanita untuk mengimbangi diriku dalam berbagai bidang. Aku tidak perlu harta apapun. Aku bukanlah pria yang haus akan harta seorang wanita. Aku bukanlah pria yang sempurna. Meskipun aku tidak memiliki apapun. Tapi aku tidak mau mengemis kepada siapapun. Aku butuh Dita. Sebab Dita adalah wanita yang sangat baik sekali. Kamu tahu ketika aku tertabrak mobil di satu jalanan di kota Paris?" tanya Tommy kepada mereka.
__ADS_1
"Aku tahu itu. Kamu menghilang beberapa bulan bersama Dita. Tapi untungnya kakaknya nggak mencarinya," jelas Timothy.
"Dita selalu berhubungan dengan Sascha. Dia itu selalu cerita dari awal sampai akhir. Jadinya Sascha sudah tahu dan melaporkannya kepada Dewa. Dewa tidak khawatir lagi jika Dita berada di Paris," jelas Timothy .
"Jadi gimana solusinya?" tanya Tommy.
"Solusinya ya jangan diperkenalkan dulu kepada mereka. Bawa saja ke rumah dan Bilang saja kepada mereka kalau Dita adalah teman kamu. Tapi sebelum ketemu sama kedua orang tuamu.Kamu jelaskan bagaimana situasinya. Agar Dita paham ke sananya. Kalau nggak suka. Kamu jangan pernah menyerah sedikitpun. Lamarlah dia. Setelah itu kamu nikahi. Terus kamu tinggal pilih hidup bersama orang tuamu atau bersama Dita sendirian. Jika kamu tinggal bersama orang tuamu. Ingatlah konsekuensinya itu sangat sulit bagi kita. Kalau kamu tinggal bersama Dita sendirian. Kamu bisa hidup mandiri dan tidak pernah kenal lelah. Jadi kamu bisa pilih salah satu dari saranku itu," Jelas Bima yang membuat Tommy paham.
Tommy pun akhirnya paham. Ia akan mencari cara untuk memperkenalkan diri secara elegan. Jika kedua orang tuanya tidak mau. Terpaksa Tommy akan menikahinya secara diam-diam. Ia akan mengambil langkah terbaik buat Dita maupun kedua orang tuanya. Hal ini akan dibicarakan oleh kedua belah pihak. Bagaimana enaknya jika mereka dipersatukan tanpa harus saling menyakiti? Inilah yang menjadi Pertanyaan selanjutnya buat Tommy.
Lalu solusi apa yang akan diambil oleh Dewa? Ia tidak akan tinggal diam dan membiarkan sang adik menderita. Iya sedang mencari cara agar Dita bisa bahagia tanpa harus bermusuhan. Apalagi Dita memiliki perasaan yang halus. Maka dari itu dirinya harus mencari cara agar semuanya baik-baik saja.
Pagi yang cerah di Kota Surabaya. Dewa dan Sascha terbangun dari mimpi indahnya. Dewa belum berencana untuk meninggalkan kota Surabaya. Dewa Berencana untuk hidup di Kota Surabaya beberapa bulan saja. Karena cabang Surabaya masih mengkhawatirkan. Tinggal Sascha yang akan bertanding kepada para petinggi yang berada di perusahaan tersebut.
__ADS_1
Bangun Dewa melihat sang istri masih terlelap tidur. Ia kembali memutuskan untuk tidur. Sebelum tidur Dewa memandang wajah sang istri. Memang Dewa sendiri tidak pernah jemu memandang wajah cantik itu. Bahkan Dewa berharap akan selalu bersamanya hingga akhir hayat.
Tak lama Sascha akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia memandang wajah Dewa sambil tersenyum dan memegang pipinya. Wanita berparas cantik itu langsung menguap dan menutup mulutnya. Ia masih mengantuk dan tidak bisa tidur kembali.
"Apakah ada yang janggal dengan hubungan Dita sama Tommy?" tanya Dewa.
"Maksud kakak apa?" tanya Sascha.
"Kamu tahu apa maksudku? Setelah Tommy memintaku untuk memberikan Dita kepadanya. Kok Aku ragu untuk menyerahkannya dengan tulus," jawab Dewa yang membuat Sascha bingung.
"Bukannya Kak Tommy itu orangnya baik?" tanya Sascha.
"Baik sih baik. Aku suka Tommy karena jujur. Kamu tahu keluarganya itu bagaimana. Keluarganya itu materialistis. Selama ini Tommy tidak pernah di rumah karena ulah kedua orang tuanya. Tommy tidak pernah nyaman di dalam rumahnya sendiri. Jadi masalahnya itu. Tommy tidak ingin Dita tersakiti," Jawab Dewa yang membuat Sascha paham.
__ADS_1
"Jujur loh kak. Kak Tommy itu orangnya sangat baik sekali. Saking baiknya, Di mataku Kak Tommy nggak pernah macem-macem. Dia selalu membantu orang dengan tulus. Kalau soal keluarganya aku tidak tahu. Aku sendiri tidak pernah mengobrak-abrik mereka," jelas Sascha. "Jika Dita menikah dengan Kak Tommy. Bagaimana pendapat Kakak sendiri?"