Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TIDAK PANTAS.


__ADS_3

“Ya... bukannya begitu. Mereka tidak pantas mendapatkan kasih sayang dari kamu,” jawab Dewa yang cemburu sekali sama kedua anjing itu.


Timothy menahan tawanya sambil meninggalkan mereka. Ia tidak mau kalau dirinya terlibat dalam pertengkaran suami istri itu. Setelah jauh Timothy langsung meledakkan tawanya. Hal ini membuatnya tidak habis pikir dengan mereka berdua. Diam-diam Dewa sangat posesif sekali kepada Sascha.


“Kamu kenapa sih kok marah gitu sama aku? Mereka hanya hewan saja. Siapa tahu mereka berdua betina,” ucap Sascha tanpa penuh dosa.


“Meskipun mereka jantan, kamu tidak boleh memegangnya sama sekali. Kamu itu ditakdirkan hanya untukku. Bukan untuk mereka,” ujar Dewa yang menginginkan Sascha untuk melepaskan kedua anjing itu.


“Kamu ini ada-ada saja. Masak sama mereka kamu cemburu. Bagaimana kalau aku jalan sama pria lain?” tanya Sascha sambil menatap Dewa dan meninggalkannya begitu saja.


“Pokoknya kamu nggak boleh jalan sama siapapun. Karena kamu adalah milikku selamanya,” seru Dewa yang tidak mau mengalah dengan keadaannya.


“Ya sudah kalau begitu. Kamu nggak usah tidur sama aku malam ini hingga beberapa hari kemudian. Aku akan tidur bersama kedua orang tuaku. Dan satu lagi, Jangan ganggu aku dalam beberapa hari ke depan!” tegas Sascha yang sengaja mengeluarkan ultimatum kepada Dewa.

__ADS_1


Dewa langsung dia mematung melihat kepergian sang istri. Kalimat ini adalah kalimat yang sangat membingungkan buat dirinya. Kenapa dirinya selalu terkena masalah jika Sascha sedang marah seperti ini?


“Kamu itu ada-ada saja. Kamu itu terlalu cemburu kepada kedua anjing itu. Aku tidak bisa membantumu untuk kali ini. Kamu harus bisa menaklukkan istrimu itu. Kalau soal pekerjaanmu, aku masih bisa menghandle nya. Ini bagaimana kedua bocah yang masih tidur itu?” tanya Timothy yang sengaja mendekati Dewa.


“Entahlah. Aku harus mendapatkan istriku lagi,” jawab Dewa dengan pasrah.


“Istrimu tidak akan pergi. Istrimu masih berada di rumah ini dan tidak akan pergi kemana-mana. Kamu kan jago sekali merayu dia. Kenapa kamu tidak merayunya dan mengajaknya jalan-jalan ke sawah menikmati pemandangan alam. Atau juga kamu ajak aja ke pasar malam yang berada di ujung sana. Belikan saja dia banyak makanan anak-anak. Pasti dia mau dan memaafkanmu,” jelas Timothy yang memberikan saran kepada Dewa.


“Saranmu ada benarnya juga. Aku harus melakukannya agar Sascha tidak marah lagi sama aku. Lalu aku akan tidur bersama dirinya ketika malam tiba,” ucap Dewa yang sangat berterima kasih kepada Timothy.


“Lepaskan saja mereka. Ikat mereka dengan kuat agar tidak kabur kemana-mana. Aku tidak ingin mereka membuat kekacauan di kampung ini. Awas aja kalau buat kekacauan di sini. Akan aku kembalikan mereka ke markas pusat. Agar tidak mendapatkan kasih sayang dari istriku ini!” ancam Dewa sambil menatap kedua anjing itu.


“Kalau begitu okelah. Nanti aku akan menyuruh pengawal untuk menjaganya terlebih dahulu,” ucap Timothy lalu melepaskan mereka berdua dan mengikatnya di bawah pohon mangga.

__ADS_1


Untuk saja hari ini udaranya sangat sejuk sekali. Kedua anjing itu sangat menikmati udara sejuk dari alam bebas. Timothy sudah mengancamnya agar tidak menggonggong sembarangan. Kalau sampai menggonggong, dipastikan bahwa kedua anjing itu akan dikurung di dalam mobil.


Sejam telah berlalu. Dita bersama Devan datang dan memikirkan sepeda motornya di bawah pohon. Entah kenapa kedua anjing itu langsung berdiri dan ingin menyerang. Ketika Devan selesai memar sepeda motornya itu, Devan menoleh dan melihat ada kedua anjing yang mirip sekali seperti yang berada di markas utama Black Tiger.


“Bukannya itu Nonomi?” tanya Devan sambil menunjuk anjing berjenis German Shepard.


Dita mendekati mereka dan mengecek kedua anjing itu. Dita sangat terkejut sekali melihat kedua anjing itu yang sangat bahagia bertemu dirinya. Kemudian Dita memanggil Devan untuk segera mendekatinya.


“Papa benar. Mereka adalah kedua anjing yang berada di markas Black Tiger pusat. Mereka adalah betina semuanya. Aku tidak tahu mengapa mereka berdua berada di sini dan terikat di pohon ini?” tanya Dita sambil mengelus Nonomi.


Beberapa saat kemudian datang Timothy. Pria bertubuh kekar itu segera mendekatinya dan menatap kita bersama Devan. Pria itu menunduk ketakutan dan tidak berani berbicara. Karena ia tahu kalau kedua anjing itu adalah peliharaannya Dita.


“Astaga! Mati aku! Ternyata aku hampir melupakannya,” celetuk Timothy.

__ADS_1


Dita tidak sengaja melihat Timothy yang sedang berdiri. Ia lalu mendekati pria tersebut lalu bertanya, “Kakak... Kenapa Kakak membawa mereka ke sini?”


__ADS_2