Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEPUTUSAN TERAKHIR.


__ADS_3

"Entahlah. Sepertinya kakak harus menyembuhkan rasa trauma itu," jawab Dita.


"Bagaimana bisa aku menyembuhkan rasa traumanya itu? Ini sangat sulit bagiku. Karena kalau orang sudah trauma tidak akan pernah sembuh dari penyakitnya itu," jelas Sascha.


"Sepertinya kakak harus mencobanya. Bilang saja kalau kucing itu sangat lucu dan menggemaskan. Aku berharap Kak Dewa bisa sembuh dari penyakitnya itu," pinta Dita.


"Ya mau bagaimana lagi. Nanti akan aku coba menyembuhkan penyakitnya itu. Masak mafia takut sama kucing?" kesal Sascha.


Sementara itu Dewa hanya bersembunyi di dalam kamar. Dewa takut kalau sang istri membawa kucing oyen itu masuk ke dalam kamarnya. Bahkan pintunya dikunci dari dalam. Hingga membuat dirinya sangat ilfil sekali sama kucing.


"Hari sudah mau masuk senja. Ayo masuk dan bersihkan tubuhmu. Jangan di sini terus-terusan. Nanti bertemu dengan wanita berbaju putih yang tidak memiliki wajah. Apakah kamu mau?" tanya Sascha.


"Aku nggak mau Kak. Nanti aku nggak bisa tidur dan meminta Kakak menemaniku," jawab Dita yang sengaja melepaskan kucing itu dan masuk ke dalam rumah.


Melihat kepergian Dita, Sascha hanya bisa menghembuskan nafasnya. Bagaimana tidak? Jika dirinya memiliki suami yang sangat aneh. Ia tiba-tiba saja teringat ketika dirinya sedang merawat kucing. Dewa langsung berlari dan tidak ingin ke rumahnya lagi. Jadi ia sendiri baru sadar kalau Dewa sangat ketakutan jika melihat kucing tersebut.


Tak lama Sascha memutuskan untuk masuk ke dalam. Sascha melihat Chloe yang sedang merajut baju. Lalu Sascha mendekatinya dan duduk di samping sang ibu.


"Bagaimana kehamilan kamu? Apakah cucu Mama baik-baik saja di dalam perutmu?" tanya Sascha yang menghentikan rajutan bajunya itu.

__ADS_1


"Baik-baik saja ma. Aku tidak menyangka kalau memiliki anak kembar. Aku sendiri berpikiran Kalau diriku tidak memiliki keturunan kembar," jawab Sascha dengan jujur.


"Kalau dari keluarganya Mama atau Papa tidak ada yang kembar sama sekali. Tapi kata Mama mertuamu, dari pihak mama mertuamu ada yang kembar. Dan kemungkinan besar banyak. Mama mertuamu sudah tidak berkumpul lagi dengan keluarga besarnya itu. Mama mertuamu sengaja dibuang oleh keluarganya hanya karena kebandelanya. Gara-gara bandel Mama mertuamu sekarang menjadi wanita tangguh yang berada di luar sana," jelas Chloe.


"Apa itu benar Ma? Mama mertua emang tidak pernah cerita soal keluarganya itu. Aku juga tidak pernah tanya tentang keluarganya itu," tanya Sascha yang sangat penasaran sekali dengan kehidupan Mama mertuanya itu.


"Kamu nggak boleh penasaran dengan Mama mertuamu. Tapi lihatlah Mama mertuamu sekarang menjadi orang sukses dan bahagia bersama papa mertuamu. Sampai sekarang keluarga besarnya tidak mencari mama mertuamu. Bisa dikatakan sengaja dibuang oleh mereka. Mama tahu ini soalnya, sedari dulu mama dan mama mertuamu sudah berteman. Jadinya kisah Mama mertuamu Mama tahu semuanya. Semoga kamu tidak kecewa menerima mamanya Dewa," pinta Chloe.


"Kisah hidupnya hampir sama dengan aku. Aku tidak akan menanyakan hal itu kepada Mama mertuaku. Aku senang melihatnya bahagia bersama Papa Devan. Memang sedari dulu Mama mertuaku lah yang sering membantuku untuk meraih cita-citaku. Doa mama yang selalu menyertaiku dalam setiap langkahku. Kalian berdua adalah mama hebat di dalam hidupku," jelas Sascha yang membuat Chloe tersenyum bahagia.


"Kamu juga harus bahagia dengan pernikahanmu. Mama tahu Dewa itu sangat baik buat kamu. Kamu tidak boleh mengecewakan Dewa. Karena Dewa sendiri sudah banyak berkorban untukmu. Semoga kamu bahagia bersama Dewa," ucap Chloe dengan tulus.


"Kamu harus menunjukkan jati dirimu," pinta Gerre.


"Apa maksud Papa sebenarnya?" tanya Sascha yang tidak paham dengan permintaan Gerre.


"Kamu harus mengganti identitasmu menjadi Aulia Atmaja. Papa sudah memutuskan ini bersama Papa mertuamu. Memakai nama Aulia dan merebut perusahaan itu dari nenek sihir. Saatnya kamu harus balas dendam dengan mereka. Kamu tidak boleh diam saja seperti ini. Banyak sekali orang-orang mempertanyakan tentang dirimu. Jika tidak ada maka perusahaan itu akan jatuh ke tangan nenek sihir itu. Kabar terakhir yang Papa dengar, nenek sihir itu sudah membayar pengacara untuk mengalihkan aset perusahaan ke tangannya," jelas Gerre.


"Waduh habislah aku. Aku harus mengajak Kak Dewa untuk pergi ke New York. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," ucap Sascha yang mengepalkan tangannya lalu marah.

__ADS_1


"Sebenarnya papa ingin sekali merebut itu. Tapi nenek sihir itu telah menyewa beberapa kelompok gangster dan juga mafia. Nenek tua itu sudah beraksi dalam beberapa hari yang lalu. Makanya Papa belum ingin pulang karena menghindari bukan mereka. Bukannya papa seorang pengecut yang menghindari masalah? Sekarang giliran kamu, kamu harus balas dendam karena terpisahkan dari kami. Buktikan kalau kamu bisa dan memiliki nama Aulia itu!" perintah Gerre.


"Iya nak Kamu pasti bisa melakukannya. Kamu lawan saja mereka. Bawa surat tes DNA mu yang asli. Sampai sana kamu harus membuat pernyataan melalui banyak wartawan dan menceritakan apa sebenarnya terjadi. Aku ingin seluruh dunia tahu. Kalau nenek sihir itu adalah seorang penipu ulung. Bongkar semua kejahatannya. Panggil semua kuasa hukum yang nantinya Mama berikan," jelas Chloe yang sengaja menambahkan permintaan sang suami.


"Lalu bagaimana dengan mafia dan para gangster yang sudah disewanya itu?" tanya Sascha.


"Kamu bisa memprovokasi keadaan kalau si nenek tua itu sebenarnya tidak akan membayarnya sedikitpun. Namun kenyataannya itu benar. Si nenek tua telah menjanjikan uang ratusan dolar demi merebut perusahaan itu. Akan tetapi si nenek tua itu sangat licik sekali. Dia tidak akan mau membayar uang sebesar pun kepada mereka. Aku yakin mereka akan mengamuk jika tidak dibayarkan," jelas Devan yang mendapatkan informasi dari mata-matanya itu.


"Kenapa aku harus memprovokasinya?" tanya Sascha yang tidak paham kepada Devan.


"Karena si nenek sihir itu telah membuat rencana ini. Dan rencana ini ternyata bocor. Kamu tahu siapa yang mengetahuinya?" tanya Devan balik.


"Siapa pa?" tanya Sascha tiba-tiba saja memiliki ide.


"Dia adalah mata-mataku. Dia yang mengetahui terlebih dahulu rencana itu lalu melaporkannya kepadaku. Makanya kamu harus berbuat sesuatu agar nenek sihir itu termakan oleh mereka," jelas Devan.


"Licik juga ya ternyata orang itu. Nanti deh, aku akan memegang Black Swan dan mengumpulkan siapa-siapa saja bekerja sama dengan nenek sihir itu. Aku ingin mengadakan rapat penting buat mereka. Semoga saja Papa memiliki barang bukti yang kuat agar mereka percaya," ucap Sascha.


'Tenang saja. Papa sudah memiliki barang bukti tersebut. Kalau nggak salah sih video atau audio ya. Kamu bisa membawanya jika sedang mengadakan pertemuan para gangster itu. Kamu atur sajalah enaknya bagaimana. Atau enggak kamu pegang saja Black Tiger. Karena Black Tiger sendiri memiliki kekuasaan yang sangat luas sekali," jelas Devan.

__ADS_1


"Apakah itu boleh? Mengingat aku sendiri adalah keturunan dari Black Swan?" Tanya Sascha yang ragu.


__ADS_2