Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEKHAWATIRAN CHLOE.


__ADS_3

“Kalau ada Sascha, kenapa nggak?” tanya Tara.


“Ish.... Mama. Ternyata mama dan Mbak Sascha sangat akur sekali ya?” tanya Dita. “Untung saja mama bisa terima Kak Sascha yang bar-bar ini.”


“Malah asik... Memiliki calon menantu bar-bar. Ditambah lagi memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Apalagi Sascha adalah wanita yang tidak bisa ditindas,” puji Tara.


“Aku suka itu,” sahut Dita.


“Ma,” panggil Sascha.


“Ada apa?” Sahut Tara.


“Setelah dari sini aku mau mampir ke pusat perbelanjaan dulu ya,” pinta Sascha.


“Kakak mau ngapain di sana?” tanya Dita.


“Aku mau membeli bahan-bahan untuk membuat sup creamy jagung. Kak Dewi minta itu,” jawab Sascha.


“Boleh tuh. Mama juga mau ke sana. Bahan-bahan di kulkas juga sudah mau habis,” ucap Tara.


“Aku juga mau ikut,” balas Dita.


“Makanlah... Jangan biarkan perut kalian kosong,” suruh Tara kepada anak-anaknya yang semenjak tadi mengobrol.


Hamburg Jerman.


Dua jam sebelum keberangkatan, Gerre bersama Chloe sedang menikmati malam yang indah. Mereka tersenyum sambil bermain game online. Beberapa saat kemudian Mattias bersama Magdalena datang mendekat. Mereka langsung duduk di hadapan Gerre.


“Ada apa kamu menyuruhku datang ke sini?” tanya Mattias.


“Cathy dan Damar sudah bergerak,” jawab Gerre. “Merekalah yang membuat kekacauan di dalam perusahaan. Jika aku tidak mengumumkan ahli waris Khans dalam waktu dekat. Mereka bisa merebut perusahaan itu. Aku butuh bantuan kamu.”


“Apakah itu benar?” tanya Magdalena.


“Iya,” jawab Chloe.


“Gawat,” ujar Mattias.


“Bukannya mereka sudah dicoret dari ahli waris? Karena Cathy bukan anak kandung Mama kamu?” tanya Magdalena.


“Sejak kapan Mama mencoret nama mereka dari kartu keluarga?” tanya Chloe.

__ADS_1


“Masa kamu nggak tahu sih? Dua hari sebelum kematiannya, Mama sudah mencoret nama Cathy dari daftar kartu keluarga. Terus mama juga mencoret namanya dari ahli waris,” jawab Magdalena yang membuat Chloe terkejut setengah mati.


“Gerre juga tahu masalah itu,” ucap Mattias.


“Aku memang tahu itu. Pada waktu itu aku belum mengatakannya. Karena aku sedang menyelidikinya,” imbuh Gerre.


“Masalah kok semakin rumit.  Seperti merajut benang kusut,” ujar Chloe.


“Kamu harus tahu soal ini,” ucap Gerre.


“Soal apa?” tanya Chloe.


“Kakakmu itu bukan kakak kandung kamu. Cathy adalah anak adopsi dari mama,” jawab Gerre yang membuat Chloe terkejut untuk kedua kalinya.


Sejenak Chloe terdiam dan otaknya mulai berputar memikirkan masalah ini. Chloe baru tahu kalau Cathy bukan anak kandungnya. Chloe menggeleng sambil menatap sang suami, “Apakah itu benar?”


“Yang dikatakan suamimu itu benar. Aku bersama Devan dan George sudah menyelidikinya. Mama Kamu sengaja mengadopsi Cathy demi mengangkat perekonomian sang asisten rumah tangganya,” jawab Mattias.


“Berarti selama ini?” tanya Chloe.


“Ya... Selama ini asisten itu hamil di luar nikah. Pria yang menghamilinya kabur tanpa jejak. Demi kemanusiaan dan hati nurani, sang mama akhirnya mengadopsi Cathy untuk mengangkat derajatnya. Biar Cathy bisa memiliki keluarga utuh. Ketika di sekolah Cathy tidak akan dihina maupun dimaki oleh temannya karena tidak memiliki orang tua utuh. Saat itulah mamamu dan papamu sangat memanjakannya. Hingga akhirnya Cathy menjadi besar kepala. Tapi ada sesuatu yang membuat kamu geleng-geleng kepala,” jelas Matias.


“Apa itu?” tanya Chloe.


“Kamu kok nggak cerita itu sama aku?” tanya Gerre.


“Aku belum bisa cerita karena masih mencari barang bukti,” jawab Matias.


“Kamu pakai detektif?” tanya Gerre lagi.


“Aku nggak memakai detektif. Aku menghubungi George untuk membantuku menyelidiki kasus ini lebih dalam. Sebelum kamu bertemu Aulia, Cathy sudah mendesak para pihak untuk mengumumkan ahli waris dari pihakmu. Jika belum atau tidak ada, maka perusahaan itu akan jatuh ke tangannya. Damar sudah bersiap-siap mencari pengacara handal yang cukup terkenal di Amerika. Mereka sengaja membuat surat yang berisikan pengajuan ahli waris Khans Company,” jawab Matias.


“Apa?” pekik Chloe.


“Setahuku mereka tidak memiliki anak,” ujar Gerre.


“Ada, anak adopsi. Namanya Liviana Morgans. Panggilannya adalah Livi. Mereka sudah melegalkan surat adopsi itu menjadi anak kandungnya. Jika ini terjadi maka perusahaan kalian akan jatuh ke tangan Livi. Itu sangat disayangkan,” sahur Matias.


“Anak adopsi?” sahut Magdalena.


“Iya... Anak adopsi berganti anak kandung,” kata Matias. “Rencanamu apa?”

__ADS_1


“Aku sudah say hello sama Dewa. Rencana ke depan adalah aku membuang anakku ke Indonesia agar belajar mengenai perusahaan. Perusahaan yang dituju adalah milik Dewa. Habis tahun baru Dewa akan turun jabatan untuk sementara. Selama kuartal pertama perusahaan itu akan dipegang oleh Sascha. Tapi aku akan memantau perkembangan Sascha. Jika pendapatan naik lima persen saja maka Sascha berhak duduk di kursi CEO untuk menggantikanku,” jawab Gerre.


“Apakah kamu yakin?” tanya Magdalena yang meragukan kemampuan Sascha.


“Saat Sascha terbaring di rumah sakit, aku menyelidiki keseharian sosial bagaimana. Putriku adalah putri yang sangat spesial sekali. Dia memiliki hampir seluruh gen milikku. Dia memiliki kemampuan di atas rata-rata. Pertama kali masuk perusahaan Dewa, Sascha sudah berani belajar hingga mendetail. Waktu yang dibutuhkan Sascha hanya sebulan. Hingga akhirnya Dewa memutuskan mengangkat Sascha menjadi asisten manajer keuangan. Di sisi lain Sascha juga berkontribusi dalam dua perusahaan milik Dewa. Dengan kelebihannya itu, perusahaan Dewa memiliki pemasukan kurang lebih tiga puluh lima persen hanya enam bulan saja. Bayangkan saja Dewa sang CEO hanya bisa menggelengkan kepalanya. Aku tidak pernah ragu dengan keputusanku ini. Sebab Sascha telah membuktikannya lewat Dewa,” jelas Gerre yang bangga dengan putrinya itu.


“Kalau begitu aku setuju. Aku nggak mau perusahaan itu jatuh ke tangan yang salah. Kamu harus tahu kalau Livi dan Cathy adalah wanita yang sangat kejam sekali. Mereka kerjasama dengan beberapa mafia di Amerika. Jika kamu tidak mengumumkan segera, maka mereka akan mengerahkan mafia tersebut untuk menyerangmu,” jelas Matias.


“Sepertinya Dewa harus menggembleng Sascha,” celetuk Gerre.


“Sascha sudah menjadi lady mafia,” ucap Chloe yang memberitahukan bahwa Sascha sudah menjadi lady mafia.


“Benarkah itu?” tanya Magdalena.


“Itu benar... Bahkan Dewa sudah mengklaim Sascha akan menjadi lady mafia yang mendampingi Dewa,” jelas Chloe.


Mereka tidak menyangka kalau Chloe mendukung Sang Putri menjadi lady mafia. Bukan berarti Chloe bangga atas pencapaian Sang Putri masuk ke dalam organisasi bawah tanah. Chloe menyetujui se-asia masuk ke dalam organisasi tersebut, hanya untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu jika ada orang yang menyerang perusahaan dari bawah tanah. Ditambah lagi sekarang musuh Sascha ternyata tidak main-main. Hal ini membuat dirinya semakin stress memikirkan nasib Sang Putri.


Jakarta Indonesia.


Selesai makan mereka memutuskan untuk mengunjungi pusat perbelanjaan. Namun sebelum pergi ke sana, Sascha meminta izin terlebih dahulu pergi ke toilet.


“Aku mau ke toilet dulu,” pamit Sascha.


“Kalau begitu rame-rame saja,” ucap Tara.


“Kamu ikut nggak?” tanya Tara ke Dita.


“Ya udah deh. Mumpung masih di sini. Kalau sudah di jalan nggak bisa mengunjungi toilet,” jawab Dita.


Mereka beramai-ramai ke toilet. Saat menuju ke toilet, Risa tidak sengaja melihat Sascha berada di restoran ini. Matanya membulat sempurna karena Sascha diapit oleh Dita dan Tara. Ia menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya apa yang dilihatnya. Lalu Risa mengumpati Sascha dengan memakai nama-nama hewan yang berada di kebun binatang.


“Lu lihat nggak ada Sascha lewat?” tanya Erin yang sempat melihat Sascha.


“Lihatlah... Kenapa emangnya?” tanya Risa yang berlagak.


“Tumben-tumbenan... Si anak miskin itu ke sini,” jawab Dewi.


“Eh... Iya... Gimana kabar Abang lo? Semenjak nikah sama Kinanti adiknya Sascha?” tanya Erin yang penasaran.


“Gue belum tahu kabarnya gimana?” jawab Risa yang membenci Kinanti.

__ADS_1


“Jujur... Gue nyesek lihat Abang lu nikah sama Kinanti,” celetuk Dewi yang memegang sedotan.


“Kenapa emangnya?” tanya Risa lagi.


__ADS_2