Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEJUJURAN RICKY.


__ADS_3

"Oke, gua mau dengerin cerita lu. Kalau lu bohong, lu bakalan habis sama gue," ucap Sascha dengan serius.


"Sumpah... gue nggak akan bohong kalau untuk kali ini. Dan gue tahu lu semua yang udah menghabisi keluarga gue. Setelah selesai cerita semuanya. Gue terima keputusan lu semua," jawab Ricky dengan penuh penyesalan.


Tidak sengaja Dewa melihat wajah Ricky yang penuh penyesalan. Pria itu seakan memiliki beban yang penuh. Diam-diam Dewa seakan terenyuh dengan kehidupan Ricky.


"Kalau begitu ceritalah semuanya. Biar gue tahu masalah lu itu kayak apa?" ucap Sascha yang mengambil keputusan dengan cepat.


"Okelah... Nama asli gue Ricky. Gue memang lahir dari keluarga brengsek. Tapi gue nggak boleh brengsek amat. Gue memang dijadikan boneka untuk memuaskan hawa nafsu kedua orang tua gue. Sejak kecil gue sudah dilatih untuk menjadi pencuri ulung dan penipu. Jujur gue sebagai anak kecil nyesek. Mau nggak mau gue harus menuruti semuanya," ucap Ricky sambil menunduk dengan wajah pucat pasi.


"Lalu, lu ngelakuin itu semuanya?" tanya Dewa.


"Mau nggak mau gue harus ngelakuin itu. Jika tidak Gue dihajar habis-habisan terutama sama papa. Sedari dulu gue nggak pernah tahu Apa pekerjaan orang tua gue. Pas usia remaja, orang tua gue langsung menyuruh terjun. Gue di sana sudah menjadi penipu ulung.banyak sekali orang-orang yang gue tipu hanya demi mendapatkan uang. Waktu semakin berjalan hingga gue dewasa. Sebenarnya gue pengen lepas dari masalah ini. Tapi gue nggak tahu caranya bagaimana? Mama selalu memberikan mata-mata di mana gue berada. Gue pengen jadi manusia normal. Tapi orang tua gue melarang. Sampai terbentuk jiwa gue seperti iblis. Itulah kenapa gue nggak bisa ngendaliin diri gue sendiri. Masalah Kinanti itu bukan dari gue. Lu nggak tau aja sebenarnya. Dia sendiri semenjak sekolah sudah brengsek. Soal gue memutar balikan fakta. Itu salah besar. Kinantilah yang membuat masalah menjadi besar. Gue tahu kesalahannya itu dilemparkan ke gue sendiri. Terus soal membunuh. Gue nggak berani membunuh loh. Jujur... Di dalam hati gue yang terdalam. Gue sayang sama lu. Gue biarin lu hidup dan tertawa terbahak-bahak. Apalagi lu tertawa lepas sama Pak Andika. Itulah kenapa gue angkat tangan jika ingin nyakitin lo. Soal membunuh, Kinanti sudah merencanakan semuanya. Saat SMA Kinanti sudah membuat rancangan demi rancangan agar lo mati dengan tersiksa," jelas Ricky dengan jujur.


Sascha menundukkan kepalanya sambil membiarkan air matanya menetes. Jadi selama ini Kinanti yang selalu dibelanya ternyata menusuk dari belakang.


Kenapa Kinanti menjadi seorang penghianat seperti itu? Padahal SMA dirinya memutuskan untuk ke Jakarta demi mencari uang. Setiap hari ia bekerja siang hingga malam agar Kinanti dapat bersekolah. Namun apa yang didapatkannya?


Sebuah besi api sengaja dilemparkannya ke dalam hati. Jadi selama ini yang menyebarkan fitnah di mata orang tua angkatnya adalah Kinanti.


"Ada lagi satu fakta dari Risa. Diam-diam adikku merencanakan sesuatu agar lo menderita. Dia nggak mau dirinya disamakan sama lu. Tapi mau gimana lagi. Gue lepas tangan juga soal itu. Sifat Risa sama sifat Kinanti sama. Sama-sama memiliki sifat jahat. Sebenarnya gue sudah mencoba menegur berkali-kali. Mereka menyerangku kembali. Apalagi yang namanya Risa mulutnya tambah tajam. Maafkan aku Sascha. Aku nggak berniat nyakitin kamu apa lagi membunuhmu," tambah Ricky.

__ADS_1


"Sekarang gue tanya. Kenapa lu pengen nyerang dan membunuh kakek gue? Padahal kakek gue nggak pernah punya salah sama lu," tanya Dewa.


"Gue tahu kalau lu semuanya lagi liburan ke Tokyo. Gue sengaja menyerang rumah itu dalam keadaan sepi. Lu tahu kenapa Gue nyerang rumah itu? Gue hanya ingin meluapkan emosi untuk terakhir kalinya. Setelah ini gue nggak akan pernah lagi berbuat begitu. Jujur gue juga nggak marah sama kakek lu. Jadi kalau gue salah maafin," jawab Ricky dengan serius.


"Angkatlah kepalamu! Janganlah kamu menunduk seperti itu!" tegas Dewa.


Mau tidak mau Ricky akhirnya mengangkat kepalanya. Pria itu menatap wajah Dewa sambil tersenyum. Dewa yang tidak sengaja melihat Ricky bahagia akhirnya mengambil keputusan.


"Lu maunya apa sekarang? Kalau lu mau jadi orang baik, gue lepasin. Kalau lu jadi orang jahat. Terpaksa gue akan menghabisi lo!" tegas Dewa.


"Gue pengen menjalani hidup seperti manusia normal lainnya. Tapi sekarang nyawa gue berada di ujung tanduk. Lu mau bunuh gue silakan. Gue ikhlas kok pergi dengan cara yang kejam seperti itu. Anggap saja itulah karma yang sudah gue tuai," balas Ricky.


"Gue sudah janji sama yang di atas bagaimana keputusan lo. Gue pengen pulang ke Indonesia dan bekerja selayaknya manusia normal lainnya. Selain itu gue pengen mencari seseorang untuk dijadikan seorang Istri," pinta Ricky yang benar-benar ingin menjadi orang baik.


"Kalau begitu kita akan membuat perjanjian! Lu harus tanda tangan di kertas putih. Jika lu Sudah menandatangani surat itu. Gue melepaskan lu begitu saja. Kalau lu berbuat onar. Kemungkinan besar hidup lu nggak akan aman lagi. Karena surat putih itu akan aku sahkan mata hukum dua negara ini," jelas Dewa yang membuat Ricky menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.


Akhirnya Dewa melepaskan Ricky dengan satu persyaratan. Persyaratan itu buat Dewa tidak main-main. Akan tetapi buat Ricky adalah beban besar. Memang sebelum kematian keluarganya itu, Ricky sudah berjanji di dalam hatinya untuk berubah. Dirinya tidak mau mengikuti jejak kedua orang tuanya dan adiknya itu.


"Rencana lu apa sekarang?" tanya Sascha.


"Gue pengen kerja dan nyari jodoh. Gue juga tidak akan tinggal di Jakarta lagi.gue akan tinggal di tempat lain supaya nggak bisa ketemu sama lu lagi," jawab Ricky.

__ADS_1


"Lu bodoh ya jadi orang. Kalau gitu gue kasih pekerjaan sama lu. Tapi lu harus janji sama gue. Jangan berkhianat sama gue lagi," ucap Dewa.


"Gue nggak mau berhubungan dengan lu semuanya. Nanti dikira gue jadi benalu buat lo," ujar Ricky.


"Apa susahnya menerima permintaan suami gue?" tanya Sascha. ''Lo tinggal kerja saja dan mencoba peruntungan di bidang lain."


"Gue malu sama lu semuanya. Meskipun kalian disakiti. Tapi lu semua masih mau menerima orang kayak gue seperti ini," jawab Ricky secara blak-blakan.


"Ngapain malu sama lu? Lu takut dicibir sama semua orang?" tanya Dewa.


"Gue punya masa lalu yang kelam. Gue nggak mau semua orang melihat masa Lalu gue kayak gimana. Biarkanlah gue berkembang sendiri apa adanya," sahut Ricky.


"Lu jadi orang jangan malu-maluin deh. Lu sudah memiliki tinta merah di dunia bisnis. Apa salahnya lu terima permintaan gue. Gue yakin lu belum memiliki dana secukupnya untuk hidup beberapa bulan ke depan," kesal Sascha.


"Gue malu," ujar Ricky.


"Ya udah deh jalan tengahnya lu mau apa? Lu mau buka usaha? Atau Lu kerja di tempat lain?" tanya Dewa.


"Gue pengen membuka usaha catering. Sedari dulu gue sudah memiliki hobi memasak," jawab Ricky.


"Apa gue nggak salah dengar?" tanya Dewa sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2