
"Kenapa menolak hadiah pertama papa? Apakah kalian tidak suka?" tanya Devan.
"Aku suka pa. bahkan aku berencana ingin berbulan madu ke sana," jawab Dewa dengan nada sedih.
"Lalu?" tanya Devan sekali lagi
"Aku akan pergi ke Nganjuk untuk menemui Bu Nirmala," jawab Dewa.
"Bukannya kamu sudah mengundangnya?" tanya Devan.
"Aku sudah mengundangnya. Selesai Timothy memberikan aku sebuah amplop. Aku mendapatkan telepon dari pihak kepolisian. Bu Nirmala meninggal dunia," jawab Dewa.
Beberapa saat kemudian datang Leo dengan wajah pucat. Ia segera mendekati Dewa sambil menyodorkan tabnya di atas meja.
"Lihat berita dulu," pinta Leo.
"Ada apa?" tanya Sascha yang melihat Leo pucat.
"Coba baca dulu berita itu!" titah Leo.
Sascha akhirnya meraih tab itu dan melihat berita tersebut. Matanya membulat sempurna dan wajahnya berubah menjadi pucat. Ia sedang melihat berita tentang kematian ibu Nirmala.
"Ini nggak benerkan?" tanya Sascha.
"Apa tadi sudah mengecek semuanya. Aku melihat berita itu dengan benar. Bu Nirmala dibunuh oleh Kinanti anaknya sendiri. Polisi sekarang masih memburu Kinanti," jawab Leo.
"Semalam aku video call-an sama ibu Nirmala. Para mama juga ikutan gabung. Kami mengobrol dan bercanda. Terus pagi tadi juga Aku sedang berbalas pesan sama bapak juga. Aku tidak percaya berita ini. Mungkin saja berita ini adalah hoax," jelas Sascha.
"Memang benar itu beritanya. Jika kamu ke sana aku juga ikut. Ibu Nirmala sangat baik sekali kepadaku. Bahkan sering menolongku ketika aku di sana," pinta Leo lagi.
"Kami akan berencana ke sana. Untuk mengecek berita tersebut. Aku juga mendapatkan telepon dari kepolisian namanya Adi. Adi juga mengatakan hal yang sama," balas Dewa yang membuat Devan terkejut.
__ADS_1
"Apakah itu benar?" tanya Devan.
"Iya itu benar. Bu Nirmala sudah meninggal. Yang aku cek beritanya, kalau Bu Nirmala dibunuh oleh Kinanti," jawab Leo.
Para petinggi D'Stars Inc juga mendapatkan berita yang sama. Mereka menghampiri Dewa dan memandang wajah Sascha. Salah satu dari mereka berkata, "Aku ingin ikut ke Nganjuk. Aku juga ingin memastikan berita itu. Aku takut berita itu adalah hoax."
"Apakah kalian ikut bersama kami?" tanya Sascha.
"Iya kami akan ikut bersamamu," jawab Bima.
"Kalau begitu siapkan aku pesawat jet!" perintah Dewa.
Di saat semua pada ribut, Chloe dan Gerre mendekati mereka. Kemudian Chloe masuk ke dalam kerumunan dan melihat Sascha.
"Ada apa?" tanya Chloe.
"Anu Ma, ibu yang merawatku telah meninggal hari ini. Aku membatalkan rencana bulan maduku bersama Kak Dewa sekarang," jawab Sascha.
"Iya ma... Ibu sudah tidak ada di dunia ini. Jujur aku sangat merindukannya. Kata Kak Dewa, Kak Dewa Sudah mengundangnya. Tapi kenapa bukan mereka datang, malah bencana seperti ini datang. Ijinkanlah aku datang ke rumah duka," jawab Sascha yang memeluk Chloe sambil menangis diam-diam.
Jujur, Sascha sangat terpukul sekali. Hari ini adalah hari bahagianya. Namun di sisi lain hari ini juga adalah hari berduka cita. Ibu yang telah merawatnya hingga dewasa seperti ini sudah meninggal.
Chloe langsung memeluknya dengan erat. Ia juga merasakan kalau dirinya sedang bersedih. Belum sempat mengucapkan terima kasih dan memberikannya hadiah, sang malaikatnya telah pergi.
Siang ini juga, mereka meninggalkan Jakarta untuk menuju Surabaya. Dewa sudah berkoordinasi meminta perusahaan cabang mempersiapkan bis. Dewa meminta para petinggi di bawah ke Nganjuk.
Nganjuk Jawa Timur.
Kurang lebih satu jam, jet pribadi milik Dewa mendarat dengan mulus di bandara Juanda. Mereka segera turun dan meninggalkan area apron.
Saat berjalan Teguh sang sopir sudah menunggunya di pintu keluar penjemputan. Sascha sudah tidak kuat lagi untuk menuju ke sana.
__ADS_1
Hatinya hancur dan mengingat kebaikan sang ibu angkatnya. Tiba-tiba saja dirinya mengingat berita yang diberikan oleh Leo. Jika benar Kinanti yang melakukannya, kemungkinan besar dirinya sudah tidak mau membantu lagi.
Saat melalui jalur VIP, Sascha teringat dengan kenangan indah bersama sang ibu melewati jalur ini. Kenangan demi kenangan tersirat indah dan tidak dapat dilupakan.
Kenangan itu adalah di mana dirinya yang mau melakukan wisuda. Ia mendapatkan reward dari Bima untuk meminjam jet pribadi perusahaan. Jujur saat itu dirinya sangat malu. Dalam hatinya Kenapa sih kok pinjam jet pribadi perusahaan?
Bima sengaja meminjamkan hanya untuk menjemput kedua orang tuanya itu. Yang dipinjam oleh Sascha sebenarnya milik Dewa pribadi. Sepanjang perjalanan, Ibu Nirmala sangat kesal terhadap Putri angkatnya itu.
Bisa-bisanya Sang Putri angkat meminjam jet pribadi perusahaan? Dirinya juga tidak tahu mengapa bisa meminjam jet itu. Namun bagi ibu Nirmala hal itu menjadi kebanggaan tersendiri.
Diam-diam Bu Nirmala mencatat cerita ini di satu buku diary. Betapa bahagianya saat itu dengan wajah cemberutnya. Tapi bagi Sascha, Bu Nirmala harus merasakan naik pesawat pertama kalinya.
Di dalam pesawat Bu Nirmala mendapatkan perlakuan istimewa. Begitu juga dengan Sascha, dirinya juga mendapatkan perlakuan yang baik.
Setelah keluar dari jalur VIP, mereka langsung menuju ke pintu keluar. Di sana sudah ada bis besar sedang menunggunya. Sascha hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Bagaimana bisa sang suami memberikan kejutan seperti ini? Bukankah kita akan pergi ke rumah duka? Lalu kenapa dirinya mendapatkan kendaraan sebesar ini?
"Kak," panggil Sascha.
"Iya, ada apa?" tanya Dewa.
"Kita kan nggak safari?" tanya Sascha balik.
"Kita memang nggak safari. Kita akan berkunjung ke rumah Ibu Nirmala. Aku membawa seluruh teman-temanku ke sana. Untuk menghormati kepergian Ibu Nirmala. Bagi mereka Ibu Nirmala adalah wanita yang sangat baik sekali," jawab Dewa.
Yang dikatakan Dewa adanya. Seluruh petinggi perusahaan sangat mengagumi Ibu Nirmala. Setiap main ke sana selalu disuguhi dengan sayur lodeh. Mereka sangat menyukai menu itu. Makanya mereka selalu request jika ke sana untuk makan menu itu.
Lalu bagaimana dengan Sascha? Sascha saat beruntung sekali memiliki teman yang baik seperti ini. Bahkan dirinya sangat terhormat sekali, jika mereka berkunjung.
Meskipun Kinanti membencinya, para petinggi itu pun sudah tahu. Mereka tidak ambil pusing dengan omongan Kinanti. Sebab jauh-jauh hari Sascha sudah memberitahukan semuanya. Alhasil mereka sudah tidak kaget lagi.
Bagaimana dengan Chloe dan Gerre? Jujur mereka juga terkejut. Mereka ingin berkunjung ke sana namun belum sempat. mereka disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk. Apalagi ditambah dengan berita-berita miring tentang ahli waris. Mau tidak mau mereka fokus pada keadaan Sang Putri.
__ADS_1
Lalu, bagaimana dengan keadaan Devan dan Tara? Sepasang suami istri itu sudah mengenalnya jauh-jauh hari. Mereka sangat bangga kepada Bu Nirmala. Wajah lembutnya bisa meleduhkan jiwa Sascha. Setelah mengetahui kalau Sascha bukan anaknya Bu Nirmala, Tara tidak memperdulikan itu. Malahan Tara sangat menyayanginya.