Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
DISKUSI.


__ADS_3

"Entahlah... Kalau begini Aku mengantuk sekali," ucap Kobe sambil menahan kantuk.


"Pergilah tidur. Nanti kalau kakek bangun biar aku yang bangunkan," ujar Dewa.


"Nggak jadi tidur deh. Ujung-ujungnya pas waktu tidur kakek bangun," sahur Kobe yang malas tidur.


"Ada yang harus aku bicarakan sama kamu," ucap Sascha.


"Apa itu?" tanya Kobe sambil memandang wajah Sascha.


Sebelum berbicara Sascha memutuskan untuk duduk di hadapan Kobe. Begitu juga dengan Dewa duduk di samping Sascha. Kemudian Taro sekilas menatap Sascha dan melanjutkan permainan gamenya.


"Kamu tahu kan siapa musuh bebuyutan aku sekarang?" tanya Sascha ke Kobe.


"Jaya ataupun Risa," jawab Kobe dengan jujur.


"Kalau Jaya Aku tidak pernah menyuruhnya berperang kepadaku. Kalau Risa dia adalah musuh bebuyutanku sekarang. Dia ingin membunuh kakek Aoyama. Aku nggak tahu, dendam apa yang ada di dalam hatinya untuk menghabisi kakek? Inilah yang membuat aku bertanya-tanya dalam hati. Jika Risa sampai melakukannya, maka aku orang yang pertama membunuhnya. Aku sudah tidak peduli lagi dengan namanya persahabatan. Persahabatanku hancur karena dia. Ditambah lagi dengan kelicikan yang membuat seluruh orang menginjak-injakku," jelas Sascha.


Kobe teringat akan perlakuan Risa terhadap Sascha. Jujur kok bisa geram akan perlakuannya itu. Secara tidak langsung Risa sudah mengibarkan bendera peperangan. Mau tidak mau Kobe juga harus turun tangan soal itu.


"Kenapa Risa ingin membunuh kakek?" tanya Kobe.


"Aku nggak tahu itu," jawab Sascha. "Kenapa Risa ingin membunuh kakek? Apakah ada dendam di dalam hati Risa?"

__ADS_1


"Tenanglah... nanti aku suruh jam ada untuk mencari informasinya terlebih dahulu. Jujur kakek orangnya ramah pada setiap orang. Sering sekali kakek tersenyum manis dan menatap wajah orang itu penuh hangat. Jika Risa sampai membunuhnya, akulah orang pertama yang menghabisi keluarganya. Aku tidak akan membiarkan seluruh keturunan-keturunannya hidup di dunia ini. Saya dari dulu kamu berteman sama dia aku malah nggak suka. Aku lebih baik pilih sendiri ketimbang memiliki teman seperti dia," kesal Kobe.


"Semuanya nggak jadi masalah soal berteman atau enggak? Aku memang salah pilih teman. Aku lihat orangnya sangat manis dan baik hati. Ternyata diam-diam Risa bisa menikam jantungku lebih dalam lagi," ujar Sascha.


"Kalau begitu syukurlah. Aku harap kamu tidak usah berteman lagi dengan Risa. Hubungan kalian itu toxic. Jadi Risa itu hanya manfaatin kamu untuk diinjak-injak," kesal Dewa.


"Aku sendiri juga nggak ambil pusing kok soal itu. Kenapa juga harus ngurusin Risa terus-terusan? Aku sudah punya keluarga, menjadi istri dan sebentar lagi menjadi seorang ibu. Pekerjaanku semakin banyak nanti. Belum lagi aku dinobatkan sebagai ahli waris. Cepat atau lambat hidupku akan semakin rumit," Sascha berkata jujur akan kehidupannya setelah ini.


"Kesel juga menjadi dirimu. Kenapa nggak dari dulu kamu nggak usah berteman sama Risa sialan itu?" Kesal Taro karena tahu Sascha berteman dengan Risa.


"Yang namanya aja cobaan demi cobaan. Mana tahu aku cari dan memilah-milah teman. Aku sadar saat itu orang miskin. Mencari teman khususnya yang baik hati dan mau berteman. Tapi setelah itu aku terkena tipu sama Risa. Memang itu Risa adalah wanita iblis yang pernah aku temui. Ditambah lagi hubunganku sama Jaya renggang. Setelah aku menolak Jaya sebagai suamiku. Risa mamas-manasi Jaya agar terus membuat quotes tentang aku yang isinya menyindir. Padahal aku saat itu sudah tidak apa-apa," jelas Sascha.


"Cek email kalian masing-masing!" perintah Taro.


Kemudian mereka mengecek email masing-masing dan mendapatkan sebuah informasi tentang Risa. Informasi tersebut mengatakan memang bisa berencana ingin membunuh kakek Aoyama dengan alasan yang tidak masuk akal. Setelah itu mereka saling memandang dan menggelengkan kepalanya secara serempak. Karena alasan itulah yang membuat mereka tidak percaya sama sekali. Jujur mereka sangat geram dan ingin menghukum Risa saat ini juga. Untung saja Taro sang pria paruh baya itu pun menghentikan aksi mereka agar tidak berbuat anarki terlebih dahulu.


"Ini tidak bisa dibiarkan paman," ucap Kobe.


"Memang tidak bisa dibiarkan. Kalau kita berbuat anarki terlebih dahulu, maka kita yang akan mendapat kesialan bertubi-tubi. Kamu tahu kan siapa Risa sebenarnya?" tanya Taro.


"Aku nggak tahu siapa Risa sebenarnya. aku juga tidak ingin tahu kehidupan Risa hingga mendalam. Jadi aku membiarkannya dan jangan pernah merusak hidupku lagi," jawab Sascha.


"Maksudku bukan itu lagi. Maksudku adalah Kenapa Risa bisa menjadi seperti itu? Kamu harus tahu fakta sebenarnya. Risa itu adalah seorang psikopat yang terkenal di daerah Asia. Namanya bukan bisa kalau di jalanan," Taro berkata jujur siapa Risa sebenarnya.

__ADS_1


"Benar-benar aneh. Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana kalau kita menjebak Risa?" tanya Sascha dengan serius.


"Idemu sangat bagus sekali. Kalau begitu bagaimana caranya kita menjebak Risa?" tanya Taro.


"Di sini ada yang jual boneka yang berbentuk manusia?" tanya Sascha yang membuat Dewa bingung.


"Ada," jawab Kobe.


"Memangnya untuk apa? Kamu mau ngapain sih sebenarnya?" tanya Dewa.


"Bisa nggak orang itu membuat replikanya dengan wajah kakek dalam waktu sehari. Atau enggak dua jam atau tiga jam saja. Soalnya ini sangat penting sekali. Cepat atau lambat ris akan ke sini. Bagaimana menurut kamu?" tanya Sascha.


"Aku tahu arahmu mau ke mana," jawab Dewa sambil tersenyum manis.


"Ya... Itulah yang aku maksud. Mas Kobe nggak tahu ya mau ke mana arahku?" tanya Sascha.


"Jangankan Kobe... Aku sendiri saja nggak tahu apa maksudmu?" kesal Taro.


"Begini maksudku. Jadi si kakek, kita pindahkan ke tempat lain. Terus yang tidur di situ adalah bonekanya. Si kakek harus berada di ruangan yang aman. Lalu kita masih berada di ruangan sini. Otomatis kita menjebaknya. Jadi kita bisa menghadapinya sampai mukanya itu rusak. Atau juga terserah kalian deh mau ngapain. Aku hanya menyumbangkan ideku itu. Kalau dibiarkan saja Risa akan membunuh kakek dengan kejam. Apalagi notabennya si Risa itu psikopat. Kalau psikopat sudah mendarah daging di hidupnya, bisa dipastikan dia adalah pembunuh darah dingin. Jadi bagaimana menurut kalian? Atau kita membuat kejutan saja?" tanya saja kepada Dewa.


"Ide kamu bagus juga. kita harus menjebaknya dan memasukkan ke dalam ruangan bawah tanah. Kalau nggak gitu dia akan membuat ulah dengan seenaknya saja. Aku sudah meminta Leo untuk mencari siapa Risa sebenarnya. Kurang lebih dua jam, kita akan mendapatkan jawabannya. Siapa sih aslinya Risa itu? Kok dia berani banget menginjak-nginjak kamu dan menghancurkan kamu begitu saja!" geram Dewa.


"Aku setuju itu. Kita harus gerak cepat agar dia tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimana kalau dia membunuh lagi? Tapi korbannya itu adalah korban lainnya?" tanya Kobe.

__ADS_1


__ADS_2