
"Gue kagak punya uang," jawab Billi yang sudah berkeringat dingin. Billi sangat ketakutan melihat Jaya yang memiliki wajah seram.
"Cih... Enggak punya uang!" sindir Jaya dengan wajah sarkas. "Alasan lu banyak Bil!"
"Beneran gue kagak punya uang," ucap Billi dengan jujur.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Jaya memukul wajah Billi berkali-kali tanpa jeda. Jaya sangat marah terhadap Billi karena selalu menghilang jika sudah jatuh tempo. Ketika memukulnya lagi Risa segera mendekati Jaya dan meraih tangan sang kekasih. Risa menatap wajah Jaya sambil berkata, "Jangan lu lakuin Jaya! Mending kita manfaatin saja!"
"Maksudnya?" tanya Jaya.
"Buat balas dendam ke Dewa dan menguasai D'Stars Inc," bisik Risa.
"Ide lu bagus juga," puji Jaya dengan terkekeh.
"Keluarganya bagaimana?" tanya Risa.
"Urusan lu. Lu kasih saja uang ke mereka. Setelah itu lu buat mereka menderita dengan cara menjadi pembantu lu," bisik Jaya sambil menatap wajah Risa.
"Ide lu bagus juga. Gue akan membuat mereka menderita dengan cara yang tidak wajar," ujar Risa dengan tersenyum smirk.
Hamburg Jerman.
Sascha yang sedang duduk di ruang keluarga sangat bersyukur sekali. Sascha duduk di sofa mewah sambil menikmati buah anggur. Tak lama datang Dewa yang membawa cemilan favoritnya. Dewa segera menghempaskan bokongnya di sofa.
"Sa," panggil Dewa.
"Apa kak?" tanya Sascha sambil tersenyum manis.
"Aku tadi ngobrol sama papa. Papa ingin mengganti nama kamu menjadi Aulia. Tapi ini hanya rencana saja," jawab Dewa.
__ADS_1
"Aku sedang memikirkan itu. Jika aku memakai nama Aulia bagaimana dengan keluarga Billi?" tanya Sascha yang masih trauma terhadap keluarga Billi.
"Kamu enggak usah trauma seperti itu. Aku ingin kamu membalas dendam kepada mereka. Harusnya kamu tahu, kamu adalah putri dari Gerre Atmaja. Gerre tidak pernah takut kepada siapapun," jawab Dewa dengan serius.
"Aku tahu itu. Tapi kakak tahukan kalau keluarga Billi akan memakai segala cara untuk memerasku?" tanya Sascha.
Dewa memegang tangan Sascha lalu matanya menelisik di wajah sang kekasih. Dewa baru sadar kalau Sascha sangat ketakutan dengan keluarga Billi. Setelah itu Dewa mencoba meyakinkan bahwa Sascha tidak boleh takut.
"Kamu enggak boleh takut seperti itu. Kamu adalah Aulia Atmaja. Yang dimana seorang Aulia adalah gadis pemberani. Jika mereka menyerang kamu, kamu bisa memakai kekuasaan papamu. Karena sebentar lagi kamu akan menjadi ahli waris Khans Company. Kamu bisa membalikkan keadaan mereka," ucap Dewa dengan sabar.
"Sekarang kita punya waktu lima tahun. Perbaiki diri dan banyak-banyaklah belajar. Aku akan membimbingmu menjadi wanita tangguh. Satu lagi jangan pernah menyerah dengan keadaan," tambah Dewa yang tersenyum manis.
Sascha sangat bahagia mendapatkan seorang kekasih yang baik. Meskipun mereka baru jadian dalam waktu singkat. Mereka memiliki ikatan batin yang kuat dan memahami satu sama lain. Dewa sangat erat memegang tangan Sascha.
"Jika kakak mengajariku, bagaimana dengan pernikahan ini?" tanya Sascha yang tiba-tiba saja bingung.
"Jangan bingung. Meskipun nanti kita menjadi pasangan suami istri. Aku tetap mengajarimu seperti guru. Karena kamu adalah wanita yang teristimewa," jawab Dewa dengan menyunggingkan senyumnya.
Hati Sascha meleleh dengan cepat. Entah memakai formula apa Dewa bisa melelehkan hati Sascha seperti es krim. Dewa akan mensupport Sascha hingga menyembuhkan berbagai trauma terhadap Billi.
"Boleh. Setelah sembuh," jawab Dewa yang akan teringat akan Kinanti. "Tapi kamu harus berhati-hati juga dengan Kinanti."
"Apa itu?'' tanya Sascha.
"Aku mempunyai firasat yang tidak enak jika kamu kembali ke sana," jawab Dewa.
"Hmmp... Aku enggak bisa dendam sama Kinanti kak. Dia juga adik angkatku," ujar Sascha dengan lembut.
"Aku enggak setuju jika Kinanti kamu angkat sebagai adik. Kamu tahu Kinanti sangat kejam sekali. Bahkan suaminya ingin menghabisi kamu," kesal Dewa yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Kinanti yang sangat buruk sekali terhadap Sascha.
Dewa sangat marah dan jengkel terhadap Kinanti. Bagaimana bisa Kinanti memperlakukan Sascha seorang pembantu? Dewa tidak membiarkan hal itu terjadi. Karena bagi Dewa, Sascha adalah seorang putri.
"Kamu tahu siapa suami Kinanti?" tanya Dewa.
"Ricky Maulana," jawab Sascha yang bingung dengan pertanyaan Dewa.
"Ricky adalah kakaknya Risa. Yang dimana Risa merebut Billi dari tanganmu," jawab Dewa yang menjelaskan siapa itu Ricky.
__ADS_1
Mata Sascha membulat sempurna. Sascha baru mengetahui kalau Ricky adalah keluarga dari Risa. Sascha menggeleng tidak percaya.
"Aku tidak percaya itu," jawab Sascha dengan lemah.
"Terserah kamulah. Aku hanya memberitahukan kepada kamu," sahut Dewa memandang Sascha dengan serius.
Dewa tahu kalau Sascha sangat terkejut dengan fakta yang sesungguhnya. Pas pernikahan Kinanti dan Ricky, Sascha tidak datang karena pergi ke Toronto. Disana Sascha didaulat Dewa untuk menemani menggaet investor.
"Aku enggak datang saat pernikahan Kinanti," ucap Sascha dengan lemah.
"Ya aku tahu. Aku memang mengajakmu ke Ontario untuk menarik investor dari Kanada," jawab Dewa sambil mengelus rambut Sascha dengan lembut. "Jika kamu disana juga enggak bakalan bahagia. Kinanti akan mencak-mencak jika kamu ada."
"Benar juga sih," balas Sascha tersenyum manis.
"Kalau begitu jangan bersedih lagi. Jangan terlalu dipikirkan soal itu," pesan Dewa.
"Kenapa Kinanti menikahi Ricky ya?" tanya Sascha dengan serius.
"Ini analisa aku ya. Pernikahan Kinanti adalah campur tangan dari Risa. Risa menyuruh Ricky untuk menikahi Kinanti agar leluasa untuk menyakitimu secara fisik dan verbal. Diam-diam Ricky sangat menginginkan kematian kamu. Karena Ricky dipengaruhi oleh Risa."
"Maksudnya dipengaruhi?" tanya Sascha yang tidak paham apa maksudnya.
Sascha semakin bingung dengan Ricky. Kenapa Ricky sangat tunduk kepada Risa? Bukankah Ricky adalah kakak kandung Risa? Bagi Sascha ini sangat aneh sekali.
"Kak, aku enggak ingin mencampuri urusan rumah tangga Kinanti ya. Kok aku jadi penasaran dengan Ricky," kata Sascha yang penasaran dengan Ricky.
"Ini juga berkaitan dengan Pak Andika dan Bu Nirmala. Aku masih mencari jawaban ini dan mengurainya satu persatu," ujar Dewa dengan lemah.
Jujur saja Dewa juga bingung dengan Ricky. Bisa-bisanya Ricky menikahi Kinanti. Sebenarnya Dewa ingin menghentikan pernikahan Kinanti. Namun Dewa tidak melakukannya. Dewa akan mendapatkan makian dari Kinanti.
Sascha memegang wajah Dewa dan merasakan ada bulu-bulu halus di pipinya. Sascha terdiam sambil menggelengkan kepalanya, "Aku rasa ada yang tidak beres dengan pernikahan Kinanti."
"Kamu enggak bakalan bisa menyelamatkan Kinanti. Kamu tahu sendiri tabiat Kinanti bagaimana? Jika kamu cerita tentang siapa Ricky pasti Kinanti akan muram dan memakimu. Kamu bakalan kalah sama dia. Aku enggak mau itu terjadi pada dirimu yang selalu terluka. Mulai sekarang kamu menjalani hidupmu dengan normal. Kamu sudah memiliki hidup. Janganlah menjadi wanita lemah," saran Dewa yang diberi anggukan kepada Sascha.
Beberapa saat kemudian ponsel Sascha berbunyi. Sascha segera melepaskan Dewa dan meraih ponselnya. Matanya membulat sempurna karena melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Entah kenapa perasaan Sascha tidak enak.
"Siapa?" tanya Dewa yang menatap Sascha dengan curiga.
__ADS_1