Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KESALAHAN TIMOTHY.


__ADS_3

“Nggak jadi nanya dech,’ jawab Timothy.


“Oh.. iya... katanya Kak Timothy membawa pesananku?” tanya Sascha.


“Ada itu di dalam mobil. Mereka sangat menikmati perjalanan dari pelabuhan menuju ke sini. Mereka sangat tenang dan tidak membuat kegaduhan di dalam mobil,” jawab Timothy.


“Kakak pesan dimana?” tanya Sascha yang sangat bahagia menyambut kedatangan kedua anjingnya itu.


“Aku pesannya di pengawal Black Tiger yang mengerti jenis anjing. Kamu bisa melihatnya sekarang. Aku harap kamu menyukainya,” jelas Timothy.


Sascha menganggukkan kepalanya lalu sangat tertarik untuk melihat anjing yang akan dirawatnya itu. Dengan antusiasnya Sascha meminta kunci mobil dan Timothy langsung memberikannya.


Sascha berdiri menuju ke mobil SUV hitam itu dan membuka pintu belakang. Ia tersenyum karena tidak sabar inign melihat kedua anjing itu.


“Rasanya aku sudah tidak sabar lagi untuk melihatnya,” celetuk Sascha.


Saat dibuka Sascha terkejut dan melihat kedua anjing itu langsung menutupnya kembali. Ia tidak menyangka kalau kedua anjing itu ternyata bukan pesanannya.


Tidak sengaja Dewa melihat sang istri yang tiba-tiba saja terkejut. Ia mengerutkan keningnya sambil berdiri dan mendekatinya, “Ada apa sayang?”


“Rasanya Kak Timothy salah pesan anjing dech?” tanya Sascha.


“Maksudnya apa?” tanya Dewa.


“Kemarin aku pesan Golden Retreiver dan Husky Siberian,” jawab Sascha. “Lalu kenapa yang datang mirip sekali dengan anjing milik papa?”

__ADS_1


Dewa membuka pintu itu lalu melihat kedua anjing yang masih tertidur. Ia mengerutkan keningnya sambil tersenyum sambil berkata, “Aku tidak menjadi masalah jika mereka yang datang.”


“Maksud kakak apaan? Aku tidak ingin memiliki anjing itu,” tanya Sascha yang sedikit kecewa.


“Timothy!” teriak Dewa.


“Ada apa?” tanya Timothy yang segera mendekatinya.


“Istriku meminta anjing Golden dan Husky? Kenapa yang datang anjing jenis Boerboel dan German Sheperd?” tanya Dewa yang sengaja membuka pintu mobil itu.


“Hehehe... aku lupa jenisnya yang kamu sebutkan kemarin. Aku memang sengaja mengambilnya di kandang yang berada di markas pusat. Mereka masih anak-anak kok,” jelas Timothy.


“Kamu mengambil mereka dari ibu-ibunya ya?” tanya Dewa yang menatap Timothy.


“Meskipun masih anak-anak, janganlah kamu pisahkan mereka dari induknya. Mereka sedang membutuhkan kasih sayang cukup. Mereka belum berhak berpisah untuk selamanya,” ucap Dewa yang memberitahukan agar kedua anjing itu tidak boleh menderita. “Kalau seperti ini kita terpaksa merawatnya.”


“Memangnya jenis apa ini kak?” tanya Sascha sambil memegang kepala mereka.


Untung saja kedua anjing itu tidak berontak dan menggigit. Mereka sangat tenang ketika Sascha mengelus-elusnya. Hal ini membuat Dewa sedikit lebih tenang dan tidak marah lagi.


“Mereka adalah anjing paling galak sedunia. Aku tidak tahu bisa membawanya ke Amerika lagi,” ucap Dewa.


“Ngapain mereka harus ikut ke Amerika?” tanya Timothy.


“Beberapa hari lagi kita akan pergi ke Amerika untuk mengurus Khans Company,” jelas Dewa. “Setelah itu aku akan membawanya ke Jepang. Aku memang sengaja membawanya. Karena kita harus berkenalan lebih dalam lagi,” jawab Dewa.

__ADS_1


“Itu ide yang sangat bagus sekali. Ketika berada di Amerika aku akan mengajak Peter untuk mengurus kesehatan mereka,” ucap Timothy.


“Pastikan mereka baik-baik saja!” perintah Dewa.


“Apakah kamu mau menerima mereka?” tanya Dewa yang matanya menuju ke Sascha.


“Ya... aku mau. Mereka sangat lucu sekali. Aku harap bisa merawatnya dengan baik sekali,” jelas Sascha yang membuat Dewa tersenyum manis.


“Berhubung Sascha mau merawat ini. Untuk kali ini aku maafkan kamu,” kesal Dewa.


Timothy hanya menganggukkan kepalanya. Ia mengaku lega karena luput dari hukuman yang diberikan oleh Dewa. Ia juga beruntung tidak keluar uang banyak untuk membeli anjing seperti ini.  Disisi lain, kedua anjing itu sangat tenang sekali ketika bersama Sascha.


“Turunkan saja kak. Aku tidak akan menolaknya dan akan menerima mereka dengan senang hati,” pinta Sascha.


“Enggak apa-apa nich?” tanya Timothy.


“Sudah tidak apa-apa. Aku juga tidak akan marah. Sebenarnya aku inign sekali memiliki anjing seperti ini. Mereka sangat gagah dan seksi untuk sesuai anjing seperti ini,” jawab Sascha.


“Lebih baik kamu enggak boleh jalan sama mereka,” ucap Dewa yang mulai murung karena Sascha sedang memuji kehebatan kedua anjing itu.


“Hmmp... sepertinya kakak cemburu sama mereka,” keluh Sascha yang menggelengkan kepalanya karena kelakuan Dewa.”


"Aku tidak cemburu,” sahut Dewa yang membantah Sascha.


“Lalu apa kalau kamu kesal ketika aku mengelus-elusnya seperti ini?” tanya Sascha.

__ADS_1


__ADS_2