Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BERTEMU DENGAN THEODORE YI.


__ADS_3

"Masalah konyol sekali. Kakak pasti tertawa jika mendengarnya,'' jawab Sascha.


"Apa itu?" tanya Dewa yang semakin penasaran.


"Hanya karena menumpahkan air ke meja kerja bos mereka di pecat,'' jawab Sascha. "Jika aku memiliki bos seperti itu kemungkinan besar kusiram pake air satu ember sekalian.''


"Apa?" tanya Dewa.


"Itu tidak sengaja,'' jawab Sascha.


"Aku ingin gedung ini direnovasi supaya menjadi lebih modern,'' pinta Sascha.


"Ada lagi?" tanya Dewa.


"Aku berencana ingin menyewakan gedung ini ke perusahaan yang membutuhkan tempat untuk berkembang dengan harga di bawah standar,'' jawab Sascha.


"Ada lagi?" tanya Dewa lagi.


"Aku ingin melihat keseluruhan gedung ini. Jika ada yang perlu aku perbaiki akan kulakukan. Aku akan mensejahterakan para karyawan di sini. Aku juga akan melihat pekerjaan orang-orang yang dipecat dengan alasan konyol. Sangking konyolnya mereka dimasukkan ke dalam penjara,'' jawab Sascha yang memiliki banyak rencana.


"Terserah kamu. Aku hanya ikut saja apa kau kamu,'' ucap Dewa dengan pasrah.


"Jadi kakak pasrah dengan keputusan aku?" tanya Sascha.


"Aku tidak pasrah. Keputusan kamu sangat tepat untuk masa depan perusahaan. Jika kamu tidak mengambil keputusandengan langkah tepat dan cepat maka perusahaan ini akan hancur seperti debu,'' ucap Dewa.


"Baiklah kalau begitum. Aku akan melakukannya. Jika aku salah sangka maka kakak yang akan memberitahukan ke aku,'' jawab Sascha


"Itu pasti,'' balas Sascha.


Goerge yang berada di belakang mereka tersenyum manis. Bagaimana tidak otak Sascha langsung bekerja ketika menginjak perusahaan untuk pertama kalinya. Goerge sangat salut sekali dengan kecerdasan Sascha. Diam-diam Goerge mendoakan hubungan mereka agar langgeng. Bahkan ia berharap Dewa tidak akan melepaskan Sascha. Jika Dewa sampai melepaskan Sascha akan berakibat fatal. Banyak pria yang berada di luar sana sangat menginginkan Sascha menjadi istrinya.


Sebelum masuk ke dalam lift Sascha melihat tab untuk mengetahu dimana letaknya kantor CEO. Setelah mengetahuinya Sascha menyuruh mereka masuk. Sementara di ruangan CEO Theodore sangat stres karena tempat yang didudukinya akan berpindah ke tangan Sascha. Namun ia tidak tahu siapa Sascha. Kemungkinan besar ia akan mencibir Sascha dan menjatuhkan harga dirinya.


"Argh!" teriak Theodore.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Rosita yang baru saja datang.


"Mereka akan datang untuk merebut kursi CEO ini,'' jawab Theodore panik.


"Sang pemilik baru. Baguslah. Kita akan bermain licik,'' ucap Rosita.


BRAAAAAK/.


Sascha sengaja membuka pintu itu secara kasar. Sacha masuk ke dalam dan memandang wajah Rosita dengan wajah menakutkan. Matanya mulai mengincar Theodore seperti kelaparan. Tak lama Sascha tersenyum konyol sambil berkata, "Rupanya kamu ingin bermain licik ya?"


Rosita menatap mata Sascha dengan sorot pembunuh. Ia melipat kedua tangannya di dada dan mulai mengintimidasi Sascha. Akan tetapi Sascha tidak takut.


"Rosita Yi,'' panggil Sascha dingin.


"Kamu mengenalku?" tanya Rosita.


"Kenal,'' jawab Sascha dengan santai.


"Syukurlah kalau begitu. Aku tidak perlu capek-capek untuk mengenalkan diriku kepada kamu,'' jawab Rosita.


"Oh... tidak perlu. Terima kasih nyonya,'' ucap Sascha dengan nada dingin hingga membuat para penghuni di sini kedinginan.


"Ada apa?" tanya Sascha yang masih memandang wajah Rosita.


"Jangan kamu menebarkan salju di sini. Kamu tahu aku hampir saja kedinginan,'' kesal Dewa.


"Oh... Baiklah. Aku akan menggunakan salah satu cakra yang berada di dalam hatiku yaitu api membara yang akan membakar mereka dengan cepat,'' celetuk Sascha yang tersenyum devil.


"Baguslah... pake itu saja,'' ucap Dewa yang memuji Sascha.


"Oke... Rosita Yi seorang penyusup di perusahaan DT Corps yang menempati jabatan terpenting di sana. Tujuannya adalah ingin mencuri uang milik perusahaan hanya untuk menambal perusahaan sang kakak di ambang kebangkrutan. Jika sudah dihitung bisa mencapa dua puluh juta dolar. Kamu sengaja melakukannya karena kepepet,'' jelas Sascha yang membuat Dewa terkejut.


"Apa itu benar?" tanya Dewa.


"Ya... sebenarnya sih uangnya yang diambil lebih dari itu. Ketika aku melakukan penyelidikan Rosita mengambil uang itu sebesar tujuh puluh juta dolar. Dan kakak tahu uang itu masuk kemana? Ke tabungan Theodore Yi. Tapi maaf aku sudah mengambilnya semuanya hingga uang itu tidak tersisa," jelas Sascha.

__ADS_1


"Apa?' pekik Theodore Yi yang mengambil ponselnya.


Theodore segera mengecek beberapa rekeningnya. Namun tidak disangka uangnya habis tidak tersisa. Theodore berdiri sambil mendekati Sascha sambil menunjukkan raut wajah tidak suka.


"Kau!" bentak Theodore.


"Cih... membentak lagi. Aku sungguh sangat bosan sekali. Bagaimana bisa lagi ini mendapatkan bentakan seperti ini?" tanya Sascha.


"Entahlah. Aku takut jika pria tua itu terkena serangan jantung dan lewat begitu saja,'' celetuk Dewa yang menatap Theodore dengan aura pembunuh.


"Gue kok merinding ya?" tanya Sascha yang merasakan ada aura pembunuh.


"Itu auraku. Jiwa iblisku bangkit ketika ada yang mengganggu Tuan Devan,'' jawab Dewa tersenyum manis.


"Untunglah... aku baik-baik saja. Aku tidak terpengaruh dengan jiwa iblis kamu itu,'' ujar Sascha.


"Oh ya... aku lupa mengenalkan diriku kepada kalian,'' ucap Dewa.


"Argh... sial banget ya gue. Gue juga belum mengenalkan diriku kepada kalian,'' ucap Sascha dengan nada menyindir.


"Astaga... ini anak. Baru terjun ke perusahaan sudah kaya gini tingkahnya. Tapi aku sangat menyukainya. Ternyata anaknya Gerre tidak bisa ditindas sama sekali sama orang-orang seperti ini ya. Bagus sayang... maka teruskanlah. Aku yakin kamu tidak akan menyerah pada dua orang gila seperti ini,'' puji Dewa dalam hati.


"Perkenalkan nama aku Aulia Atmaja. Kalian aka tahu siapa keluarga Atmaja? Jika kalian tidak tahu carilah di internet. Aku Serdang malas menjelaskan semuanya tentang Atmaja," ucap Sascha.


Sontak saja mereka terkejut. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan putri Gerre. Ya.. Gerre seorang pengusaha yang berbakat dalam bidang oli dan makanan. Jika mereka ingat kedua perusahaan itu di tangan Gerre bisa menjadi raksasa dalam waktu sekejap. Gerre memiliki otak jenius dan strategi perang yang mumpuni.


"Apakah kamu putrinya Gerre?" tanya Theodore Yi.


"Ya... Aku memang putrinya Gerre Atmaja," jawab Sascha dengan jujur.


Mereka langsung ketakutan dan tidak bisa berkata apa-apa. Jujur mereka tidak mau menyenggol Gerre. Mereka sangat menghormati Gerre sebagai guru besarnya ketika berada di dalam dunia bisnis.


"Jika kamu putrinya Gerre, kenapa kamu ingin sekali mengakuisisi perusahaanku?" tanya Theodore yang memelas.


"Maafkan aku. Kamu sudah bermain api denganku. Mengapa kamu melakukan hal yang tidak boleh dilakukan? Kamu mencuri uang milik perusahaan DT Groups. Yang dimana perusahaan itu milik Tuan Devan," jawab Sascha.

__ADS_1


"Apa hubungannya?" tanya Rosita.


"Kamu enggak tahu persahabatan antara Gerre dan Devan. Mereka memiliki persahabatan yang kental. Dari kecil hingga detik ini. Jika ada yang mengganggu maka salah satu dari mereka turun dan menghabisi sang musuh. Sekarang aku tanya kenapa kamu mengganggu DT Groups? Padahal selama ini DT Groups tidak pernah mengganggu kalian?" tanya Sascha balik.


__ADS_2