Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PENYELIDIKAN DIMULAI.


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Gerre.


"Malam ini aku tidak tidur di mansion. Aku mau menyelidiki DT Inc International. Ada masalah di sana," jawab Sascha.


"Sama siapa?" tanya Gerre.


"Sama Kak Dewa. Kami adalah tim khusus yang ditugaskan oleh kakek untuk menyelidiki perusahaan yang sedang ada masalah," jawab Sascha yang menjelaskan tugas tambahan.


"Berarti seperti penggelepan dana?" tanya Gerre.


"Iya... Kami harus mencari pelakunya. Agar kami bisa mendeteksi kerugian perusahaan," jawab Sascha.


"Sebuah ide bagus. Sepertinya kamu dan Dewa boleh aku pinjam," celetuk Gerre.


"Kamu boleh meminjamnya," sahut Devan.


"Kalau aku enggak mau pa?" tanya Dewa.


"Enggak ada pernikahan!" tegas Gerre.


Glek.


Dewa langsung terdiam dan menatap Sascha. Dewa menatap tajam Gerre sambil menantangnya, "Jika tidak boleh aku akan menculik Sascha."


Gerre memegang kepalanya sambil menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa Dewa mengancamnya. Memang Dewa sekarang menjadi calon menantu kurang ajar. Gerre akhirnya menyerah pada keadaan.


"Kalau begitu ya sudahlah. Memang benar apa yang dikatakan oleh pepatah. Like father like son. Sama-sama gilanya!" geram Gerre.


"Meskipun kamu tidak melepaskan Sascha. Kemungkinan besar aku akan mendukung Dewa,'' sahut Devan. "Karena Sascha adalah aset Nakata Groups International.''


"Aku nyerah jika menyangkut perusahaan,'' ucap Gerre dengan lirih.


Apa yang dikatakan oleh Gerre benar apa adanya. Sascha adalah asetnya Nakata's Groups. Sascha sering didaulat untuk bekerja di jam-jam malam. Begitu juga dengan Dewa, Dewa juga sering ikut misi ini. Bukan karena Sascha, Dewa memang didaulat menjadi tim ketua untuk memimpin.


"Ya... papa juga boleh memanggil kami. Kami siap kapan saja,'' ucap Sascha.


"Bukannya dulu pernah aku tawarin untuk memanggil mereka?" tanya Devan.


"Aku belum mencobanya,'' sahut Gerre.


"Siap-siap... setelah menikah aku akan membobol sistem keamanan data Khans Company,'' celetuk Sascha.


"Apakah kamu bisa?" tanya Gerre yang meremehkan sang putri.

__ADS_1


Gerre belum sepenuhnya percaya kalau Sascha bisa dalam segala bidang. Selain bisa mengurusi keuangan Sascha adalah hacker profesional. Sascha belajar IT dari Leo dan Dewa. Dan Sascha termasuk tim khusus.


"Lakukanlah apa mau kamu. Kamu juga berhak tahu tentang Khans Company,'' pinta Gerre. "Sebelum pergi makanlah terlebih dahulu. Mama kamu sudah masakin makanan favoritmu.''


Sascha menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Mereka akhirnya masuk ke dalam dan menikmati makan malam.


Nganjuk Indonesia.


Bu Nirmala tersenyum sumringah ketika mendapat pesan dari Dewa. Bu Nirmala membaca bolak-balik pesan itu. Satu kata yang dipanjatkan oleh Bu Nirmala adalah rasa syukur yang melimpah.


Beberapa saat kemudian datang Pak Andika dengan wajah sumringah. Pak Andika menghempaskan bokongnya di kursi.


"Bu... Dewa ingin menikahi Sascha. Tapi enggak disini. Dewa akan menikah di negara Jerman,'' jawab Pak Andika.


"Kok jauh sekali ya? Padahal ini berharap mereka menikah di sini,'' jawab Bu Nirmala.


"Mungkin keputusan mereka sih Bu. Kita enggak bisa ngapa-ngapain. Dewa adalah orang berkuasa di Indonesia,'' ucap Pak Andika.


"Apakah bapak marah soal keputusan Dewa?" tanya Bu Nirmala.


"Bisa jadi Dewa menikah dengan Sascha di luar negeri karena ada Billi. Ibu tahukan kalau Billi itu akan bertindak nekat dan mengerahkan keluarganya untuk mengganggu pernikahan mereka dan membuat malu di hadapan para tamu. Apalagi tamu mereka adalah orang penting,'' ujar Pak Andika.


"Oh... ya... beberapa hari lagi Sascha ke Indonesia untuk meninjau pembangunan resort di Labuhan Bajo terus mampir ke sini. Bapak sudah rindu sama Sascha,'' ucap Pak Andika yang menahan rindu.


Dengan langkah cepatnya Kinanti masuk ke kamar. Kinanti meraih ponselnya untuk menghubungi Santi. Namun Santi tidak menjawabnya melainkan sedang berada di dalam kamar hotel bersama om-om tua gendut. Akhirnya Kinanti memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan agar Santi mengetahui kabar pernikahan itu.


Kinanti mencari cara agar pernikahan Sascha sadar. Namun Kinanti sadar kalau Sascha tidak menikah di Indonesia. Lalu ia ingat kalau Sascha akan mampir kesini. Ia segera berpikir untuk menjebak Sascha. Agar Sascha tidak menjadi istri dari Dewa.


"Gue harus memikirkan cara agar Sascha tidak jadi sama Dewa. Gue akan menghubungi Ricky untuk segera pulang ke sini!" geram Kinanti.


Sebelum menghubungi sang suami, Ricky sudah hadir di hadapannya. Ricky segera mendekati Kinanti kemudian memeluknya.


"Ada apa?" tanya Ricky.


"Untung kamu sudah pulang. Aku dapat kabar gembira dari ibu,'' jawab Ricky.


"Kabar apa?' tanya Ricky.


"Mengenai Sascha. Kamu tahukan Sascha kekasihnya Billi. Aku harap kamu paham akan hal ini,'' ucap Kinanti.


"Aku paham. Lalu apa yang harus aku lakukan?' tanya Ricky.


"Apakah kamu mau tidur dengan Sascha?' tanya Kinanti. "Dia masih segel.''

__ADS_1


Mendengar kata segel, Ricky sangat bahagia. Ricky sudah lama tidak merasakan gadis segel. Ricky melepaskan Kinanti sambil memuji kehebatan sang istri, "Tahu saja sih aku rindu pada gadis yang masih segel.''


"Ya tahulah. Kamu akan merasakannya tapi dengan syarat kamu harus melakukannya sendiri,'' ucap Kinanti.


"Ya... iyalah... kamu harus melakukannya sendiri,'' ujar Kinanti.


"Kapan kesini?" tanya Ricky yang bersemangat.


"Beberapa hari lagi. Dia akan meninjau lokasi resort Labuan Bajo,'' jawab Kinanti.


"Kapan dia kesini?" tanya Ricky.


"Entahlah. Sepertinya kamu harus mencari informasi itu sendirian. Sebarin saja informasi itu,'' ujar Kinanti.


"Thank you cantik. Bulan depan aku akan memberikan bonus. Oh... ya... aku lagi kekurangan korban untuk diambil jantungnya. Aku meminta sepuluh orang,'' jawab Ricky yang meminta Kinanti untuk mencarikan korban.


"Selambatnya sepuluh hari dari sekarang,'' ucap Kinanti dengan mata berbinar.


"Aku tunggu di markas!" tegas Ricky.


New York USA.


Setelah menyelesaikan makan malamnya mereka langsung ke kantor. Untung saja Dewa sudah mendapatkan kartu akses berbagai divisi. Begitu juga dengan Sascha yang juga mendapatkannya. Devan sengaja memberikan dua kartu akses agar mereka leluasa keluar masuk tanpa perlu susah payah.


Mereka mulai menuju ke ruangan IT. Di sana mereka bertemu dengan Choi yang sedang asyik bermain game. Pria asli Korea Selatan itu memiliki paras yang tampan. Dia adalah ketua IT di DT Inc.


"Choi,'' panggil Sascha dengan lembut seperti angin namun mematikan.


Sontak saja Choi terkejut dengan panggilan Sascha. Ia segera mengangkat kepalanya sambil menatap Sascha sambil tersenyum manis, "Kak Sascha.''


"Jangan panggil aku kakak. Umurku sama kamu terpaut jauh lima tahun. Kamu lebih tua dari aku,'' decak Sascha dengan kesal.


"Maaf,'' ucap Choi sambil menaruh ponselnya. "Aku kan adik sepupunya Dewa.''


"Enggak perduli itu,'' kesal Sascha.


"Ngapain kakak ke sini?" tanya Choi.


"Kamu pasti tahu tentang penggelapan dana di sini?" tanya Dewa yang langsung to the poin.


Choi menghembuskan nafasnya secara kasar. Choi beranjak dari duduknya sambil memasukkan tangan di kantong celananya.


"Kakak tahu kalau aku dipindah tugaskan oleh Papa Devan?" tanya Choi.

__ADS_1


__ADS_2