
"Itu benar apa yang dikatakan oleh Dewa," sahut Leo yang datang bersama Bima dan Ian.
"Gila juga mereka. Bisa-bisanya mereka membuat rencana besar menghancurkan kita semuanya," kesal Bima. "Untung saja kedua orang tuaku berada di Belanda. Mereka tidak ingin ikut-ikutan tersangkut dalam masalah ini."
"Hanya Ian yang memiliki kedua orang tua tinggal di luar Amerika," jelas Leo.
"Meskipun keluarga kami tinggal di luar Amerika. Si nenek sihir itu telah menghubungi kedua orang tuaku. Dia mengancam kalau Ayah ibuku tidak bergabung dengannya. Maka perusahaan utama akan hancur berkeping-keping," kesal Ian.
"Apakah itu benar?" tanya Devan yang baru saja keluar bersama Gerre.
"Itu bener pa. Aku nggak habis pikir dengan nenek sihir itu. Lama-lama kok semakin ngelunjak," jawab Ian.
"Gimana dengan kedua orang tuamu? Apakah mereka mau bergabung dengan nenek sihir itu?" tanya Gerre yang menatap Ian.
"Mereka memutuskan untuk tidak bergabung dengan nenek sihir itu. Bahkan nenek sihir itu sudah menghancurkan kantor cabang yang berada di New York. Entah ada kekuatan apa? Sini naik sihir itu berhasil menghancurkan perusahaanku dalam waktu sekejap. Aku sendiri masih mencari penyebab utamanya," jawab Ian.
"Biarkan saja hancur. Bagiku itu tidak seberapa. Nanti dia akan hancur berkeping-keping. Karena kesombongan dan ketamakannya yang ingin merebut perusahaan Khans Company," seru Sascha.
__ADS_1
"Ini menyangkut orang banyak. Bagaimana dengan karyawan-karyawati ku yang bekerja di perusahaan tersebut? Apakah aku harus mengeluarkannya terlebih dahulu?" tanya Ian yang tidak menginginkan perusahaannya hancur.
"Akulah pemegang saham terbesar di perusahaanmu. Kamu jangan khawatir akan soal itu. Biarkanlah si nenek sihir itu bersenang-senang dan tersenyum bahagia," sahut Gerre yang mengetahui kegundahan hati Ian.
Malam itu mereka berdiskusi dengan santai. Mereka sedang membuat rencana untuk menghancurkan si nenek sihir itu. Bahkan si nenek sihir itu sudah mengincar nyawa Sascha.
Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya Tommy? Mereka juga bergabung dengan si nenek sihir itu. Bahkan mereka ingin menghancurkan Dewa karena telah memberikan doktrin kepada Tommy. Hal ini sudah dibaca oleh Dewa. Justru Dewa sangat kasihan sekali melihat Tommy yang harus mengikuti kemauan kedua orang tuanya itu.
Setelah menyusun rencana, Dewa sepakat untuk terbang bersama lainnya lusa pagi. Mereka masih memberikan waktu tenggang agar si nenek sihir itu bersenang-senang.
Orang-orang yang bertubuh kekar itu adalah pengawal Black Tiger. Mereka dipimpin oleh Choi untuk mengamankan Tommy. Karena Dewa memiliki firasat, kalau mata-matanya kedua orang tua Tommy mengikutinya.
"Hey," teriak Tommy yang tidak terima diberlakukan tidak enak.
Mereka tidak menghiraukan teriakan dari Tommy. Mereka langsung membawa Tommy ke suatu tempat. Di dalam mobil, Tommy sudah pasrah dengan keadaannya. Mau dibunuh pun Tommy sudah tidak memperdulikan hidupnya.
Di belakang mobil mereka, ada mobil putih yang tidak dikenal. Mobil putih itu mendekati mobil yang ditumpangi oleh Tommy. Namun pengemudi mobil Tommy sangat lihai sekali menyetir. Hingga akhirnya kedua mobil itu saling kebut-kebutan di tol.
__ADS_1
Tommy yang berada di mobil itu kebingungan sekali. Kenapa mobil yang ditumpanginya mengebut dengan sangat parah? Bahkan Tommy berseru agar menjalankan mobilnya dengan santai. Karena dirinya tidak terlalu memperdulikan jadwal terlambat sedikitpun. Prinsip Tommy sendiri agar selamat sampai tujuan. Itulah Tommy yang memiliki hidup sangat santai sekali. Namun soal pekerjaan, Tommy adalah tipe pria pekerja keras.
"Kenapa kalian kejar-kejaran seperti itu?" tanya Tommy yang menatap pria di sampingnya.
"Ada satu mobil di belakang kita yang bercat putih. Mobil itu terus-terusan mengejar kita dari bandara menuju ke tempat tujuan. Makanya Gustave Chang memutuskan untuk mengendarai mobil dengan cara kebut-kebutan," jelas pria itu.
Sontak saja Tommy terkejut sekali mendengar nama Gustave Chang. Ia tidak menyangka kalau dirinya sedang dilindungi oleh Dewa. Tommy sendiri mengetahui siapa itu Gustave Chang?
Gustave Chang adalah bekas pengawalnya dulu. Dewa sengaja memisahkan Tommy dengan pria bertubuh kekar itu. Tommy tersenyum bahagia sambil berteriak untuk melanjutkan kebut-kebutannya. Lalu pria bernama Gustave Chang berteriak dengan kata "Aku akan melakukannya demi nyawamu Tuan Tommy."
"Lalu siapa mereka?" tanya Tommy.
"Mereka adalah mata-mata dari kedua orang tua anda. Mereka sengaja ditugaskan untuk melihat kegiatan anda dan langsung melaporkannya," jawab pria bertubuh kekar itu yang menatap wajah Tommy.
"Kamu?" pekik Tommy.
Pria bertubuh kekar itu tersenyum sambil memandang wajah Tommy. Ia baru saja menunjukkan wajahnya sambil menyapa Tommy, "Iya ini aku. Apakah kamu terkejut dengan semuanya ini?"
__ADS_1