
Dewa akhirnya keluar dari apartemen untuk membeli makan siang. Sementara itu Sascha mengambil ponselnya untuk membaca berita terkini. Ia tidak sengaja melihat sebuah berita bahwa Kinanti tertangkap polisi. Mata Sascha membulat dan melihat Kinanti memakai baju orange. Ia mengerutkan keningnya dan terdiam.
“Ini Kinanti yang mana ya? Kinanti anaknya Bu Nirmala atau orang lain? Kalau Kinanti anaknya Bu Nirmala Bagaimana jadinya? Dalam diam aku sangat sayang sama Bu Nirmala. Maafkan aku Bu tidak bisa pulang lagi ke rumah. Karena aku sudah menemukan keluargaku yang sebenarnya. Jika ada waktu aku pasti mampir ke rumah. Aku berharap bukan Kinanti anak ibu yang tertangkap polisi,“ batin saja.
Sascha sangat bingung sekali dengan berita ini. Entah kenapa hatinya sedih sekali. Jujur setelah bertemu dengan orang tuakandungnya, Sascha jarang berkomunikasi. Ia sangat sibuk sekali mempelajari perusahaan yang akan dipegangnya nanti. Di sisi lain Sascha harus menyiapkan pernikahannya.
Sangking banyak pekerjaannya, Dewa suka protes karena diabaikan. Bukan diabaikan akan tetapi Sascha terlalu fokus dalam belajar. Sedangkan Dewa sangat puas atas kerja keras Sascha. Dewa hanya protes karena sang kekasih melupakan jam makan tiba.
Sembari menunggu Dewa, Sascha memutuskan untuk menghubungi Ibu Nirmala. Sebelum menghubungi Ibu Nirmala, Sascha memijat keningnya dengan pelan. Sascha sangat bingung sekali dengan keadaannya. Ingin sekali dirinya bekerja di Indonesia agar bisa mengunjungi Bu Nirmala setiap akhir pekan. Menurut Sascha hal itu tidak mungkin dilakukan. Cepat atau lambat Sascha akan berkolaborasi dengan Dewa untuk menggabungkan beberapa perusahaan menjadi satu. Ia sangat bingung untuk menjelaskan kegiatannya.
Dahulu Sascha sering bercerita kegiatannya di kantor ke ibu Nirmala. Dengan celotehannya itu membuat Ibu Nirmala bisa tertawa terbahak-bahak. Namun Sascha sudah diperingatkan oleh Gerre agar tidak bercerita ke lainnya. Istilahnya Sascha harus tutup mulut karena ada pergantian generasi selanjutnya.
Sascha akhirnya memutuskan untuk menghubungi Ibu Nirmala. Ia segera menyambungkan sambungan teleponnya ke nomor ibu Nirmala. Beberapa saat kemudian Bu Nirmala pun mengangkat ponselnya. Wanita paruh baya itu langsung menyapa Sascha dengan lembut.
“Halo sayang,” sapa Bu Nirmala dengan lembut.
Seketika air matanya luruh. Sascha benar-benar merindukan Ibu Nirmala. Meskipun tidak ada ikatan darah, ia sangat mencintai ibu Nirmala. Semenjak kepergiannya ke Seoul, ia tidak pernah pulang ke Jakarta lagi. Ini yang membuat dirinya merindukan orang tua angkatnya.
“Ibu gimana kabarnya?“ tanya Sascha.
“Ibu di sini baik-baik saja,” jawab ibu Nirmala
“Maafkan aku Bu. Aku sudah menemukan keluargaku. Aku sudah nggak bisa pulang ke sana. Aku akan kembali ke rumahku sendiri. Karena aku sangat merindukan rumahku. Tapi aku juga merindukan ibu dan bapak," ucap Sascha yang tidak tega dengan keluarga angkatnya itu.
“Ibu paham dengan perasaanmu. Ibu sama kamu sudah berbeda. Dari awal kita bertemu kamu memiliki IQ di atas rata-rata. Ibu tahu kalau kamu bukan anak sembarangan. Ibu selalu berdoa agar kamu bisa ketemu keluarga aslimu,” jelas bu Nirmala.
__ADS_1
“Aku berjanji jika ada waktu dan mampir ke Indonesia akan bermain ke rumah ibu. Apakah ibu di sana tidak mendapat masalah sama sekali?" tanya Sascha.
“Ibu tidak memiliki masalah. Yang memiliki masalah adalah Kinanti. Beberapa hari lalu Kinanti ditangkap polisi karena menjual anaknya Bu Dina ke mami Yanti. Sekarang bapakmu berada di kantor polisi untuk mengurus Kinanti,“ jawab Bu Nirmala.
Jujur Sascha terkejut dengan berita itu keluar dari mulut Ibu Nirmala. Sejenak Sascha terdiam untuk mengambil keputusan. Ketika ia akan mengambil keputusan, ia teringat pada Dewa. Hingga akhirnya Sascha akan bercerita ke Dewa. Setelah itu Sascha mengajak berbicara kepada ibu Kinanti. Mereka berdua tertawa mengingat momen lucu bersama-sama.
Tak selang beberapa lama Dewa datang dengan membawa lima bungkus makanan. Ia menaruhnya di atas meja sambil menatap Sascha tertawa terbahak-bahak. Tidak sengaja Dewa mendengar perkataan Sascha, kalau sang kekasih pernah dikejar anjing galak. Dewa melipatkan kedua tangannya di dada sambil menahan tawanya. Dewa tahu dengan siapa Sascha berbicara hingga membuatnya tertawa.
Pria tampan itu segera mendekati Sascha lalu menghempaskan bokongnya di samping sang kekasih. Ia memegang tangan Sascha kemudian memijatnya dengan pelan. Disaat merasakan pijatan dari tangan kekar Dewa, Sascha berpamitan undur diri. Ia menaruh ponselnya di meja dan melihat wajah Dewa.
“Kenapa kamu menceritakan hal memalukan seperti itu kepada bu Nirmala?“ tanya Dewa.
Bugh!
“Aku memang sengaja menceritakan hal itu kepada Ibu Nirmala agar tertawa,“ jawab Sascha yang memukul lengan kekar Dewa.
“Kakak tahu nggak... kalau Kinanti masuk penjara,“ jawab Sascha.
“Kenapa di penjara? Apakah Kinanti menjual gadis lagi?" tanya Dewa hingga membuat Sascha terkejut.
“Sepertinya kakak tahu informasi tentang Kinanti“ jawab Sascha.
"Aku sebenarnya tahu tentang Kinanti. Dia yang membuat masalah demi masalah di keluarga Bu Nirmala,“ jawab Dewa.
“Kenapa Kakak nggak cerita kalau soal ini?“ tanya Sascha sambil menghadap ke arah Dewa.
__ADS_1
“Masalah ini sudah lama sebenarnya Kinanti sering menjual anak gadis orang ke mami-mami. Dia ingin mendapatkan uang untuk membeli barang-barangnya tanpa perlu bersusah payah memeras keringat," jawab Dewa.
Sontak saja Sascha terkejut. Ia baru mengetahui kalau adik angkatnya itu sering menjual anak gadis warga di kampung. Lalu Sascha mengusap kepalanya sambil berkata, “Kok aku baru tahu ya tentang Kinanti?"
“Kamu baru tahu sekarang. Karena adik angkatmu itu sengaja menyembunyikannya ke kamu. Kamu tahu adik angkatmu itu berusaha ingin mengungguli kamu dan berencana membunuhmu. Tapi kamu tidak sadar atas kejahatannya itu,“ jelas Dewa.
Sascha menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Kakak... itu nggak mungkin kan.”
“Bagi kamu nggak mungkin. Bagi aku itu mungkin. Kamu tahu kan kalau adik kamu itu ingin membuatmu celaka. Berbagai cara dia melakukan apapun itu. Tapi sampai saat ini adikmu nggak berhasil," tambah Dewa.
“Aku baru tahu sekarang Kak. Ada dendam apa Kinanti sama aku?“ tanya Sascha sekali lagi.
“Yang pastinya Kinanti ingin membuatmu celaka. Kinanti akan memakai seribu cara untuk melakukannya. Bahkan cara licik dan kejam dia akan melakukannya. Itu hanya feelingku. Aku belum mengoreknya lebih dalam,” jawab Dewa.
"Entahlah aku tidak terlalu membuat pernyataan untuk membenci Kinanti," ucap Sascha.
"Memang kamu tidak patut untuk membencinya. Tapi kamu juga jangan terlalu dekat dengannya. Cepat atau lambat Kinanti akan melakukan hal yang lebih gila. itu hanya prediksiku saja," ujar Dewa sambil serius.
"Kenapa seperti itu?" tanya Sascha kepada dewa yang dibalas dengan mengedikkan bahunya.
"Kamu tahu yang lebih parahnya lagi dia pernah menjual kamu ke pria hidung belang. Tapi pengawalku langsung mengurusnya agar tidak terjadi sesuatu kepada kamu. Dia juga sering memutar balikan fakta di depan Ibu Nirmala. Hingga Ibu Nirmala sangat kesal terhadap kamu," imbuh Dewa yang mengingat kejadian di mana Sascha pernah diusir dari rumah.
"Itu kejadian yang mana ya Kak?" tanya Sascha.
"Apakah kamu tidak ingat jika kamu diusir oleh ibu Nirmala?" tanya Dewa.
__ADS_1