
Mereka akhirnya memilih untuk berdiskusi terlebih dahulu. Bima dan Daniel memberikan solusi yang baik Atas kejadian kasus ini. Namun rencana mereka berdua sangat membingungkan buat Sascha.
"Sebenarnya sih aku mau aja. Masalah terberatnya adalah kenapa aku harus tinggal di sini? Bukannya masalah jijik atau apa ya. Soalnya aku sendiri takut jika ketahuan," ucap Sascha dengan jujur.
"Aku yakin tidak akan ketahuan sama sekali sama si nenek sihir itu. Karena aku tahu si nenek sihir itu tidak akan bisa mengingat wajah-wajah kalian semuanya. Oh ya aku memiliki sebuah fakta yang membuat kalian terkejut," sahut Daniel dengan serius.
"Apa itu? Kok aku jadi penasaran sekali," tanya Sascha.
"Semua data-data yang dimiliki oleh nenek sihir itu palsu. si nenek sihir itu terkena jebakan kami. Kalau kamu tidak percaya hubungi saja komandanku. Dia memang jago untuk membuat strategi. Dia sama mertuamu adalah saudara sepupu. Kalau kamu nggak percaya tanyakan saja pada Aulia," jelas Daniel yang mengetahui silsilah keluarga Atmaja.
"Kenapa kamu bertanya tentang keluarga Atmaja di sini? Aku sendiri nggak tahu siapa-siapa saja yang menjadi keluarga Atmaja. Karena aku kehilangan ingatan. Aku masih mencoba mengingat siapa-siapa saja yang menjadi keluarga Atmaja. Maksudnya bagian dari keluarga Atmaja?" kata Sascha.
"Jadi kamu nggak tahu siapa-siapa yang menjadi bagian keluarga Atmaja?" tanya Daniel.
"Dia itu pegasnya korban penculikan yang dilakukan oleh Cathy. Kamu pasti tahu kan kasus kehilangan Putri kecilnya Gerre Atmaja? Berita itu sampai terdengar ke telinga semua orang di dunia ini. Andai saja Aulia tidak hilang, bisa saja dia mengenali seluruh bagian keluarga Atmaja," jelas Dewa.
"Oh maaf aku hampir lupa tentangmu itu. Lebih baik kamu tanyakan saja kepada ayahmu tentang siapa-siapa yang menjadi keluarga besarmu itu. Termasuk aku. Aku juga adalah termasuk dari keluarga besarmu. Tapi Dewa tidak mengetahui akan hal itu," Saran Daniel kepada Sascha.
"Nanti deh aku tanyakan kepada papa. Kapan kamu akan bertemu dengan nenek sihir itu lagi?" tanya Sascha.
"Aku menjanjikan pekerjaanku selesai esok hari. Jika aku esok tidak ada di tempat. Nenek sihir itu akan mencariku. Makanya kalau kalian memintaku untuk ikut bersamamu aku bingung. Lebih baik aku mencari cara untuk menemui nenek sihir itu. Kamu tahu nenek sihir itu sudah mengancamku. Kalau pekerjaan ini tidak selesai maka nenek sihir itu akan membunuhku," kata Daniel yang menceritakan ancaman nenek sihir tersebut.
__ADS_1
"Kamu ini sangat aneh sekali. Kenapa juga kamu takut. Padahal kamu sendiri itu adalah seorang polisi. Sekarang aku tanya kenapa kamu takut sama dia? Kamu bisa saja memanggil Black Tiger atau Black Swan. Mereka dengan suka hati akan menolongmu," Dewa menyarankan agar Daniel memanggil Black Tiger atau Black Swan.
"Kamu nggak tahu saja gimana nenek sihir itu menghabisi mangsanya dengan mudah. Dia tidak segan-segan mengambil pisau dan memutilasi seluruh tubuhku ini. Aku pernah melihat si nenek sihir itu menghabisi korbannya dengan cara kejam. Ketimbang berurusan dengan nenek sihir Lebih baik aku berurusan dengan anjing yang benar-benar galaknya minta ampun. Sorry bro gua nyerah soal ini. Jangan dibilang berhadapan sama si nenek sihir itu mudah. Kamu harus tahu kenyataan sebenarnya. Sebenarnya tidak sama sekali. Dia memiliki penyakit jiwa yang sangat parah. Dia pernah datang ke dokter psikolog. Hasilnya seratus persen dia mengidap penyakit jiwa. Makanya itu aku lebih baik angkat tangan dan menyelamatkan jiwaku ini," ungkap Daniel yang membeberkan sebuah fakta tentang si nenek sihir itu.
Mereka mengusap wajahnya berbarengan karena frustasi. Jujur kasus ini sangat berat sekali. Ingin menyelesaikannya sekarang tapi kendalanya sangat banyak sekali. Lalu apakah bisa mereka melakukannya sendiri? Inilah yang jadi pertanyaan buat mereka berdua.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu ikut kami saja ke markas Black Tiger. Nanti malam kamu ikut. Kamu harus berdiskusi dengan kami tentang kasus ini kapan selesainya," pinta Bima yang agak memaksa kepada Daniel.
"Ya sudah deh kalau begitu. Aku sebenarnya ingin bertemu dengan papa Gerre. Tapi waktuku tidak bisa sama sekali. Aku harus konsisten dalam menangani kasus ini. Karena kasus ini sudah lama terjadi," jelas Daniel.
Sebenarnya Daniel tidak menolak jika diajak ke markas Black Tiger. Dirinya memang membuat laporan kepada Gerre. Soalnya Gertr ingin mengetahui kisah tentang si nenek sihir itu. Mau tidak mau Daniel memberikan informasinya kepada Gerre .
Bima dan Dewa mengajak Daniel ke markas Black Tiger. Di dalam perjalanan mereka tidak lengah sama sekali. Apalagi Sascha yang sengaja melototkan matanya ke arah kaca spion mobil. dengan intuisinya Sascha bisa menjaga keadaan dengan baik.
Di markas besar, suruh orang berkumpul di ruangan khusus. Yang di mana ruangan itu tidak bisa dijamah oleh siapapun yang masuk.
'Kemana ya menantuku itu? Kok jam segini belum muncul," tanya Tara dengan serius.
"Aulia bersama Dewa dan Bima. Mereka sedang menjemput seseorang. Aku sendiri nggak tahu siapa orang itu," jawab Devan.
"Semoga saja Sascha tidak bertemu dengan nenek sihir. Soalnya aku baru saja mendapatkan berita tentang nenek sihir itu dari mata-mataku," ucap Tara.
__ADS_1
"Kamu kok begitu sih ucapannya? Kamu tahu siapa Dewa dan Bima sebenarnya? Mereka adalah putraku yang sangat baik sekali. Mereka sangat jago ketika memegang senjata. Dewa dan Bima sudah menjadi seorang sniper. Semakin lama kecerdasan dewa untuk membidik lawan tidak main-main. Kamu jangan takut seperti itu," ujar Devan yang menenangkan Tara.
"Kamu nggak tahu kalau Aulia sedang hamil. Aku tidak ingin Aulia terluka oleh nenek sihir itu. semoga saja si nenek sihir itu tidak mendengar kabar ini," sahut Tara.
Devan terkejut atas pernyataan dari Tara. Bener apa yang dikatakan oleh Tara. Masalahnya Devan merupakan kedua cucunya itu di dalam perut Aulia. Mereka berdua berdoa agar tidak terjadi apa-apa.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Ian dan Leo masuk ke dalam dan menatap wajah mereka berdua. Mereka menghempaskan bokongnya tepat berada di depan Devan. Leo segera menyodorkan tabnya ke arah Tara. Tara pun segera meraih tab itu dan menatap wajah Leo.
"Ada apa Leo? Berita apa ini yang telah kamu berikan kepada aku?" tanya Tara.
"Ada berita baru dari nenek sihir," jawab Leo.
"Apa itu? Apakah semuanya tentang kejahatan nenek sihir?" tanya Tara sekali lagi.
"Di berita itu ada sebuah video terekam dengan jelas," jawab Leo.
"Video apa ini?" tanya Tara yang sangat penasaran sekali.
__ADS_1