Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ONTARIO.


__ADS_3

"Tenang saja. Sascha tidak apa-apa. Sascha harus berjuang demi kebahagiaan semua orang," jawab Kakek Aoyama.


Taro tidak menjawab apa-apa kepada Kakek Aoyama tentang Dewa membawa Sascha. Sedari dulu Dewa dan Sascha memang sangat cocok sekali ketika bersama.


Tepat jam 03.30 pagi, mereka akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia mulai meninggalkan kantor itu menuju ke bandara.


"Sa," panggil Dewa.


"Ada apa kak?" tanya Sascha.


"Kamu hack seluruh cctv yang berada di kantor. Aku tidak mau mereka menemukan kita. Jika kita tidak menghapusnya, mereka bisa menemukan jejak kita!" titah Dewa.


Sascha segera mengambil ponsel miliknya. Ia segera menghapus seluruh cctv yang berada di kantor itu. Dengan tenang Sascha melakukan penghapusan seluruh video yang ada dirinya bersama Dewa dan Kobe.


"Sepertinya mereka akan mencari jejak kita," celetuk Kobe.


"Sepertinya itu sulit. Bukannya kamu sudah membuat berita kematian tentang aku?" tanya Dewa.


"Ya... itu benar," jawab Kobe. "Aku enggak tahu reaksi mereka bagaimana?'


Hanya selang beberapa menit, Sascha sudah bisa menghapus semuanya. Sedari malam Sascha mendapatkan banyak kejutan. Yang dimana kejutan itu membuat dirinya sangat aneh sekali. Ia mulai melirik sambil menatap sang suami sambil bertanya, "Kamu itu ketua mafia Black Tiger atau aa sih? Kok aku merasa ragu sama kamu."


Jujur selama ini Sascha mengetahui kalau Dewa terkenal dirinya sebagai ketua Black Tiger. Saat melakukan misi, Sascha menjadi ragu akan status Dewa yang berada di dunia bawah tanah.


"Kalau bilang dua-duanya tidak mungkin. Dewa sudah ditakdirkan sebagai pemegang Klan Nakata. Berhubung Dewa masih berada di bagian Black Tiger. Dia hanya bisa menerima perintah dari Kakek Aoyama," jawab Kobe yang menjelaskan semuanya. "Gara-gara Dewa, Tim Kobra lahir."


"Apakah aku bisa menjadi seseorang dari Tim Kobra?" tanya Sascha yang sangat menginginkan masuk ke dunia mafia.


"Sebenarnya kamu sudah masuk secara tidak langsung. Kamu memang sudah masuk ke pasukan khusus yang sengaja aku pilih. Tapi kamu belum sepenuhnya masuk ke dalam," jelas Kobe.


"Apakah kamu sudah menghapus semuanya?" tanya Dewa yang memegang ponselnya itu.


"Sudah," jawab Sascha.


"Setelah misi selesai, kita akan menghilang beberapa bulan hingga kamu melahirkan anak-anakku," ucap Dewa yang menatap wajah Kobe.


"Kenapa kamu melihat aku seperti itu?" protes Kobe yang tidak terima jika dirinya ditatap seperti itu.


"Karena kamu suka sekali membocorkan rahasia jika ditanya mereka," jawab Dewa.

__ADS_1


"Lalu nasib aku bagaimana?" tanya Timothy yang masih menyetir mobil menuju ke bandara.


"Kamu ikut aku saja. Aku akan bersembunyi di Finlandia. Aku ingin mendamaikan hatiku. Kamu bisa makan minum gratis. Karena kamu sudah bekerja dengan aku cukup lama," jawab Dewa yang membuat Timothy.


"Lalu aku kenapa disuruh apa disana?" tanya Timothy.


"Memantau keadaan. Jangan sampai mereka menemukan kita," jawab Dewa.


"Kenapa kalian enggak hidup di pulau pribadi kamu itu? Bukankah kamu ingin memiliki privasi yang tidak ingin diganggu?" tanya Kobe yang memberikan sebuah ide gila.


"Hmmp... ide yang sangat bagus sekali. Kenapa tidak pernah berpikiran seperti ini. Ah... rasanya aku akan menjadi pria yang santuy dan menemani istriku sedang hamil," jelas Dewa sambil tersenyum manis.


"Terserah kalian saja. Aku hanya mengikuti kemauan kalian," ucap Sascha dengan pasrah.


"Lebih baik kalian enggak usah menghilang begitu setelah misi selesai. Apakah kamu tahu kalau Mama Chloe sangat sayang sama kepada Sascha? Beliau tidak ingin kehilangan Sascha untuk kedua kalinya. Lagian kamu juga belum pengalaman tentang kehamilan istrimu itu,'' jelas kobe yang memperingatkan Dewa.


"Kamu benar. Aku ingin rehat selama Sascha hamil. Aku malas ke kantor dan ingin dekat sama Sascha," ucap Dewa.


"Bisa. Kenapa kamu enggak memindahkan kantor ke rumah utama? Begitu juga dengan Timothy. Rumah utama sangatlah luas. Mulai dari depan hingga ke belakang. Kakek sebenarnya jarang sekali ke kantor. Malahan beliau memindahkan pekerjaan dari kantor ke rumah," ujar Kobe yang membuat Dewa menganggukan kepalanya.


Dewa paham sekarang, kenapa kantor pusat sangatlah sepi. Kakek secara diam-diam memindahkan banyak pekerjaan ke rumah. Sehingga kakek sangat nyaman sekali bekerja.


Sesampainya disana, Timothy memarkirkan mobilnya. Sebelum keluar Kobe menghubungi seseorang. Tak sengaja Dewa melihat Daniel masih tidur terlelap di jok belakang. Alhasil Dewa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Daniel.


"Daniel memang begitu orangnya. Sebelum menerima tugas dari aku maupun kakek Aoyama. Daniel memutuskan untuk beristirahat," jelas Kobe yang sudah mengetahui kebiasaan Daniel.


Tak lama ada orang yang mengetuk pintu. Timothy segera membuka pintu sambil melihat orang tersebut.


"Ling Er," panggil Timothy.


"Iya tuan," sahut Ling Er dengan penuh sopan.


"Bawa mobil ini kemana pun kamu mau!" titah Timothy.


"Baik Tuan," sahut Ling Er.


Kobe segera membangunkan Daniel lalu mereka keluar. Sascha menahan dinginnya udara sambil menggigil. Dengan cepat Dewa langsung memeluk Sascha dan masuk ke dalam bandara dengan diikuti mereka.


"Seluruh identitas sudah aku kirimkan ke ponsel masing-masing. Kita sekarang memakai digital tanpa harus memakai dokumen sah," jelas Kobe.

__ADS_1


"Sepertinya Kak Leo bisa melacak kita?" tanya Sascha.


"Mana bisa Leo melacak kita? Yang ada Leo akan kebingungan," jelas Dewa.


"Kenapa?" tanya Sascha yang mengerutkan keningnya.


"Karena sistem laptopnya langsung diberi hadiah dari Master We yaitu satu juta virus yang mematikan," jawab Dewa yang membisiki Sascha.


"Kejam sekali. Lalu bagaimana nasibnya?" tanya Sascha.


"Nikmati saja nasibnya," jawab Dewa.


"Kakak jahat banget sama anggota Black Tiger," kesal Sascha.


"Aku enggak jahat banget sama mereka," ujar Dewa.


Tepat jam liam pagi pesawat mereka yang tumpangi lepas landas. Sascha tidak menyangka kalau dirinya kabur beneran dari pandangan kedua orang tuanya.


Markas besar Nakata.


"Sudah jam enam pagi. Kenapa Sascha tidak keluar dari kamar?" tanya Gerre.


"Mungkin kecapekan. Maklumin saja. Namanya saja orang hamil yang membutuhkan banyak istirahat,' jawab Chloe yang sengaja menaruh sarapan di hadapan Gerre.


"Tapi enggak kaya gini. Secapek-capeknya dia tidak pernah bangun siang," sahut Tara yang mem bawa piring untuk Devan.


"Enggak usah berdebat. Mungkin saja Sascha ditahan sama Dewa agar tidak kemana-mana. Dewa kan sangat bucin sekali," jelas Devan.


Mereka tidak memperdulikan Sascha yang sedari tadi belum bangun. Ia membiarkan Sascha beristirahat.


Ontario Kanada.


Selama enam jam lebih sepuluh menit, mereka sudah sampai ke Bandara Ontario International. Mereka langsung menuju pintu keluar. Kobe memang sengaja tidak menghubungi seseorang untuk menjemputnya.


"Enggak ada jemputan?' tanya Timothy.


Kobe menggelengkan kepalanya sambil memanggil dua taksi. Kobe membagi kelompoknya menjadi dua orang. Hal ini menandakan, bahwa Kobe tidak inign dilacak keberadaan orang lain.


Tak sengaja Sascha menangkap ada seseorang yang memakai baju serba hitam. Ia akhirnya paham dan tersenyum manis sambil menginjak kaki Timothy.

__ADS_1


"Augh!'


Pekik Timothy sambil memegang kakinya itu.


__ADS_2