Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MENEMUKAN PENYUSUP.


__ADS_3

"Ya itu benar. Tommy dulu sangat menderita sekali," jawab Devan.


"Bukannya kamu Pablo seorang mafia D-Trex berasal dari Meksiko?'' tanya Gerre.


''Ya aku memang Pablo. Masa kamu tidak mengenalku sih? Bukannya dulu aku pernah membantumu untuk mencari Aulia putrimu itu?'' tanya Pablo balik.


"Sekarang Aulia sudah ketemu. Selama ini Aulia berada di tangan Dewa. Aku sendiri tidak menyangka, kalau Aulia itu sangat dekat sekali dengan kita,'' jawab Devan.


''Syukurlah kalau sudah bertemu. Sekarang tinggal adik kandungku yang telah lama menghilang. Semenjak menikah dengan Richie, mantan asistenku dulu. Mereka sama-sama menghilang. Aku sudah mengerahkan banyak sekali pengawal untuk mencarinya,'' ucap Pablo.


''Maafkan aku. Aku sendiri tidak tahu siapa adikmu dan wajahnya bagaimana. Jujur, Kenapa kamu tidak meminta bantuanku?'' tanya Gerre.


"Aku tidak ingin melibatkan banyak orang. Karena kamu diam-diam sering membantuku untuk menangani kasus barang-barangku yang hilang entah ke mana,'' jawab Pablo.


''Ini orang sangat unik sekali. Sering membantu dan tidak ingin dibantu. Diam-diam jika ada mafia ataupun gangster yang tidak memiliki salah sama D-Trex. Pablo sering banget turun untuk membantu banyak mafia yang sedang kesusahan. Contohnya kemarin saat pengiriman senjatanya Dewa. Diam-diam Pablo mengirimkan beberapa orang terbaiknya demi menyelamatkan barang Dewa," jelas Devan.


"Kalau boleh tahu siapakah adikmu itu? Nanti aku akan membantumu untuk mencarikannya perlahan. Penyebabnya Apa dan kenapa hilang tanpa jejak?'' tanya Gerry.


"Namanya Camelia. Dia sedang mengandung tujuh bulan. Dia bersama Richie telah menghilang tanpa jejak. Kemungkinan besar mereka sudah meninggal," jawab Pablo.


"Jangan bilang begitu. Siapa tahu adikmu dan mantan asistenmu itu masih berada di dunia ini. Kalau aku boleh berpendapat. Mereka itu sengaja mengasingkan dirinya dan memiliki keluarga yang sangat bahagia. Kamu tahu sendiri dunia mafia seperti apa? Mereka tidak ingin mati konyol hanya demi kekuasaan dan jabatan yang tidak penting tersebut,'' jelas Devan.


"Aku pun sama. Aku mengatakan kalau mereka sedang bersembunyi," ucap Gerre.

__ADS_1


"Tapi, kalau bersembunyi pasti mereka akan berkomunikasi dengan Pablo. Meski itu melalui surat yang dikirim itu berhari-hari maupun sebulan kemudian," celetuk Devan.


"Nah itu yang aku maksud. Padahal adikku sendiri tidak pernah putus komunikasi. Meskipun dia menjadi seorang relawan di daerah perang atau konflik antar saudara. Makanya sampai sekarang aku curiga banget. Seluruh telepon yang dimilikinya maupun email telah aku lacak. Nyatanya semua nihil," jelas Pablo.


"Bagaimana kalau aku panggil Aulia? Aulia sendiri memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dia membobol identitas melalui yang tidak pernah kita sangka-sangka. Cara kerjanya juga sangat rumit kalau menurut aku sendiri. Leo Sang guru juga tidak bisa memecahkan kode-kode rahasia yang telah diciptakan oleh Aulia,'' jelas Devan.


"Di mana dia?'' tanya Pablo.


"Kalau jam segini dia masih tidur siang. Dewa memberlakukan Aulia seperti bocah kecil. Gara-gara Aulia hamil, Dewa sangat protektif sekali. Bahkan kalau Aulia belum tidur, Dewa sendiri tidak akan pergi dari kamar tersebut,'' jawab Devan yang memberitahukan sifat asli Dewa yang sangat protektif sekali kepada Sascha.


"Ini sangat aneh sekali buat aku. Bisa-bisanya Dewa melakukan hal itu pada seorang perempuan. Tapi yang menjadi istrinya sangat bersyukur sekali. Seorang ketua mafia telah memperhatikan istrinya dan menjadikannya sebagai Ratu. Rata-rata ketua mafia suka bergonta-ganti pasangan. Mulai dari mafia teri hingga kakak. Jadinya para istri hanya bisa mengelus dadanya melihat kelakuan suaminya sendiri," jelas Pablo.


''rencana malam ini kita akan berkumpul di markas. kemungkinan besar akan ada pertemuan para anggota Black Tiger Black Swan dan D-Trex. Ya kalau mau. kalau nggak mau aku tidak akan memaksamu berkumpul. Siapa tahu kamu bisa meminta bantuan kepada Aulia maupun Leo,'' pinta Devan.


"Kamu kenapa menyuruh aku ke sini? Aku sangka kamu sudah balik duluan,'' tanya Devan.


Tanpa basa-basi dan menjawab, Pablo menyuruh mereka untuk pergi terlebih dahulu. Pablo segera mengambil senjata andalannya yaitu pisau lipat. Ia langsung membidiknya ke beberapa orang tersebut. Seketika orang itu jatuh tersungkur. Bidikan yang dihasilkan oleh Pablo, sangatlah tepat hingga menembus jantung.


Devan yang melihatnya itu pun masih kebingungan. Lalu Devan menatap Pablo sekali lagi dan memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Ada apa memangnya?" tanya Devan.


"Mereka adalah penyusup yang masuk ke dalam markas ini. Sepertinya kamu harus mensterilkan tempat ini sebelum terjadi apa-apa," jawab Pablo dengan tegas.

__ADS_1


"Siapa mereka?" tanya Gerre.


"Mereka adalah mata-mata yang diturunkan oleh Jackie Lari," jawab Pablo dengan serius.


Jujur, mereka sangat terkejut sekali dengan pernyataan Pablo. Yang di mana mereka tidak mengetahui, kalau Jackie Lari telah berhasil memasukkan orang-orang di dalam markasnya tersebut. Jika saja Sascha tidak tidur, kemungkinan besar dirinya akan mencari beberapa mata-mata tersebut yang sudah menyelinap sebagai para pengawal.


''Apakah aku harus membangunkan Dewa terlebih dahulu?'' tanya Gerre.


"Semuanya itu tidak perlu. Kamu bisa saja membedakan, mana mata-mata ataupun pengawal asli," jawab Pablo yang memberikan saran kepada Gerre.


Pablo pun melangkahkan kakinya dan akan mengirimkan semua ciri-ciri macam-macam tersebut. Pablo mengingatkan mereka agar selalu waspada. Ditambah lagi mata-matanya itu memiliki kecerdikan yang luar biasa. Jadi mau tidak mau mereka harus mencari celah untuk menangkapnya satu persatu.


Di tempat lain Bima dan Bryan sedang menikmati coklat panas. Bima melihat ponselnya bergetar dan meraihnya untuk melihat isi ponselnya itu. Bima sangat terkejut sekali mendapatkan sebuah pesan dari seseorang. Seseorang itu adalah mata-mata yang sengaja dikirimkan oleh Bima untuk mencari informasi di tempat tertentu. Wajahnya langsung pucat dan tidak bisa ditebak. Hanya Tommy yang bisa menebak apa arti dari wajahnya Bima.


"Ada apa?'' tanya Bryan yang mengerutkan keningnya sambil menatap Bima. ''Sepertinya kamu kok sangat aneh sekali?''


"Mata-mata yang telah aku turunkan memberikan informasi yang sangat serius sekali. Mereka bilang, kalau di dalam markas ada mata-mata yang sengaja dikirimkan untuk menggali informasi lebih dalam lagi,'' jawab Bima dengan jujur.


''Makanya dari tadi kok aku merasa curiga ketika duduk di sini?'' tanya Bryan.


"Ya nggak kamu saja. Aku sendiri juga merasakan ada yang aneh," jawab Bima.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?'' tanya Bryan.

__ADS_1


__ADS_2