Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MASALAH BELUM SELESAI.


__ADS_3

"Sebenarnya itu tidak perlu deh. Kalau kamu tidak keberatan, kenapa tidak. Aku sendiri berpikir menjadi orang bodoh di hadapanmu. Kenapa juga aku harus menjadi orang bodoh di matamu itu. Padahal aku ke sini hanya memberitahukan soal itu," jelas Aryani.


"Saya ini kamu jangan pernah bertemu dengan mamaku. Aku akan melihatnya Bagaimana reaksinya jika aku tidak pernah pulang ke rumah sampai kapanpun. Ini adalah sebagai bentuk protesku kepada mereka. Seenaknya saja mereka mengatur hidupku sedemikian rupa. Hingga pernikahanku sama Dita gagal total," tambah Tommy.


"Itu terserah kamu. Ya udah aku mau sarapan dan membersihkan tubuhku. Setelah itu aku akan kembali ke Amerika untuk melaksanakan pre-wedding. Aku belum bisa ketemu dengan Sascha dan Dewa. Aku berharap semuanya akan baik-baik saja setelah ini. Sebagai teman aku akan mendukung keputusanmu. Aku tidak akan mau membuat kamu menjadi budak mereka," ucap Aryani dengan jujur.


Tommy sangat berterima kasih sekali atas nasehatnya Aryani. Tidak hanya Aryani saja yang mendukung keputusannya. Ada Dewa dan juga Sascha. Hati Tommy sangat tenang untuk sekarang ini dalam menjalani hari-hari selanjutnya.


Dewa dan Sascha sedang mengadakan perjalanan menuju ke Nganjuk. Mereka sangat menikmati momen-momen perjalanan yang jarang sekali dirasakannya itu. Dewa yang jarang melakukan perjalanan panjang, ia menyetir mobilnya sangat smooth sekali. Ia tidak ingin mengebut karena menjaga kehamilan sang istri. Sascha tidak protes sama sekali. Karena dirinya juga menjaga sang buah hatinya menjadi lebih baik.


Sedangkan di Nganjuk, Chloe dan Tara sudah menghitung biaya pembangunan rumah panti jompo bersama panti asuhan. Mereka sengaja berembuk dan mendesain bangunan itu sangat sederhana. Namun mereka berharap seluruh penghuni di sana sangat menikmati tempat tersebut.


"Aulia akan pulang sekarang," ucap Chloe.


"Syukurlah kalau begitu. Aku tidak terlalu khawatir dengan keadaannya. Dewa menjaga Aulia dengan baik," ujar Tara.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung sekali mendapatkan menantu yang perhatian. Aku berharap cinta mereka akan tumbuh selamanya hingga akhir hayatnya," puji Chloe sambil tersenyum manis menatap Tara.


"Kamu benar. Anakku tidak akan berbuat macam-macam setelah ini. Di matanya sangat mencintai Aulia. Dia tidak akan pernah melepaskannya walau sedetik saja. Aku merasa mereka akan menjadi pasangan yang bisa membuat semua orang iri," sahut Tara.


"Apakah kita nggak akan kembali ke New York?" tanya Chloe yang menatap Tara.


"Sebenarnya masalah ini bisa cepat selesai. Aku belum mendengar keputusan dari Dewa bagaimana. Papa di sana sangat tertekan sekali. Aku berharap Dewa mau tinggal di Tokyo untuk sementara waktu," jawab Tara.


"Maksud kamu apaan?"


"Jadi bagaimana selanjutnya?" tanya Chloe.


"Untuk sementara waktu biarkanlah saja mereka tinggal di Nagoya. Aulia dulu sebenarnya sering kok main ke rumah itu. Hanya demi permintaan Papa untuk datang ke rumah utama itu. Bahkan Aulia sendiri juga udah betah tinggal di rumah itu. Berhubung Kobe maupun Dewa yang tidak ingin Aulia berlama-lama di situ. Mau tidak mau merekam memiliki segala cara agar Aulia balik ke Jakarta. Itulah sebuah rahasia yang Aulia tidak pernah tahu. Maka dari itu Dewa Sudah menceritakan semuanya. Tinggal kelanjutan pengalihan rumah itu atas nama Dewa semuanya. Kalau nggak mau Dewa terpaksa memanggil pengacara untuk mengusir mereka," jelas Tara.


"Sangat ribet sekali ya keluargamu itu. Aku nggak pernah kau pikirkan Kenapa ini bisa terjadi. Memang sih itu rumahnya rumah papa Aoyama. Mereka sebenarnya tidak berhak menempati rumah itu. Tapi mau bagaimana lagi. Papa terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Jadi Papa tidak ada waktu mengusir mereka. Semoga saja masalah ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut hingga mereka memiliki anak. Karena keturunan papa Aoyama berhak memiliki rumah itu secara turun temurun," tutur Chloe.

__ADS_1


"Kamu benar. Aku harap semuanya baik-baik saja. Aku tidak tahu kapan pulang ke Nagoya lagi bersama Devan. Sebenarnya Devan sudah muak dengan mereka. Devan tidak mau bertemu dengan mereka. Devan ada masalah dengan mereka. Diam-diam mereka sengaja mengusir Devan dari rumah hanya karena mencuri buah apel di dalam kulkas," tambah Tara.


"Makanya aku sendiri kok merasa ada yang janggal dengan Devan. Biasanya kalau ke Nagoya, kami bertemu. Devan lebih memilih menginap di hotel ataupun apartemen milik Kobe. Aku masih bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Devan ketika pulang kampung," ucap Chloe.


"Semuanya itu menjadi masalah besar. Sebenarnya mengambil apel di dalam kulkas itu tidak jadi masalah. Uang yang dibuat beli apel itu adalah uang papa. Kok yang lucunya jadi masalah sih katanya Devan mencuri apel. Padahal saat itu aku sedang mengandung Dewa. Setelah kejadian itu Devan sudah tidak mau di ke sana lagi. Konflik semakin panjang hingga sampai detik ini. Mereka seenaknya ingin mengusir Papa dari rumah itu. Setelah datang nanti aku suruh Dewa dan Aulia kembali ke Nagoya. Masalah ini harus diselesaikan dengan cepat," sambung Tara.


"Kamu benar. Kita di sini saja terlebih dahulu hingga pembangunan sampai selesai. Jujur aku suka banget dengan suasana di desa ini. Sangat asri dan damai. Berhubung aku tidak ada pekerjaan di New York. Aku akan tinggal di sini hingga beberapa bulan ke depan. Aku harap semuanya akan menjadi selesai hingga nanti," ujar Chloe.


"Bagaimana dengan suamimu itu?" tanya Tara.


"Perusahaannya sedang gonjang-ganjing. Si nenek tua itu masih saja mengganggu perusahaan itu dan ingin mendapatkannya begitu saja. Yah kemungkinan besar setelah masalah di Nagoya selesai. Dewa dan Aulia akan pergi ke New York. Di sana mereka akan membuka semua kedok si nenek tua itu di hadapan publik. Mereka sudah mengantongi musuh utama yang bekerja sama dengan nenek tua itu. Cepat atau lambat mereka harus di bumi hanguskan dari kota New York," jawab Chloe.


"Masalah belum selesai. Masih banyak lagi yang harus dikerjakan. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi untuk menghadapi orang-orang serakah seperti itu. Padahal kita tidak pernah mengusik mereka. Merekalah yang telah mengusik kita. Cepat atau lambat semuanya akan terbuka," imbuh Tara.


"Kamu benar. Kita tidak akan membuat semuanya terjadi seperti ini. Kita harus bersabar atas pergerakan mereka satu persatu. Gerre masih menurunkan mata-matanya untuk Dewa," ujar Chloe.

__ADS_1


"Kapan mereka ke sana?" tanya Tara.


__ADS_2