
“Itu benar.Semenjak mereka dilempar ke Indonesia.Mereka
sudah menjadi pria dewasa.Yang di mana mereka sudah paham akan hidup
sungguh.Aku ingin kamu mengerti akan hal itu.Cepat atau lambat mereka
harus mengembalikan dan mengurusi perusahaan yang masing-masing,” jelas Dewa yang
membuat sang istri semakin paham.
“Kalau begitu aku akan kembali ke perusahaanku,” ucap
Sascha.
“Kembali ke mana?Bukankah perusahaanmu sendiri sudah
berada di tanganmu?Lalu kalau kamu kembali bagaimana caranya?”tanya Dewa.“Ya
kamu akan meninggalkan aku?”
“Aku akan kembali ke Khans Company.Jadi aku akan menjadi
bernyanyi CEO yang baru,” jawab Sascha.
“Benar juga apa yang kamu katakan.Tapi perusahaan itu
akan dijadikan satu sama perusahaanku,”
jelas Dewa yang memegang perut Sascha.
“Ngapain coba kamu suka itu?”tanya Sascha.
“Kapan ya calon Dewa junior akan hadir?”tanya Dewa
sambil menatap wajah sang istri.
“Bersabarlah.Ini masih proses.Nanti akan muncul
sendiri,” Sascha mencium mulut Dewa.
“Sepertinya... Tidak akan lama lagi kita akan memiliki
seorang bayi,” ucap Dewa.
“Baiklah itu terserah kamu.Saya akan menunggunya,” sahut Sascha
yang tidak sengaja melihat jam di dinding.“Ya sudah deh… Aku mau mandi dulu.”
“Apa yang perlu saya mandikan?”tanya Dewa.
“Ogah ah.. ujung-ujungnya kita nggak akan mandi.Kita
lanjutkan permainan semalam,” kesal Sascha.
Dewa tersenyum licik kepada sang istri.Dan tersenyum itu
bisa dibaca oleh Sascha.Memang Dewa tujuan mandi bersama adalah untuk
melanjutkan sehari semalam.Dewa angin yang mandiri dan mengangkat Sascha
untuk menuju ke toilet.Di sana mereka melanjutkan aktivitas semalam.Mereka
pun sangat dinikmati.Sascha tidak akan pernah menolak sekalipun untuk hal itu.
Selang satu jam mereka akhirnya selesai dibersihkan
tubuhnya masing-masing.Wajah Dewa kembali menjadi ceria dan meninggalkan sang
istrinya masih di dalam toilet.Setelah itu Sascha keluar dan mengambil pakaian
buat Dewa dan dirinya.
“Kakak,” panggil Sascha.
"Apa?"kata Dewa.
“Hari ini saya tidak masak apa-apa,” jawab Sascha yang
sedang memakai baju.
__ADS_1
“Kamu nggak usah masak apa-apa.Aku hari ini akan ke kantor
hanya setengah hari saja.Setelah itu aku pulang dan kita berangkat ke New
York.Oh iya... Jangan lupa membereskan pekerjaannya Dita.Kita akan pergi ke
sana bersama-sama,” jelas Dewa yang menyempurnakan sang istri untuk anggota
Dita.
“Baiklah saya setuju,” balas Sascha.“Bagaimana dengan
Lita dan Damar?”
“Saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan petunjuk
memakai jet pribadi perusahaan.Mereka harus diserahkan kepada papa Gerre,”
jawab Dewa membaca pesan dari Devan.
“Baiklah kalau begitu.Tinggal Cathy satu lagi,” kata Sascha.
“Tenang saja.Kita akan memancingnya keluar dengan cara mencari
Livi,” ujar Dewa.
“Kenapa kita harus mencari Livi?”tanya Sascha.
“kita bisa menjadikan Dia seorang jaminan.Kita akan
mengancamnya dan menyuruhnya keluar dari sarang.Setelah itu Cathy akan
tertangkap lalu kita bisa melepaskan Livi,” jawab Dewa yang selesai memakai
baju.
“Kenapa kita melepaskan Livi begitu saja?Kenapa kita
tidak membunuhnya sekalian?”tanya Sascha sambil menatap wajah Dewa.
“Karena Livi tidak bersalah dalam kasus ini.Dia ingin
haruskan mundur dari dunia hiburan.Dia adalah seorang model terkenal dan
film pemain.Banyak film Hollywood yang dibintanginya.Gara-gara mamanya,
Livi jadi banyak membatalkan agenda untuk membintangi sejumlah film.Dan
menurut informasi yang saya dapat Dia sangat menderita sekali, “jelas Dewa.
“Astaga... jadi selama ini gadis itu sangat menderita
sekali?”tanya Sascha.
“Ditambah lagi gadis itu dijual kepada pria itu belang
demi mendapatkan uang.Jika dia tidak mau maka Cathy akan membunuhnya.Livi pernah
ditusuk oleh ibunya sebanyak dua kali karena tidak mau melayani om-om tua,” tambah
Dewa yang membuat Sascha terkejut.
“Miris sekali hidupnya.Kok aku punya feeling yang
Nggak enak ya?”tanya Sascha.
“Maksudmu apa?”tanya Dewa.
“Kalau dilihat dari segi wajah mereka tidak ada
mirip-miripnya sama sekali.Bahkan dengan Damar pun Livi tidak mirip
sekali.Damar asli orang sini.Yang aku tahu gadis itu sangat mirip sekali
orang Cina atau Jepang atau juga Korea Selatan.Soalnya wajahnya itu oriental
sekali.Sedangkan Cathy mirip orang bule.Makanya saya curiga ketika
mendapatkan biodata Livi,” jawab Sascha.“Pada awalnya gadis itu aku lihat
__ADS_1
sangat kalem dan tidak memiliki sifat jahat sekalipun.Dia memiliki pegangan
hidup yang di mana tidak mau mengganggu hidup orang lain.Dia ingin sekali
hidup tenang.”
“Jika Livi bukan anaknya Damar maupun Cathy, apa yang
akankah kamu lakukan?”tanya Dewa.
“Saya akan mencari informasi kedua orang tuanya Livi.Jika
saya mendapatkan informasi tersebut.Kemungkinan besar saya akan mempertemukan
dengan kedua orang tuanya.Sepertinya Cathy telah merebut Livi dari tangan
kedua orang tuanya itu.Aku nggak habis pikir kenapa ini terjadi?Kenapa orang
itu sangat jahat sekali merebut kebahagiaan dua keluarga kecil seperti itu?”tanya
Sascha.
“Ya sudah deh lebih baik kamu cari informasinya.Kalau
dia bukan putri dari Cathy.Kita bisa menemukan dengan kedua orang tuanya
itu.Apakah kasusnya Livi sama seperti kamu?Jika sama berarti modusnya sama
saja,” perintah Dewa dengan lembut.“Semakin hari kasus ini sangat rumit
sekali.Aku tidak tahu bagaimana akhir kisah ini?”
“Kakak benar.Saya masih bertanya-tanya kenapa Cathy mau
menguasai seluruh aset milik mama?Padahal dia sendiri sudah mendapatkan
bagiannya,” ujar Sascha.
“Motif sebenarnya bukan itu sih.Motif sebenarnya adalah kalau
menurut aku... kalah populer dari mamamu,” jawab Dewa.
“Salah satunya itu.Ah sudahlah... Aku akan mencari bubur
ayam terlebih dahulu.Setelah itu jemput Dita.Katanya Dita semalam adalah scene
terakhir.Dalam ceritanya tiba-tiba saja Kylie meninggal dunia gara-gara
tertemper kereta.Kematiannya sangat sadis sekali,” jelas Sascha.
“Begitulah menurut sutradaranya.Nggak mungkin nanti Kylie
hidup kembali.Peran itu harus pembunuhan secara sadis.Agar kita tidak akan
membintangi sosok Kylie lagi,” tambah Dewa.“Apakah mobilmu mau dijual?”
“Rencananya ingin dijual.Tapi aku nggak tahu kapan?
Kalau dijual pun sayang.Sebab mobil ini adalah mobil yang aku sayangi.Aku
bisa dari hasil jerih payahku sendiri,” imbuh Sascha.
“Itu terserah kamu.Aku nggak akan memaksamu untuk
menjual mobil itu.Kalau kamu ingin membawanya ke Amerika.Kamu bisa membawanya
dan mobilnya naik jet pribadi.Kalau nggak mau ya tinggalkan saja di sini,” ucap
Dewa yang memberikan solusi untuk mobilnya Sascha.
“Saya tidak akan meninggalkannya.Aku akan membawanya.Meskipun
mobil keluaran lama.Tapi masih asik untuk dipegang,” sahut Sascha yang
membuat Dewa menganggukkan kepalanya.
“Kapan kamu akan membawanya ke sana?”tanya Dewa.“Aku
akan mengkoordinir para pengawalku untuk mengangkutnya.”
__ADS_1