Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Rencana Sascha.


__ADS_3

“Itu benar.Semenjak mereka dilempar ke Indonesia.Mereka


sudah menjadi pria dewasa.Yang di mana mereka sudah paham akan hidup


sungguh.Aku ingin kamu mengerti akan hal itu.Cepat atau lambat mereka


harus mengembalikan dan mengurusi perusahaan yang masing-masing,” jelas Dewa yang


membuat sang istri semakin paham.


“Kalau begitu aku akan kembali ke perusahaanku,” ucap


Sascha.


“Kembali ke mana?Bukankah perusahaanmu sendiri sudah


berada di tanganmu?Lalu kalau kamu kembali bagaimana caranya?”tanya Dewa.“Ya


kamu akan meninggalkan aku?”


“Aku akan kembali ke Khans Company.Jadi aku akan menjadi


bernyanyi CEO yang baru,” jawab Sascha.


“Benar juga apa yang kamu katakan.Tapi perusahaan itu


akan dijadikan satu sama perusahaanku,”


jelas Dewa yang memegang perut Sascha.


“Ngapain coba kamu suka itu?”tanya Sascha.


“Kapan ya calon Dewa junior akan hadir?”tanya Dewa


sambil menatap wajah sang istri.


“Bersabarlah.Ini masih proses.Nanti akan muncul


sendiri,” Sascha mencium mulut Dewa.


“Sepertinya... Tidak akan lama lagi kita akan memiliki


seorang bayi,” ucap Dewa.


“Baiklah itu terserah kamu.Saya akan menunggunya,” sahut Sascha


yang tidak sengaja melihat jam di dinding.“Ya sudah deh… Aku mau mandi dulu.”


“Apa yang perlu saya mandikan?”tanya Dewa.


“Ogah ah.. ujung-ujungnya kita nggak akan mandi.Kita


lanjutkan permainan semalam,” kesal Sascha.


Dewa tersenyum licik kepada sang istri.Dan tersenyum itu


bisa dibaca oleh Sascha.Memang Dewa tujuan mandi bersama adalah untuk


melanjutkan sehari semalam.Dewa angin yang mandiri dan mengangkat Sascha


untuk menuju ke toilet.Di sana mereka melanjutkan aktivitas semalam.Mereka


pun sangat dinikmati.Sascha tidak akan pernah menolak sekalipun untuk hal itu.


Selang satu jam mereka akhirnya selesai dibersihkan


tubuhnya masing-masing.Wajah Dewa kembali menjadi ceria dan meninggalkan sang


istrinya masih di dalam toilet.Setelah itu Sascha keluar dan mengambil pakaian


buat Dewa dan dirinya.


“Kakak,” panggil Sascha.


"Apa?"kata Dewa.


“Hari ini saya tidak masak apa-apa,” jawab Sascha yang


sedang memakai baju.

__ADS_1


“Kamu nggak usah masak apa-apa.Aku hari ini akan ke kantor


hanya setengah hari saja.Setelah itu aku pulang dan kita berangkat ke New


York.Oh iya... Jangan lupa membereskan pekerjaannya Dita.Kita akan pergi ke


sana bersama-sama,” jelas Dewa yang menyempurnakan sang istri untuk anggota


Dita.


“Baiklah saya setuju,” balas Sascha.“Bagaimana dengan


Lita dan Damar?”


“Saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan petunjuk


memakai jet pribadi perusahaan.Mereka harus diserahkan kepada papa Gerre,”


jawab Dewa membaca pesan dari Devan.


“Baiklah kalau begitu.Tinggal Cathy satu lagi,” kata Sascha.


“Tenang saja.Kita akan memancingnya keluar dengan cara mencari


Livi,” ujar Dewa.


“Kenapa kita harus mencari Livi?”tanya Sascha.


“kita bisa menjadikan Dia seorang jaminan.Kita akan


mengancamnya dan menyuruhnya keluar dari sarang.Setelah itu Cathy akan


tertangkap lalu kita bisa melepaskan Livi,” jawab Dewa yang selesai memakai


baju.


“Kenapa kita melepaskan Livi begitu saja?Kenapa kita


tidak membunuhnya sekalian?”tanya Sascha sambil menatap wajah Dewa.


“Karena Livi tidak bersalah dalam kasus ini.Dia ingin


haruskan mundur dari dunia hiburan.Dia adalah seorang model terkenal dan


film pemain.Banyak film Hollywood yang dibintanginya.Gara-gara mamanya,


Livi jadi banyak membatalkan agenda untuk membintangi sejumlah film.Dan


menurut informasi yang saya dapat Dia sangat menderita sekali, “jelas Dewa.


“Astaga... jadi selama ini gadis itu sangat menderita


sekali?”tanya Sascha.


“Ditambah lagi gadis itu dijual kepada pria itu belang


demi mendapatkan uang.Jika dia tidak mau maka Cathy akan membunuhnya.Livi pernah


ditusuk oleh ibunya sebanyak dua kali karena tidak mau melayani om-om tua,” tambah


Dewa yang membuat Sascha terkejut.


“Miris sekali hidupnya.Kok aku punya feeling yang


Nggak enak ya?”tanya Sascha.


“Maksudmu apa?”tanya Dewa.


“Kalau dilihat dari segi wajah mereka tidak ada


mirip-miripnya sama sekali.Bahkan dengan Damar pun Livi tidak mirip


sekali.Damar asli orang sini.Yang aku tahu gadis itu sangat mirip sekali


orang Cina atau Jepang atau juga Korea Selatan.Soalnya wajahnya itu oriental


sekali.Sedangkan Cathy mirip orang bule.Makanya saya curiga ketika


mendapatkan biodata Livi,” jawab Sascha.“Pada awalnya gadis itu aku lihat

__ADS_1


sangat kalem dan tidak memiliki sifat jahat sekalipun.Dia memiliki pegangan


hidup yang di mana tidak mau mengganggu hidup orang lain.Dia ingin sekali


hidup tenang.”


“Jika Livi bukan anaknya Damar maupun Cathy, apa yang


akankah kamu lakukan?”tanya Dewa.


“Saya akan mencari informasi kedua orang tuanya Livi.Jika


saya mendapatkan informasi tersebut.Kemungkinan besar saya akan mempertemukan


dengan kedua orang tuanya.Sepertinya Cathy telah merebut Livi dari tangan


kedua orang tuanya itu.Aku nggak habis pikir kenapa ini terjadi?Kenapa orang


itu sangat jahat sekali merebut kebahagiaan dua keluarga kecil seperti itu?”tanya


Sascha.


“Ya sudah deh lebih baik kamu cari informasinya.Kalau


dia bukan putri dari Cathy.Kita bisa menemukan dengan kedua orang tuanya


itu.Apakah kasusnya Livi sama seperti kamu?Jika sama berarti modusnya sama


saja,” perintah Dewa dengan lembut.“Semakin hari kasus ini sangat rumit


sekali.Aku tidak tahu bagaimana akhir kisah ini?”


“Kakak benar.Saya masih bertanya-tanya kenapa Cathy mau


menguasai seluruh aset milik mama?Padahal dia sendiri sudah mendapatkan


bagiannya,” ujar Sascha.


“Motif sebenarnya bukan itu sih.Motif sebenarnya adalah kalau


menurut aku... kalah populer dari mamamu,” jawab Dewa.


“Salah satunya itu.Ah sudahlah... Aku akan mencari bubur


ayam terlebih dahulu.Setelah itu jemput Dita.Katanya Dita semalam adalah scene


terakhir.Dalam ceritanya tiba-tiba saja Kylie meninggal dunia gara-gara


tertemper kereta.Kematiannya sangat sadis sekali,” jelas Sascha.


“Begitulah menurut sutradaranya.Nggak mungkin nanti Kylie


hidup kembali.Peran itu harus pembunuhan secara sadis.Agar kita tidak akan


membintangi sosok Kylie lagi,” tambah Dewa.“Apakah mobilmu mau dijual?”


“Rencananya ingin dijual.Tapi aku nggak tahu kapan?


Kalau dijual pun sayang.Sebab mobil ini adalah mobil yang aku sayangi.Aku


bisa dari hasil jerih payahku sendiri,” imbuh Sascha.


“Itu terserah kamu.Aku nggak akan memaksamu untuk


menjual mobil itu.Kalau kamu ingin membawanya ke Amerika.Kamu bisa membawanya


dan mobilnya naik jet pribadi.Kalau nggak mau ya tinggalkan saja di sini,” ucap


Dewa yang memberikan solusi untuk mobilnya Sascha.


“Saya tidak akan meninggalkannya.Aku akan membawanya.Meskipun


mobil keluaran lama.Tapi masih asik untuk dipegang,” sahut Sascha yang


membuat Dewa menganggukkan kepalanya.


“Kapan kamu akan membawanya ke sana?”tanya Dewa.“Aku


akan mengkoordinir para pengawalku untuk mengangkutnya.”

__ADS_1


__ADS_2