Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MUAK.


__ADS_3

"Ya," jawab Billi.


"Ternyata kamu kenal sama wanita seperti itu?" Tanya Anton.


"Ya... Aku mengenalnya."


"Nggak salah... Kamu mengenal dia?"


"Emangnya kenapa?"


"Kamu nggak tahu aja. Kasus yang dibuat oleh dia seperti apa? Bisa dibilang Risa itu sering mendapat julukan naughty girl. Julukan itu disematkan oleh Risa dari para pria hidung belang."


"Jadi selama ini?"


"Iya. Sekarang aku tanya. Kamu kenal dia dari mana?"


"Dari Sascha."


"Sascha dari mana?"


"Dia adalah teman kuliah Sascha."


"Parah sekali hidupnya Sascha."


"Kenapa memangnya?"


"Sekarang aku ceritakan siapa Risa sebenarnya? Aku harap kamu nggak akan mau lagi berhubungan dengannya. Setiap orang yang berhubungan dengan Risa. Semuanya menjadi hancur berantakan."


"Oke bang. Aku pengen denger ceritanya."


Lalu Anton menceritakan siapa Risa sebenarnya. Mulai dari awal ia mengenalnya hingga menjalin hubungan. Anton tahu kalau Risa itu memiliki bakat pelakor. Ditambah lagi Risa itu adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Billi menjadi ketakutan dan benar-benar merinding mendengar cerita tersebut. Bisa-bisanya dirinya mengenal wanita itu dan menjalin cinta dengannya.


"Bener bang. Gara-gara dia Aku tidak jadi menikah dengan Sascha," ucap Billi yang selesai mendengarkan cerita Risa dari Anton.


"Gara-gara orang tuanya. Aku masuk dalam penjara. Bisnisku hancur berantakan. Orang tuanya itu sering playing victim. Bisa dikatakan dia yang menipu. Tapi nggak mengakuinya. salah orang tuanya Riza tidak mau terima dengan apa yang dituduhkannya itu. Kenapa nggak jadi nikah sama Sascha?" Tanya Anton lagi.

__ADS_1


"Parah bang. Sayang udah nggak mau terima aku. Karena aku sudah menjalin hubungan dengan Risa. Bisa dikatakan aku lagi siang bertemu dengan Risa," jawab Billi.


"Ya udah nggak apa-apa. Aku saranin kamu nggak usah ngejar-ngejar lagi Sascha. Aku tahu Sascha sudah menikah dengan sahabatnya itu."


"Tapi bang, aku belum rela."


"Jangan bilang nggak rela. Aku nggak mau kamu jadi pebinor. Perebut bini orang. Kalau udah kayak gitu. Aku jamin hidupmu nggak akan bahagia. Percaya deh sama Abang. Mending kamu cari yang lain ketimbang menjadi pebinor."


"Mama menyuruhku memisahkan mereka."


"Nggak boleh kayak gitu. Biarkan saja. Aku tahu Mama sengaja memisahkan agar menikahi denganmu. Tapi saya akan diperas seperti sapi perah untuk menghasilkan uang. Uangnya itu diminta Mama untuk membeli barang branded. Kamu nggak pernah cerita Abang sudah tahu semuanya. Kamu nggak kasihan sama Sascha. Hampir setiap hari Mama mau minta uang. Sampai-sampai uang tabungannya habis. Kalau aku menjadi orang tuanya Sascha nangis. Bayangkan saja gadis baik saja bisa mendapatkan perlakuan seperti itu."


"Abang benar. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi. Penyakit mama nggak bakalan bisa hilang. Karena mama adalah pecinta barang-barang branded sedari dulu sebelum kita lahir."


"Aku nggak masalah soal barang branded. Aku masih bertanya-tanya dalam hati. Buat apa kita beli barang-barang seperti itu? Ujung-ujungnya nggak kepakai sama sekali. Tuh di lemari pada nganggur. Setiap aku ingatkan Mama selalu marah. Aku ingin melihat mama sadar atas kesalahannya. Menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Mengayomi segala putra-putrinya. Ditambah lagi Mama menjadi ibu mertua yang sangat baik. Jujur aku nggak berani membawa pulang gadis."


"Ya bang aku paham. Aku juga merasa sedih soal itu. Aku ingin taubat dan mencari gadis lain untuk dijadikan istri. Aku nggak mau mengulanginya lagi."


"Okelah ikut aku kerja di luar daerah. Aku ingin melihat kamu sukses. Aku ingin kamu meraih cita-citamu. Meskipun bukan lagi seorang aktor terkenal."


"Gara-gara dipenjara aku sering belajar mengaji, salat lima waktu, puasa dan berkumpul sama anak-anak lainnya. Di sana sudah ada yang membimbing untuk menjadi orang baik. Memang pada awal jiwa kita menolak. Seiring berjalannya waktu kita terseret pada arus yang baik. Itulah kenapa kita bergaul dengan orang-orang baik hasilnya menjadi baik. Aku harap kamu mengikuti jejakku. Jangan jadi orang jahat terus-terusan."


"Baik bang. Aku sudah bosan menjadi orang jahat. Bukannya kebaikan malah kejahatan terus yang aku dapatkan. Aku ingin berteman baik dengan Sascha dan juga Dewa."


"Baguslah. Sekarang tinggal Santi. Semoga Santi mendapatkan hidayah di dalam penjara. Aku ingin Santi sadar dan menjadi wanita baik."


"Apakah Abang tidak mengeluarkannya?"


"Enggak. Biarkan saja di dalam penjara. Kalau kita mengeluarkannya. Dia tidak akan menjadi wanita yang baik. Kamu tahu kan maksud Abang apa?"


"Iya bang aku tahu. Sebelum pergi kita bertemu dengan Santi terlebih dahulu."


"Rencanaku sih gitu. Besok pagi kita akan ke sana dan bertemu dengannya. Selama di penjara mama nggak mau menjenguknya."


"Iyalah bang malu pada tetangga."

__ADS_1


"Padahal kesalahannya dari dia sendiri. Nggak merangkul Putri satu-satunya.''


"Aku harus bagaimana?"


"Nggak usah membalas mamamu. Doakan saja biar cepat sadar. Serahkan saja pada yang di atas."


"Oke bang. Papa bagaimana?"


"Kamu nggak tahu papa bagaimana? Papa sudah muak dengan Mama. Papa berencana ingin menceraikan mama."


"Jika mereka bercerai bagaimana?"


"Kita sudah dewasa bukan anak kecil lagi. kita tahu masalah keluarga seperti apa? Hampir setiap hari mereka selalu cekcok yang nggak penting. Ditambah lagi mamamu suka teriak-teriak hingga kedengeran tetangga. Jujur Papa sangat malu sekali sama mamamu itu. Inginnya aku mengajak papa ikut denganku. Tapi rasanya itu nggak mungkin."


"Mungkin saja," sahut Firly yang baru saja datang.


"Papa," pekik Billi.


"Papa sudah siap ikut kalian," ucap Firly yang menghempaskan bokongnya di samping Billi.


"Papa mau ninggalin mama?" tanya Billi.


"Yakin. Papa sudah bosan dengan kelakuan mamamu itu. Hampir setiap hari mamamu selalu mempermalukan Papa di depan orang-orang," jawab Firly.


"Jika Papa bersama kami. Bagaimana dengan Mama?" tanya Billi.


"Biarkan saja. Papa ingin menghukum Mama agar menjadi wanita dewasa. Bayangkan saja usianya sudah setengah abad. Tapi kelakuannya seperti anak kecil," jawab Firly. "Kapan kalian berangkat? Papa ingin ikut kalian saja."


"Nanti malam pa," jawab Anton. "Apakah Papa tahu jika Santi tertangkap polisi?"


"Papa sudah tahu itu. Ini adalah kesalahan mamamu. Jika mamamu nggak serakah soal uang. Kemungkinan besar hidup kita menjadi damai," jawab Firly. "Apalagi mamamu berencana ingin memisahkan Sascha dengan Dewa."


"Nggak boleh pa. Mama nggak boleh ngelakuin itu. Biarkan saja wanita itu bahagia bersama sahabatnya. Meskipun aku dalam penjara. Aku selalu update berita tentang Sascha. Dia sering membagikan momen-momen tentang kebahagiaannya bersama Dewa. Dan Dewa nggak jadi masalah soal itu. Malah aku pernah berkirim pesan sama Dewa dan bertanya soal hubungannya dengan Sascha. Jujur Dewa tidak akan melepaskan Sascha begitu saja. Itulah kenapa aku tidak akan membiarkan kalian merusak hubungannya," jelas Anton.


"Syukurlah. Kamu sekarang sudah sadar setelah keluar dari penjara. Padahal saat itu kamu ingin selalu membunuh Dewa," ucap Firly.

__ADS_1


"Papa tahu apa masalah sebenarnya aku sama Dewa?" tanya Anton.


__ADS_2