Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PERTEMUAN DADAKAN.


__ADS_3

"Baik Pa. Kami akan mengadakan pertemuan malam ini. Anak-anak Sebenarnya ada di sini semuanya. Tinggal Bryan sama Eric," ucap Dewa. "Mereka sedang menuju ke sini."


"Okelah. Papa nggak habis pikir. Kenapa semuanya ini baru terkuak. Jujur Papa juga sudah muak dengan kasus seperti ini. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Devan.


"Terpaksa membereskan semuanya. Keluarga Tommy tersangkut atas kasus ini. Jika semua tidak dibereskan dan menyisakan satu saja, itu akan tumbuh lagi dan menyebar ke mana-mana. Dampaknya bisa berakibat fatal untuk masa depan. Sepertinya aku tidak akan membunuh. Akan aku serahkan semua kepada kepolisian. Aku sudah tidak mempedulikan apa kata orang untuk saat ini," jawab Dewa.


"Tiga musuh sudah tidak ada. Tinggal musuh utama lalu kita habisi bersama. Papa juga akan turun ke lapangan. Biarkanlah kedua mamamu berada di sini," ucapkan yang memberikan perintah kepada Dewa.


"Lalu bagaimana dengan istriku?" tanya Dewa.


"Istrimu tidak ada masalah sama sekali. Dia harus ikut dalam misi ini. Dia harus memegang kendali perusahaannya. Tapi Papa saranin, kamu harus berada di belakang Aulia. Kamu bisa memprovokasi Aulia dengan baik. Aulia akan menyerang dengan caranya sendiri," jawab Devan.


Dewa menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ia memang berencana untuk menaruh Sascha garda di depan. Ia akan mencoba membuat strategi peperangan dengan halus. Memang ini sangat sulit sekali. Dewa harus memutar otaknya agar dapat melakukannya dengan baik. Ia akan meminta bantuan teman-temannya untuk mendukung rencananya itu.


Malam pun tiba. Sascha sedang memakai baju hangat. Bulan-bulan Ini adalah bulan yang sangat dingin di desa. Bahkan udaranya juga tidak bisa ditolerir.


"Jujur hari ini sangat dingin sekali," ucap Sascha yang membuat Dewa mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Memang sangat dingin sekali. Pakailah baju hangatmu," ujar Dewa.


"Apakah Kakak sedang ada acara?" tanya Sascha.


"Rencana kali ini adalah berkumpul sama para petinggi Black Tiger. Oh ya aku belum memberitahukanmu semuanya," jawab Dewa.


"Memangnya ada apa Kak? Apakah ini menyangkut dengan Kak Tommy?" tanya Sascha.


"Keadaan semakin memburuk. Masalah perusahaanmu bisa merembet ke mana-mana. Aku belum menyimpulkan masalah ini sepenuhnya," jawab Dewa sambil berdiri dan mendekati Sascha.


"Sangat parah. Bahkan kasus ini bisa menyangkut hidup orang banyak. Kamu harus bergabung dengan kami. Kamu juga harus belajar menyerang orang yang akan kami ajarkan bersama-sama. Tapi aku tidak mengajak Tommy. Karena dia tidak boleh mengikuti rencana ini," jawab Dewa.


"Tapi Kak Tommy harus tahu semuanya. Aku takut nanti dia kecewa sama kita," ucap Sascha yang memegang tangan Dewa.


"Itu tidak menjadi masalah bagi kami. Nanti sebelum pergi ke New York, kita pergi ke Shanghai terlebih dahulu. Kita akan berkoordinasi dengan Tommy. Memberitahukannya masalah ini sebelum bertindak. Jujur aku memang ingin menghancurkan usaha kedua orang tua Tommy. Agar mereka paham dan tidak usah terlalu ikut campur masalah orang lain. Yang menjadi pertanyaannya, apakah Tommy setuju dengan pendapatku ini?" tanya Dewa sambil menjelaskan rencananya ini.


"Kakak benar. Lebih baik dihancurkan. Demi membuat kedua orang tuanya Kak Tommy sadar. Setelah itu Kakak bangun lagi restoran itu," jawab Sascha yang membuat Dewa paham.

__ADS_1


"Nanti kita bicarakan lebih lanjut lagi. Kalau begitu ayo kita keluar untuk membahas masalah ini," ajak Dewa yang menggandeng tangan Sascha.


Sascha akhirnya setuju lalu berdiri. Ia harap masalah ini tidak terlalu panjang dan selesai dengan cepat. Sascha sendiri belum mengetahui siapa saja yang terlibat.


Kemudian mereka menuruni tangga dan melihat Eric bersama Bryan sudah duduk di sofa. Mereka sedang menikmati kopi panas yang disediakan oleh pengawal.


"Tumben sudah datang," celetuk Dewa.


"Kemarin ada masalah dengan senjata. Ada orang yang tidak dikenal menyerang para pengawal Black Tiger," ujar Eric yang memberitahukan kejadian di lapangan.


"Pasti ada kaitannya dengan kasus ini. Aku yakin orang-orangnya sama yang menyerang kita. Mereka dibawa kendali nenek sihir," sahut Dewa yang melepaskan Sascha.


"Sepertinya kita harus mencari cara agar si nenek sihir itu tunduk," ucap Bryan yang memberikan saran kepada Dewa.


"Janganlah kamu bermimpi ketinggian seperti itu. Nenek sihir itu tidak akan tunduk kepada kita. Kamu tahu kenapa dia tidak mau tunduk kepada kita? Nenek sihir itu bekerja sama dengan kedua orang tuanya Tommy. Mereka sedang mengincar kedua orang tua kalian. Yang membuat aku nggak habis pikir. Si nenek sihir itu membuat persatuan agar menyerang perusahaan Sascha," jelas Dewa.


"Apa yang kamu katakan itu benar?" tanya Eric yang mengerutkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2