
"Mungkin saja. Kamu belum tahu sih bagaimana cara kerjanya si nenek sihir itu? Sepertinya Leo sudah mendapatkan informasi tersebut. Karena Leo sendiri sudah mencari informasi itu dari kecil hingga besar. Ditambah lagi dengan informasi dari Papa Gerre. semakin komplit informasi tersebut," sahut Dewa.
"Ini sangat mengerikan sekali. Kalau begitu aku ingin tidur. Jujur aku sangat lelah sekali ketika perjalanan menuju ke sini," ucap Sascha.
"Pergilah tidur sana. Aku ingin kembali tidur juga. Tubuhku sangat lelah sekali. Mari kita tidur bersama!" ajak Dewa.
Mereka memutuskan untuk tidur bersama pada siang ini hingga malam. Semenjak sang istri hamil, Dewa juga merasakan tubuhnya sangat capek sekali. Tubuhnya seakan-akan menahan beban berat. Padahal dirinya sudah berkonsultasi kepada dokter. Kata dokter, kalau Dewa merasakan istrinya sedang hamil muda dan bagaimana capek ketika mengurus dirinya.
Jujur, Dewa sangat bahagia sekali bisa merasakan tubuh Sascha. Bahkan dirinya memang sengaja ingin mengambil beban yang dirasakan oleh tubuh mungil sang istri.
"Aku nggak akan cerita sama kamu. Karena aku sendiri sudah bersumpah akan mengambil sebagian lelahmu. Biar bagaimanapun, kita memang ditakdirkan untuk bersatu. Tetaplah bahagia dan tersenyum di sisiku. untuk istri tercintaku, Aulia," batin Dewa.
__ADS_1
Sementara di bawah, Devan dan Gerre sedang menunggu kedatangan George dan Mattias. Sembari menunggu mereka bertukar pesan terhadap mata-matanya yang sudah mengikuti nenek sihir ke manapun pergi.
Beberapa saat kemudian, mereka kedatangan seorang pria paruh baya dengan langkah tegapnya. Pria itu menghampiri mereka dan menghempaskan bokongnya di hadapan Devan. Hingga akhirnya, Devan menatap wajah pria itu.
"Pablo," pekik Devan.
"Ya ini aku. Aku datang ke sini hanya ingin bekerja sama dengan kalian. Aku tahu masalah ini semakin membesar karena sesuai dengan prediksiku. Semakin hari Anette sedang membuat ulah hanya demi untuk mencari perhatian orang lain," jawab Pablo nama pria itu.
"Ini berawal dari kasusnya Tommy. seluruh keluarga yang berhubungan dengan Tommy pasti akan ada aja masalah beratnya itu. aku pun merasakan hal yang sama hingga detik ini. Keluargaku diteror habis-habisan sama mereka," jawab Pablo yang memang sengaja menceritakan tentang kejadian tersebut.
"Kalau begitu bergabunglah. Kami tidak akan menyia-nyiakan kasus ini kepada banyak orang yang ingin bergabung ketika bertemu dengan nenek sihir tersebut," jelas Gerre
__ADS_1
"Aku adalah seorang ketua mafia sama seperti kalian. Aku memang sengaja menyembunyikan identitasku," ucap Pablo.
"Terserah deh apakah katamu. Untuk saat ini, aku sedang menunggu kedatangan Matias dan George," sahut Gerre.
"Oh... ya ke mana kedua orang itu? Mereka selalu saja mengajakku berperang di sosial media. Jujur Sampai sekarang aku sangat bosan sekali," tanya Pablo.
"Mereka berada di markas Black Swan. Mereka sedang mencari informasi tentang Anette. aku nggak tahu, kenapa kasus ini sangat rumit sekali? Padahal semua berawal dari bantuan yang diberikan oleh almarhum kedua mertuaku kepada Anette," jawab Gerre.
"Iya begitulah. Aku di sini tidak pernah menyalahkan Tommy. Karena Tommy di sini tidak mengetahui apa-apa," jelas Pablo.
"Sedari dulu Tommy tidak dianggap oleh mereka. Bahkan kamu tahu sendiri, kalau Tommy sering pulang ke mansionku," ucap Devan.
__ADS_1
"Apa itu benar?" tanya Gerre.