
Timothy yang sedang duduk bermain game terkejut ponselnya berdering. Pria bertubuh kekar itu tidak sengaja melihat nomor yang berada di layar ponselnya. Ia mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ini nomor siapa ya? Sepertinya nomor itu dari Amerika. Apakah nomor itu dari keluargaku? Tapi kalau keluargaku selalu saja ada namanya."
Terpaksa Timothy mengangkat ponsel itu. Di sana ada seorang pria paruh baya menceritakan keadaan Khans Company yang sangat mengkhawatirkan. Berhubung Dewa tidak berada di tempat, Timothy menyuruh pria paruh baya itu mengirimkan berkas-berkasnya. Agar ia bisa menyampaikan berkas-berkas itu kepada Dewa.
Tak lama datang Tommy dan juga Bima. Mereka berdua menghempaskan bokongnya sambil membuka jasnya. Lalu Bima melihat Timothy yang sangat aneh sekali.
"Kamu kenapa seperti itu?" tanya Bima.
"Aku tidak apa-apa. Ada masalah besar di perusahaan miliknya Sascha. Kemungkinan besar orang itu adalah asisten dari Papa Gerre," jawab Timothy.
__ADS_1
"Ke mana Dewa?" tanya Tommy.
"Semenjak Sascha hamil, keadaan Dewa agak melemah. Aku nggak tahu kenapa keadaannya bisa melemah seperti itu. Kamu tahu kan pas waktu kita meeting tadi. Wajahnya sangat pucat. Padahal aku tanya tadi dia baik-baik saja," jawab Timothy.
"Mereka sudah seiya sekata. Biar bagaimanapun juga, mereka itu sudah menyatu menjadi dua jiwa dalam satu badan. Dewa sudah menganggap Sascha sebagai kekasih sejatinya. Bahkan mereka tidak bisa terpisahkan satu sama lain hingga akhir hayatnya," terang Bima yang mengetahui tingkatan-tingkatan cinta.
"Ada apa memangnya?" tanya Bima.
"Kapan kamu sadar dari penyakitmu itu? Kamu nggak pernah menjadi orang baik untuk wanita. Sekali-sekali lah kamu tobat menjadi pria baik untuk wanitamu," jawab Timothy.
__ADS_1
"Itu susah sekali buat aku. Aku belum pengen berubah sama sekali. Aku masih teringat pada kejadian masa lalu yang menyakitkan itu. Aku ingin membalas setiap wanita yang mendekatiku," ucap Bima yang tidak ingin berubah sama sekali.
"Faktor patah hati itu memang banyak. Tapi mereka bisa berubah dengan hati kecilnya sendiri. Aku takut nanti kalau kamu memiliki seorang putri. Kelakuan kamu akan dibalas ke putrimu sendiri. Jangan sampai kamu berbuat begitu sejarah terus menerus. Apakah kamu mau jika putrimu ditiduri banyak pria lalu mereka nggak tanggung jawab sama sekali? Kalau aku nggak mau bener. Aku memang brengsek. Aku memang suka mempermainkan hati wanita. Tapi aku tidak pernah menidurinya sama sekali. Berubahlah untuk menjadi pria baik. Aku yakin suatu hari nanti kamu akan mendapatkan seorang wanita yang sangat baik sekali. Dia mau menerima kamu apa adanya. Memang yang namanya tersakiti itu tidak enak. Lantas Apakah kamu mau begini terus? Kamu nggak kasihan lihat kedua orang tuamu setiap malam selalu memikirkan kamu. Mereka juga ingin kamu berubah Bim. Biarkanlah bekas pacarmu Itu bahagia dengan pria lain. Nggak usah dipikir. Lupakanlah saja dia. Masih banyak wanita yang memiliki hati seorang malaikat. Contohnya saja Sascha. Dewa saja sudah kepincut sama dia waktu sekolah. Apalagi sekarang. Tuh hujannya minta ampun sama sekali. Bahkan Dewa ingin menjadikannya sebagai ratu di pelabuhan hatinya. Masa kamu nggak mau hidup normal seperti Dewa," saran Timothy yang membuat Bima menjadi sedih.
"Kalian benar. Seharusnya aku sadar dari kesalahanku ini. Nggak selamanya perempuan itu membuat hati kita sakit. Thanks ya bro Sudah ngingetin aku. Kamu sudah menyinggung soal anak perempuan. Jika aku memilikinya dan kelakuanku terkena pada anak perempuanku sendiri. Aku bisa saja menangis. Aku tidak tega melihatnya. Saatnya dendam harus dibayarkan secara lunas. Aku akan kembali ke dunia mafia. Eric sudah mengajakku untuk berbisnis obat-obatan terlarang," jelas Bima.
"Lu tambah parah banget ya. Bukannya sembuh malah parah. Lu mau mati konyol? Lu tahu penjualan obat-obatan terlarang itu sangat bahaya sekali. Apalagi Erik Yang sebentar lagi dinobatkan sebagai pengganti sang ayah. Aku yakin kamu tidak bisa bertahan. Mereka tidak pernah mengampuni orang sekalipun. Lebih baik kamu tobat dan menjalani hidupmu dengan baik. Ada juga kamu memperkuat Black Tiger lagi. Selama ini Dewa tidak pernah menjual barang-barang seperti itu. Karena tahu nyawa Dewa dan juga Sascha akan menjadi incaran kartel obat-obatan terlarang di Meksiko sana," terang Tommy.
"Apakah itu benar?" tanya Bima yang tidak percaya dengan mereka.
__ADS_1