Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Jebakan Untuk Cathy.


__ADS_3

Ya... itu adalah gedung tua. Yang dimana Cathy sedang mengadakan rencana ingin membunuh Papa Gerre siang ini. Untung saja aku sudah berada di sini," jawab Sascha yang lega.


"Apakah Cathy berada didalam?" tanya Dewa.


"Pastinya," jawab Sascha sambil membaca koordinat ponsel Cathy.


"Okelah," ucap Dewa.


Sebelum merencanakan penyergapan, Dewa membagi beberapa kelompok untuk masuk ke dalam. Kelompok Marty akan berjaga di belakang gedung itu. Sedangkan kelompok Devan masuk ke dalam dan menyebarkan para pengawalnya. Sascha, Dewa meminta Sascha disisinya. Ia tidak mau sang istri terluka.


Timothy dan Tommy sengaja menanamkan bahan peledak di tepi gedung itu bersama Marty. Lalu Dita, Dita ikut bersama Tommy.


Diam-diam memiliki kelebihan yang dimana Sascha tidak mengetahuinya. Ternyata Dita diam-diam jago sekali memasang bahan peledak. Memang sengaja Dita belajar dari Tommy atau juga Timothy.


Lalu Bima, Bima sudah memilih beberapa orang yang mengikuti dirinya. Ia akan naik ke atas gedung untuk mencari celah agar bisa membidik Cathy.


Rencana A akan dijalankan sekarang. Mereka langsung menyebar satu persatu. Dewa yang bersama Sascha akhirnya masuk ke dalam. Mereka menyelinap dari satu tempat ke tempat lain.


Sascha mencoba memeriksa keberadaan Cathy langsung tersenyum manis. Ia memandang wajah Cathy sambil memberikan kode kepada Dewa.


Tiba-tiba saja Dewa bingung. Dalam hatinya ia berkata, "Kenapa Sascha yang memimpin sih?"


Namun Dewa membiarkannya. Ia ingin melihat kemampuan Sascha. Mulai detik ini ia mulai mempercayakan ini kepada Sascha.


Sascha berjalan terus sambil membawa senjata favoritnya. Ia langsung melihat para penjaga . Yang dimana penjaga itu langsung menerjang Sascha. Dengan sigap Dewa langsung menodongkan senjata AKnya dan memberondong ke arah mereka.


Cathy yang berada di dalam mendengar suara tembakan langsung keluar. Ia langsung mengambil senjata air softgunnya. Ia berlari menuju ke luar dan melihat Dewa dan Sascha berubah menjadi mesin pembunuh. Bisa dikatakan mereka sangat cocok sekali dalam hal peperangan sebenarnya.


Cathy langsung bergidik ngeri. Gadis kecil yang dipisahkan dari kedua orang tuanya itu ternyata. berubah menjadi seperti beringas. Apakah ini yang dinamakan sebagai senjata makan tuan? Bisa jadi sih, karena ulahnya sendiri.


Sascha memandang wajah Cathy sambil menatapnya, "Hai Cathy."


Sontak saja Cathy terkejut. ia benar-benar tidak bisa membayangkan kalau hidupnya seperti ini. Ia langsung berteriak untuk memanggil para pengawalnya sambil berteriak, "Pengawal!"


Seluruh pengawal yang disewa oleh Cathy langsung keluar. Ia tertawa mengejek sambil berkata, "Jika aku tidak bisa mendapatkan Gerre. Berarti aku bisa mendapatkan kamu Aulia."

__ADS_1


"Jangan mimpi ketinggian Cathy! Aku tidak pernah bisa kamu tangkap!" ucap Sascha dengan tegas.


"Jika tidak bisa maka mamamu yang akan mati!" bentak Cathy.


"Tidak mungkin. Kamu tahu Mama mertuaku tidak berada di New York. Dia berada di London. yang dimana KOta London adalah kota yang tidak bisa kamu jangkau. Aku tahu Kota London adalah kelemahanmu," ucap Dewa yang membuat Cathy yang geram.


"Kok bisa?" tanya Sascha.


"Iya. Sebenarnya Cathy sudah dideportasi sama pihak pemerintahan negara Inggris. Karena dia membuat ulah," jawab Dewa secara terang-terangan.


"Tangkap mereka!" bentak Cathy.


Ketika ingin menyerang Sascha terlebih dahulu mengambil granat dan melemparkannya ke arah mereka. Dengan cepat Cathy lari terlebih dahulu. Sascha dengan kuat menarik baju Dewa. Ia segera bersembunyi di balik tembok dan....


Dooommmmm.


Granat itu akhirnya meledak dan menewaskan mereka. Dewa hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku kalah dari istriku."


"Kamu enggak kalah dari aku. Aku hanya ingin mengirit peluru," ucap Sascha sambil tertawa kecil.


"Cathy kabur," ucap Sascha.


"Enggak kabur kok," ujar Dewa. "Bagaimana bisa kabur?"


"Caranya?" tanya Sascha balik.


"Cathy tidak bisa kabur dari sini. Dia tidak bisa mendapatkan celah untuk keluar dari gedung ini," jawab Dewa dengan jujur.


"Jadi?" tanya Sascha.


"Mari kita kejar," jawab Dewa yang mengajak Sascha.


Sascha berjalan sambil memberi ponsel. Matanya masih tertuju ke arah ponselnya. ia tidak mengerti apa yang di dalam pikirannya. Ia tidak menyangka kalau Cathy adalah musuh terbodoh.


Buktinya saja GPS di dalam ponselnya belum mati. Sascha semakin semangat mengejarnya. Dengan senyumannya Sascha menuju ke arah kiri dan diikuti oleh Dewa.

__ADS_1


Dewa yang tidak sengaja melihat Cathy yang berlari menuju keluar tersenyum Devil. Ia memegang pundak Sascha sambil berbisik, "Berhenti."


Sascha berhenti dan baru sadar kalau Cathy berada di depannya. Ia menaruh ponselnya sambil berteriak, "Berhenti."


Cathy yang mendengar suara Sascha langsung berhenti. Ia tidak menyangka kalau dirinya tertangkap olek Dewa dan juga Sascha. Sascha segera memberikan senjatanya dan mendekati Cathy sambil berkata, "Bisa-bisanya kamu kabur dari sini."


"Aku enggak kabur," sahut Cathy yang tidak terima dengan ucapan Sascha.


Beberapa saat kemudian Timothy menghubungi Dewa. Ia memberitahukan kalau bahan peledak sudah terpasang. Ia langsung menarik tangan Sascha sambil berkata, "Ayo pergi!"


Akhirnya Sascha menuruti Dewa untuk segera keluar dari gedung ini. Tanpa banyak bicara mereka berlari meninggalkan gedung itu. Sementara itu Bima sedari tadi langsung kabur. Bima sudah melihat dari atas kalau Timothy dan Tommy sedang memasang bom di bawah.


Devan dan lainnya berpapasan dengan Dewa bersama Sascha. Mereka akhirnya keluar dari gedung. Ketika keluar dari gedung, mereka bergabung dan pergi dari area itu.


Sedangkan Cathy, wanita paruh baya itu mengejek Dewa dan juga Sascha. Cathy mengucapkan sumpah serapah yang ditujukan kepada mereka. Namun dirinya tidak tahu kalau sedang dijebak oleh Dewa.


Setelah menjauhi daerah itu, gedung yang sudah dipasang oleh bahan peledak akhirnya meledak dengan hebat. Gedung itu langsung rata dengan tanah.


Dewa yang melihat Timothy meninggalkan tanda tanya besar. Kenapa asistennya itu ingin menghancurkan gedung tua tersebut?


Mereka akhirnya meninggalkan area gedung itu. Di dalam perjalanan Dewa dan Sascha memilih untuk diam. Setengah perjalanan Sascha baru berbicara dan menanyakan, Kenapa gedung itu diledakkan?


"Kenapa gedung itu diledakkan?" tanya Sascha.


"Tanyakan saja pada Timothy," jawab Dewa yang tidak tahu jawabannya.


"Kenapa kamu nggak tahu?" tanya Sascha lagi.


"Kamu bertanya. Aku tidak tahu. Lalu aku harus menjawab apa? Pasti ada sebabnya, jika Timothy melakukan hal itu," jawab Dewa lagi.


Menurut Sascha ini sangat aneh sekali. Kenapa coba Timothy menghancurkan gedung itu? Sascha akhirnya memilih diam dan tanpa banyak bicara apapun.


"Jika kamu ingin bertanya tanyakan saja pada asistenku itu. Aku juga masih penasaran sekali kenapa dia melakukannya? Selama ini dirinya tidak pernah melakukan hal konyol seperti itu," ucap Dewa yang masih berkonsentrasi membawa mobil.


Sepanjang perjalanan Sascha akhirnya tertidur. Ia sudah tidak mempedulikan dengan pertanyaannya itu. Mereka akhirnya kembali ke kantor D'Stars Inc. Lalu bagaimana dengan sang papa? Dewa sengaja membiarkannya agar sang Papa bisa menikmati liburan terpisah dari mama mertuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2