
"Sepertinya sih iya. Dewa Sudah mantap menjadi CEO Nakata's Groups untuk pusat," jawab Devan.
"Lalu bagaimana dengan Kobe?" tanya Gerre.
"Seharusnya jabatan itu memang untuk Kobe. Sedari dulu Papa sudah membujuknya berkali-kali. Tapi Kobe tidak mau sama sekali. Aku nggak tahu kenapa, Kobe nggak mau sama sekali menerima jabatan itu. Padahal dia sudah bisa menangani kantor pusat selama beberapa tahun yang lalu. Pekerjaannya sangat bagus sekali. Bahkan Kobe sendiri sudah bisa mengambil beberapa langkah untuk memajukan perusahaan," jelas Devan yang agak menyesal dengan Kobe.
"Aku pernah mengajaknya mengobrol. Kami mengobrol dengan bahasa anak muda sekarang. Aku bertanya kenapa dirinya tidak mau menjadi ahli waris? Jujur saja Kobe tidak mau sama sekali. Kobe menceritakan tentang kebebasan hidupnya. Dia nggak mau hidupnya terbelenggu tentang peraturan perusahaan yang gila itu. Kamu belum tahu aja rahasia Kobe sebenarnya. Ketika masuk ke dalam kantor, banyak sekali umpatan-umpatan yang sengaja Kobe lontarkan hingga terdengar ke telinga karyawan. Kobe bukanlah pria pemalas. Dia lebih membuka usaha sendiri tanpa harus mengikuti atau membuat peraturan perusahaan yang sangat gila. Dia sekarang berencana untuk menyodorkan Dewa ke para pemegang saham. Tapi mereka tidak menyetujuinya sama sekali. Katanya Dewa orangnya bermasalah," jelas Gerre yang membuat Devan dan Tara terkejut.
"Jadi itu masalahnya. sebenarnya aku juga nggak mau mengekang. Tapi mau bagaimana lagi. papa sudah mengajukan Kobe ke pengadilan," ucap Devan.
__ADS_1
"Sepertinya bukan itu. Apakah kalian tahu? Selama ini Kobe merasa tertekan. ada beberapa orang sengaja membuat Kobe merasakan seperti itu. Mereka adalah dewan direksi Nakata's Groups," jelas Tara.
"Apakah itu benar?" tanya Devan yang tidak mengetahui Ada apa dengan Kobe sebenarnya.
"Itu benar. Ternyata dewan direksi tidak menyukai Kobe ketika masuk ke dalam perusahaan pada pertama kalinya. Mereka selalu saja berusaha menjatuhkan Kobe bagaimanapun caranya. inilah yang membuat aku menyembunyikan tentang penelitianku yang berhubungan dengan Kobe," jawab Tara yang sudah mengetahui Kenapa kau tidak mau menjabat sebagai ahli waris.
"Dewa sama Kobe nggak mirip sama sekali. Kobe memiliki hati terlalu lemah. beda dengan Dewa. sedari kecil, Dewa sudah memiliki jiwa yang kuat. Matanya yang tajam seperti elang. ditambah lagi dirinya suka sekali mengintimidasi orang lain Jika tidak menyukainya. Dewa tidak akan mau bergaul dengan orang tersebut. karena Dewa memiliki insting yang sangat kuat seperti aku," jelas Tara.
"Makanya... Kalau ada masalah Dewa selalu turun tangan. begitu juga dengan Kobe," celetuk Chloe.
__ADS_1
"Bukan itu maksudku. Setiap ada masalah, Dewa dan Kobe sangat kompak sekali untuk memecahkan setiap masalah. Kobe juga berperan penting dalam memimpin pasukan khususnya saat memecahkan banyak kasus. Jadi kita tidak boleh meremehkan Kobe maupun Dewa. sekali meremehkan mereka akan berbuat seenaknya alias penyerbuan yang tidak bisa diprediksi," jelas Tara.
"Semoga saja Kobe mengambil keputusan yang tepat. Papa masih membuka peluang untuk Kobe. Jika Kobe kembali, mereka membuka tangannya lebar-lebar dan mengajaknya bergabung," ucap Devan.
"yang menjadi masalahnya itu satu. coba deh bayangkan, kalau Kobe itu kembali tanpa harus memimpin. Jadi fix, Dewa akan memimpin perusahaan itu hingga mendapatkan keturunan baru. Itulah kenapa aku ingin meminta dewa untuk cepat-cepat memiliki banyak keturunan."
"jadi Itu masalahmu. makanya kamu menyuruh Sascha cepat-cepat hamil. tapi tidak apa-apa. suatu hari nanti salah satu dari mereka akan memimpin perusahaan Khans Company," jelas Gerre yang bangga terhadap temannya itu.
"Apakah kita harus membaginya?" tanya Devan.
__ADS_1