
Dewa beranjak dari duduknya sambil tersenyum mengejek, "Bukannya papa seperti itu ketika bersama Nyonya Tara sebelum menikah?"
Dengan langkah kaki lebarnya Dewa segera meninggalkan Devan yang mulai frustasi. Sebelum membuka pintu Dewa menoleh lalu melihat sang papa. Sebelum keluar Dewa mengingatkan, "Jangan lupa nanti malam ke mansion papa Gerre."
Gerre yang masih berada di dalam mobil bersama Sascha segera menyalakan mobilnya. Setelah keluar dari kantor mereka tidak langsung pulang. Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman sambil menikmati suasana sejuk di taman. Sascha memang sengaja menghabiskan waktu bersama sang papa.
"Pa, kalau aku menikah dengan Kak Dewa, apakah papa merestuinya?" tanya Sascha.
"Papa pasti merestui kamu. Berbahagialah bersama Dewa. Jangan kecewakan Dewa. Karena Dewa adalah pria baik. Enggak macam-macam kaya Billi. Dewa jarang marahlah sama kamu,'' ucap Gerre.
"Terima kasih ya pa,'' ucap Sascha.
"Papa ikhlas melepaskanmu bersama Dewa. Tapi kalau kamu sama Billi, papa tidak akan melakukannya,'' jelas Gerre.
Sascha terdiam sambil mencerna apa yang dikatakan oleh Gerre. Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Gerre. Setiap orangtua pasti ingin melihat anaknya bahagia bersama suaminya.
"Apakah kamu bahagia sekarang?" tanya Gerre yang masih fokus menyetir.
"Ya... aku sangat bahagia. Tinggal bersama papa tidak ada beban sama sekali. Oh... ya pa... dua hari ke depan aku ada tugas dari papa Devan untuk menyelidiki perusahaan. Setelah itu aku akan pergi ke Labuhan Bajo untuk mengecek pembangunan beberapa resort di sana. Kemungkinan besar aku akan mampir ke Jakarta. Mungkin aku akan pulang dua hari sebelum pernikahan. Maafkan aku pa yang tidak ikut persiapan pernikahan,'' jelas Sascha.
"Tidak jadi masalah. Papa akan berkoordinasi bersama papa mertuamu itu untuk mencarikan sebuah konsep pernikahan. Kamu nikmati kerjamu. Setelah itu kamu akan menetap di Hamburg untuk menjalankan terapi otakmu itu. Paling kamu menjalankan terapi selama lima atau enam kali. Setelah itu persiapkan dirimu untuk kuliah,'' tambah Gerre.
__ADS_1
"Baiklah pa. Aku setuju. Bagaimana dengan kedua perusahaan ini?" tanya Sascha.
"Papa dulu pernah membicarakan tentang menggabungkan beberapa perusahaan Khans Company dengan Nakata Groups. Sebenarnya kakek Aoyama tidak mempermasalahkan itu. Kamu tahu sendiri kalau Khans Company tidak memproduksi makanan. Khans Company juga memproduksi oli, minyak rem, aki dan peralatan lainnya. Perusahaan itu yang papa akan gabung," jawab Gerre.
"Bisa ya makanan dicampur oli begitu?" tanya Sascha yang bingung.
"Perusahaan makanan adalah milik mamamu,'' jawab Gerre yang menghentikan mobilnya. "Kamu pasti belum tahu kenapa Khans Company bisa memproduksi makanan dan oli?"
"Ya kalau ini aku enggak tahu. Aku tahunya berbeda perusahaan,'' jawab Sascha.
"Salah sayang. Semuanya menjadi satu. Papa sengaja mendirikan beberapa pabrik oli di Chicago dan New Jersey. Papa tidak pernah membuka pabrik oli di tempat lain. Tapi kalau pabrik makanan papa hampir semua negara ada. Pabrik makanan adalah milik mamamu. Mamamu dulu adalah ahli waris Khans Food. Namun ada tragedi yang mengenaskan saat nenek kakekmu meninggal saat kecelakaan hingga saat ini kasusnya masih misteri. Lalu sang pengacara milik bibimu itu datang dan meminta seluruh perusahaan atas nama mamamu direbut semuanya. Lalu mamamu saat itu menderita. Akhirnya ada agensi dari perfilman Hollywood menawarkan peran kecil untuk menjadi artis. Mamamu saat itu sangat gigih berjuang untuk mendapatkan karir yang bagus dalam dunia entertainment. Lalu saat mamamu mulai bersinar memancarkan kesuksesan, papa tidak sengaja menghancurkan mamamu. Papa saat itu terpengaruh alkohol dan obat perangsang. Entah dari mana minuman itu datang. Papa waktu itu di klub malam bersama teman-teman. Papa akhirnya menghamili mama kamu dan terjadilah kamu. Semoga kamu tidak menyesal dengan hadirnya kamu karena kebrengsekan papa,'' jelas Gerre.
"Papa menyesal?" tanya Sascha.
"Apakah mereka masih hidup?'' tanya Sascha.
"Setelah papa mengakuisisi perusahaan dan menjebloskannya ke dalam penjara. Papa tidak pernah menemuinya lagi. Mereka memiliki banyak kasus penipuan dan memalsukan trade makanan perusahaan lain. Bahkan yang lebih parahnya lagi mereka mengklaim beberapa produk makanan dari perusahaan lain. Bisa dikatakan mereka itu mencontek hasil karya orang,'' jawab Gerre.
"Kasusnya apa ya?" tanya Sascha.
"Yang papa masih ingat adalah mie goreng lada hitam sama ikan dalam kaleng yang rasa pedas manis. Produk itu memang laku di pasaran. Tapi dari segi rasa seratus persen mirip dengan perusahaan. Pengemasan juga sama. Yang membedakan adalah cuma nama perusahaan. Inilah awal mula mereka hancur. Di sinilah kesempatan papa merebut kembali milik mama,'' tambah Gerre.
__ADS_1
Entah kenapa Sascha terdiam dan mulai mencerna kalimat demi kalimat yang dikeluarkan oleh bibir Gerre. Sepertinya Sascha merasakan ada kejanggalan. Kemudian Sascha mulai berpikir apakah ada kaitannya dengan dirinya diculik. Sascha tidak bisa menyimpulkan kasus ini semaunya. Kemungkinan besar Sascha harus bergabung dengan Black Tiger hanya untuk menemukan jawaban.
"Kok aku merasa ada kejanggalan dengan kasus perebutan perusahaan sama diriku diculik?" tanya Sascha dalam hati.
"Sudah tahukan kenapa oli dan makanan kaleng bisa satu perusahaan?" tanya Gerre.
"Ya... Papa memang unik,'' jawab Sascha yang tersenyum manis.
"Kamu bisa bawa mobil?" tanya Gerre.
"Ya aku bisa membawanya. Di Indonesia aku memiliki SIM khusus untuk mengemudi truck besar. Jika aku sedang boring dalam pekerjaan. Aku kabur untuk ikut pengiriman barang hingga ke pelabuhan,'' jawab Sascha dengan jujur.
"Jika kamu ingin keluar, kamu bisa memilih mobil di garasi,'' pinta Gerre.
"Ya... kemungkinan besar aku memilih bepergian memakai bis saja,'' ujar Sascha yang membuat Gerre memutar bola matanya dengan malas.
Gerre segera menancapkan gasnya untuk menuju ke mansion. Gerre baru tahu kalau sang putri tidak terlalu mencintai harganya. Sedangkan Gerre ingin Sascha mengikuti gaya sosialita. Kemungkinan besar Sascha akan menolaknya.
Sesampainya di mansion Gerre mengajak Sascha masuk. Sascha terkejut ketika melihat dirinya yang masih bayi. Sascha mulai mendekat untuk melihat foto itu.
Sascha meneteskan air matanya karena sang papa masih menyimpan foto masa kecilnya. Lalu matanya melihat foto di sebelahnya saat Gerre sedang menggendongnya. Sascha mulai bergeser dari satu foto ke foto lainnya hingga tersenyum.
__ADS_1
Sementara Gerre hanya diam mematung sambil menatap sang putri melihat masa kecilnya. Gerre dan Chloe memang sengaja mengumpulkan foto-foto itu lalu memajangnya. Mereka berharap Aulia akan pulang ke mansion.
"Papa,'' panggil Sascha.