Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
HARUS SELESAI.


__ADS_3

"Tunggu hasil keputusan selanjutnya dari kami," jawab Sascha.


"Apakah kalian sudah selesai?" tanya Dewa.


"Belum pak," jawab Almond yang masih penasaran dengan ruangan ini.


"Lanjutkan sampai ketemu! Aku yakin tidak semuanya berada di dokumen yang tertulis di kertas. Bisa saja dia memakai flash disk untuk menyimpannya," jelas Sascha yang masih curiga dengan apa yang dilakukan dengan Pak Desta.


Belum puas juga Sascha barang bukti tersebut. ia meminta Almond dam Marty menggeledah semuanya. Ia yakin seluruh kejahatan milik Pak Desta berada di ruangan ini.


Ruangan manager keuangan yang tidak bisa dijamah oleh siapapun. Sedari dulu Sascha masih curiga dengan ruangan itu. Melalui instingnya Sascha tahu tempat menyimpannya dokumen-dokumen transaksi apapun itu. Hingga dokumen-dokumen yang barada di ruangan khusus penyimpanan dokumen itu adalah sudah dirubah sedemikian rupa.


"Apakah kalian tahu? Jika kalian mendapatkan laporan dari Pak Desta itu semuanya palsu. Aku sudah mengetahui kasus ini secara mendetail,' tanya Sascha.


Mereka menganggukan kepalanya tanda setuju apa yang dikatakan oleh Sascha. mereka juga merasakan ada kejanggalan dengan laporan Pak Desta tentang penjualan mur dan baut. Yang dimana isinya diubah. Dalam laporan itu, banyak sekali yang keluar. Namun catatannya tertulis hanya beberapa persen saja yang tertulis. Itu menandakan uang yang masuk ke dalam rekening pribadi milik Pak Desta.


Siang pun tiba, mereka akhirnya bubar dan meninggalkan tempat itu. Dewa akhirnya tahu apa yang sebenarnya terjadi di ruangan manager keuangan. ia tidak menyangka kalau sang istri kecilnya itu sangat cerdik sekali. bahkan sedari tadi Dewa hanya menggelengkan kepalanya karena ulah sang istri.


Lalu apa yang dilakukan oleh Pak Desta setelah kepergian mereka? Tentu saja Pak Desta gelisah. Ia tidak akan bisa mengelak dari kejahatannya. Ia baru sadar siapa saja yang dihadapinya sekarang. Karena Sascha yang dulu sudah banyak berubah.


Berubah sih tidak. Sascha sudah lama menjadi pasukan pembongkar kecurangan sejak lama. Ia sengaja ditugaskan oleh Kobe untuk tidak membuka pekerjaan satu ini. Ia akhirnya memilih diam tanpa bersuara.


Dewa mengajak mereka ke ruangannya. Sebelum bekerja Dewa meminta semuanya makan siang. Selesai makan siang Dewa langsung melakukan pemeriksaan dokumen itu.


Pekerjaan itu langsung dibabat habis. Mereka tidak mau berlama-lama berkutat dengan dokumen tersebut.hingga akhirnya Dewa mengambil kesimpulan bahwa PakDesta layak menghuni hotel prodeo.


"Bryan," panggil Dewa.


"Yup," sahut Bryan.


"Urus semua masalah ini! Aku enggak mau masalah ini berlarut-larut hingga esok hari. Kamu tahu apa yang ahrus dilakukan?" tanya Dewa.

__ADS_1


"Oke, aku akan memanggil temanku untuk datang kesini. Aku tidak akan melepaskan kejadian ini," jawab Bryan yang berdiri meninggalkan mereka.


"Angkut semua ke mobil Bryan. Barang-barang itu bisa dijadikan sebagai alat bukti!" perintah Dewa.


Mereka langsung berdiri dan mengerjakan tugas dari Dewa. mereka tidak menyangka kalau Dewa sudah terlalu baik untuk memberikan fasilitas kepada para petinggi.Namun nyatanya Dewa dikhianati oleh pria tua itu.


"Apa yang kamu lakukan setelah ini?" tanya Kobe.


"Memecat anak emas gue dan mengurungnya di dalam kamar selama sembilan bulan," jawab Dewa sambil menatap Sascha.


"Kok aku dipecat?" tanya Sascha yang menatap Dewa balik.


"Hmmp... sepertinya itu sangat mengasyikkan sekali ya?" tanya Bima yang membuat Dewa tersenyum menganggukan kepalanya.


"Sebentar lagi Bibi Ayako akan hamil," jawab Dewa yang membuat Kobe menganggukan kepalanya.


"Sudah hamil. Dia lagi opname di Tokyo. Muntahnya sangat parah," jelas Kobe.


"Boleh tuh," jelas Sascha.


"Sepertinya rumah utama yang bisa dipakai buat ibu hamil untuk hidup tenang," ujar Dewa.


"Lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Kobe.


"Rumah itu adalah milikku sepenuhnya. Mau tidak mau aku harus membereskan semua dan menyuruhnya pergi dari rumah utama. Dengan catatan aku sudah memberikan sebuah rumah di daerah yang berbeda. Aku tidak akan mendiskusikan kepada mereka. Jika aku harus berdiskusi dengan mereka hasilnya percuma," jelas Dewa.


"Kalau mereka enggak mau bagaimana?' tanya Sascha.


"Mereka enggak berhak untuk menempati rumah itu. Mereka harusnya sadar lalu pergi dari sana. Tidak bisa seenaknya mereka menempati rumah itu dalam jangka panjang," jawab Dewa.


"Kalau mereka tidak mau?" tanya Kobe.

__ADS_1


"Kita bisa menuntutnya. Karena mereka tidak berhak menempati rumah itu. Jangankan aku tinggal di sana. Kakek Aoyama saja tidak nyaman tinggal di rumah sendiri," jawab Dewa.


"Sudah aku tebak. Kapan kita pulang ke rumah untuk membereskan semuanya ?Aku sendiri pengen banget pulang ke rumah itu dan mengajak Ayako tinggal di sana,' ucap Kobe.


'


"Kita pulang sekarang ya?" tanya Dewa.


"Semuanya itu terserah Kakak. Aku hanya mengikuti kakak untuk hidup bersamamu selamanya. Mau di Tokyo, Hamburg, New York City ataupun di bulan aku mah siap-siap saja dan menuruti apa kata Kakak," jawab Sascha dengan kocak.


"Tapi kamu harus bantu aku ya untuk menyelesaikan masalah ini. Aku ingin menciptakan sesuatu yang damai di dalam rumah itu. Meskipun aku tidak dilahirkan di rumah itu. Itu adalah rumah kakek nenekku. Aku ingin semuanya menjadi normal tanpa adanya mereka. Mereka hanyalah seorang pengganggu yang ingin menghancurkan keluarga ini. Besok pagi kita akan kembali ke Tokyo. Selama kita di Tokyo, masalah rumah itu harus selesai dalam beberapa minggu kemudian. Aku tidak ingin masalah ini berlarut-larut hingga beberapa generasi ke depan," jelas Dewa yang membuat mereka paham apa yang akan terjadi kedepannya.


"Aku setuju akan hal itu. Lebih baik kita selesaikan saja sampai ke akar-akarnya. Kita tidak akan pernah mau merusak acara kedamaian di dalam rumah itu. Masalah ini sudah selesai. Jadi aku akan membantumu untuk memulihkan perusahaan ini hingga beberapa bulan ke depan. Oh ya... Soal Pak Desta kalian jangan khawatir. Semuanya sudah terinput di data flashdiskku ini. Cepat atau lambat Pak Desta akan mendekam di dalam penjara beberapa tahun ke depan. Terima kasih untuk anak emasmu itu. Aku tidak tahu kenapa masalah ini bisa menjadi sebesar ini? Hampir saja kita kehilangan cabang Surabaya dengan konyol. Semuanya harus diperbaiki ulang," jelas Kobe.


"Tapi apakah ada orang lain lagi yang bekerja sama dengan Pak Desta?" tanya Leo.


"Untuk saat ini tidak ada. Hanya Pak Desta saja yang melakukan penggelembungan dana habis-habisan. Orang-orang yang dituduh oleh Pak Desta itu tidak pernah melakukan apapun. Mereka orangnya jujur dan mau diajak kerjasama. Mereka juga dikeluarkan secara tidak hormat hanya karena masalah kecil. Banyak sekali anak emas yang berkembang dari sini lalu keluar. Untung saja saat itu aku melemparkannya ke Kak Tommy. Masalah ini harus selesai," jelas Sascha.


Sudah seharusnya masalah ini harus diselesaikan. Memang capek Kalau mengingat kejadian-kejadian di cabang Surabaya. Banyak bukti yang sudah digelapkan oleh Pak Desta semuanya terang benderang. Apa yang menjadi firasat Sascha? Sascha harus terjadi dan membiarkan para petinggi perusahaan mengetahui kelakuan Pak Desta.


Sore yang cerah, ketika pak Desta ingin keluar dari perusahaan. Banyak sekali para aparat untuk membekuknya dan dibawa ke kepolisian. Hal ini sungguh memalukan buat perusahaan sebesar D'Stars Inc. Mau bagaimana lagi? Semuanya itu akan ketahuan oleh banyak orang. Kemudian ponsel Tommy berdering. Tommy pun pusing karena yang menghubungi adalah dari pihak Pak Desta. Sekalinya diangkat Tommy mendapatkan makian dari keluarga Pak Desta. Namun Tommy sendiri tidak menjadi pusing akan hal itu. Tommy membiarkan ponselnya berdering berkali-kali tanpa harus diangkat. Untung saja Tommy memiliki ponsel cadangan. Jadinya ia sendiri bisa melakukan komunikasi dengan yang lainnya.


Malam yang cerah di apartemen milik Dewa. Dewa bersyukur kalau masalah ini bisa dilalui dengan sendirinya. Dewa Sudah berencana untuk membangunkan cabang Surabaya. Sebentar lagi cabang Surabaya bisa diperbesar. Namun untuk saat ini Dewa harus mencari orang-orang yang tepat menduduki meja manager dengan baik. Hal ini akan dibicarakan oleh para petinggi perusahaan. Bisa jadi Dewa bisa memindahkan mereka dan mengajaknya ke daerah lainnya.


"Kamu ada apa?" tanya Sascha.


"Aku pusing memikirkan rumah dan perusahaan dalam satu sekaligus. Kalau perusahaan tinggal dipulihkan saja. Aku nggak mau perusahaan ini bangkrut dengan sendirinya. Banyak sekali masyarakat yang menggantungkan hidupnya di perusahaan ini. Aku bisa meminta mereka untuk membantuku sekali Ini saja. Setelah itu aku akan melepaskan mereka satu persatu agar bisa kembali ke perusahaannya masing-masing di Amerika," jelas Dewa yang membuat Sascha khawatir.


"Lama-lama Aku khawatir sama kamu," ucap Sascha.


"Jangan pernah khawatir sama aku. Pikirkanlah bayi kita. Kalau kamu terlalu khawatir tidak baik buat pertumbuhan bayi kita," ucap Dewa sambil memegang tangan mungil sang istri.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan rumah itu?" tanya Sascha.


__ADS_2