Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ADA APA DENGAN D'STARS INC?


__ADS_3

"Dia bukan mafia tapi bekerjasama dengan mafia. Dia adalah seorang penjilat dan pandai memutar balikkan fakta. Jika Sascha tidak cepat membeli saham itu. Kemungkinan besar DT Groups akan jatuh di tangan Theodore Yi,'' jawab Gerre.


"Jika dia memiliki catatan buruk, lalu putri kita?'' tanya Gerre dengan sendu.


"Tenanglah. Di belakang Sascha ada aku dan Dewa. Sascha tidak perlu takut sama Theodore," jawab Gerre.


"Sascha dalam bahaya," celetuk Chloe.


"Tidak akan. Aku tahu Sascha akan menjadi pemberani seperti aku," ujar Gerre yang meraih tubuh mungil Chloe sambil menghembuskan nafasnya.


"Apakah kamu akan bekerja malam ini?" tanya Chloe.


"Tidak. Aku di rumah. Aku sudah mengetahui siapa di balik dalang semua ini," jawab Gerre yang mengelus punggung Chloe.


Dewa yang selesai mendinginkan tubuhnya malah tersenyum sumringah. Dewa mengakui kalau Sascha lah adalah gadis yang bisa membangunkan hasratnya yang selama ini terpendam.


Dewa mulai mendekati Sascha sambil memegang tangannya dan berkata, "Setelah menikah kamu harus sering-sering pake baju."


"Maksudnya?" tanya Sascha sambil mengerutkan keningnya.


"Jika kamu tidak memakai baju bisa dipastikan aku bisa melahapmu," jawab Dewa yang membuat Sascha menganggukan kepalanya.


Sebenarnya Sascha tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Dewa. Namun sudahlah nanti Sascha akan bertanya pada Gerre apa yang dikatakan oleh Dewa. Sementara itu Dewa bahagia membuat sang calon istrinya kebingungan. Sambil tersenyum sumringah Dewa mencium kening Sascha.


Cup.


Tiba-tiba saja wajah Sascha menjadi memerah. Sascha menutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya. Jujur saja Sascha sangat malu kepada Dewa yang baru saja mendaratkan bibirnya di mulutnya.


"Wah... Wajahmu memerah bak tomat yang siap dipanen," ledek Dewa ke Sascha.


"Ah... Aku benar-benar malu. Ternyata kakak pintar merayuku," ucap Sascha yang menurunkan tangannya lalu melihat Dewa.


"Aku enggak merayu. Tapi aku menggodamu," ucap Dewa.


"Ayo turun!" ajak Sascha ke Dewa.


"Ya... Baiklah," balas Dewa.


Jakarta Indonesia.


Ian yang selesai memeriksa tugas-tugasnya memutuskan untuk pergi ke ruangan Leo. Ian ingin mengajak Leo untuk bertemu dengan seseorang. Ketika berada di sana, Ian melihat Leo sibuk. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.

__ADS_1


"Lu sibuk?" tanya Ian.


"Lagi cari penyebab Choi di deportasi dari Amerika," jawab Leo.


"Apa?" pekik Ian yang terkejut. "Ada apa dengan Choi? Bukannya Choi adalah kaki tanganmu dulu?"


"Choi terkena masalah dengan Theodore Yi. Aku enggak tahu kenapa Choi seperti itu?" jawab Leo.


Leo akhirnya menceritakan kronologi kenapa Choi seperti ini? Leo sengaja menceritakan semuanya. Akhirnya Ian paham apa yang telah terjadi.


"Jadi, selama ini Choi menghilang dari DT Groups karena ulah musuh papa Devan," ucap Ian.


"Memangnya kamu tahu kalau Choi menghilang?" tanya Leo.


"Kamu tahu kan kalau aku sering ke sana hanya untuk meeting bersama DT Groups," kesal Ian.


"Soal perpindahan yang mengurus adalah HRD. Kalau dipikir-pikir Papa itu orangnya unik. Jika dia menyukai sesuatu akan dipertahankan. Begitu juga dengan Choi. Lalu kenapa papa Devan memutasi ke Kanada?" tanya Leo.


"Apakah Dewa sudah turun tangan?" tanya Ian.


"Sudah. Bahkan Dewa membentuk tim yang anggotanya hanya Sascha," jawab Leo. "Kalau itu sih urusan mereka. Aku hanya membantu mendapatkan informasi tentang Choi."


"Apakah kamu masih lama?" tanya Ian.


"Markaslah," jawab Ian yang kesal sambil teringat akan Sascha yang ingin masuk ke dalam Black Tiger. "Apakah Dewa akan menarik Sascha ke Black Tiger?"


"Ya... Dewa tidak mau Sascha jatuh ke tangan orang lain," jawab Leo. "Bahkan dirinya sudah mengakui kalau ketua Black Tiger."


"Mudah-mudahan Sascha tahan dengan kesadisan Dewa. Selama ini Sascha tidak tahu kalau Dewa menyembunyikan topengnya," jawab Ian.


"Aku sih berharap iya. Jangan sampai ketika sifat kejam yang menghabisi musuh Dewa keluar lalu Sascha melihatnya. Akhirnya Sascha memutuskan untuk pergi selamanya dari hidupnya. Apa yang akan terjadi?" tanya Leo balik.


"Dunia Dewa akan runtuh seketika. Dewa bisa gila dan akan melakukan hal yang lebih kejam. Bisa jadi akan lebih parah di atas ini," jawab Ian.


"Lu masih ingat enggak kalau Dewa dulu pernah overdosis karena Sascha akan pindah kota?" tanya Leo.


"Gue ingat itu. Yang penting Sascha tidak pergi dari hidupnya. Itu saja. Aku enggak minta muluk-muluk," ucap Ian.


Di lobi ada keluarga Billi datang untuk mencari Sascha. Namun ketika sang resepsionis mengatakan kalau Sascha tidak berada di tempat, Fatin mulai mengamuk dan masuk ke dalam.


Tommy yang ingin masuk ke dalam ruangan Leo terkejut ketika ponselnya berbunyi. Tommy segera melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Dengan cepat Tommy menggeser ikon hijau itu dan menyapa orang yang berada di seberang sana.

__ADS_1


"Hallo," panggil Tommy yang membuka pintu dan mendekati Ian.


"Bos... ada Keluarga Billi yang ingin bertemu dengan nona Sascha," jawab Marty nama sang penelpon.


"Keluarga Billi," tanya Tommy yang terdengar oleh Ian.


"Iya bos. Mereka ingin menuntut Sascha kembali ke dalam pelukan Billi. Sekarang ibunya Billi kabur ke dalam. Tapi para pengawalnya sudah mengejarnya," jawab Marty.


"Ya sudah kalau begitu. Tunggu kami turun!" titah Tommy yang mematikan ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Ian.


"Keluarga Billi ingin menuntut Sascha agar kembali ke dalam pelukannya," jawab Tommy yang memijit keningnya.


"Cobaan apa lagi ini Tuhan. Kenapa dengan Sascha?" tanya Leo.


"Sepertinya Billi ingin meminta Sascha kembali lagi ke dalam pelukannya," jawab Tommy yang membuat mereka terkejut.


"Apa-apaan ini! Seenaknya Sascha diminta untuk kembali. Bukannya dulu Sascha yang dimaki-maki katanya ini itu. Setelah itu dibuang memilih Risa yang ternyata mereka enggak tahu bagaimana sifat iblis wanita itu," kesal Leo yang berhasil menemukan semua data milik Choi.


"Memang mereka termasuk orang yang munafik. Habis gitu dibuang karena Sascha tidak memiliki uang," tambah Leo yang benar-benar emosi.


"Sabar bro... jangan terlalu emosi melawan mereka. Jika kamu melupakan emosimu di sini itu percuma," ucap Ian yang mendinginkan Jake.


"Tunggu Dewa dan Sascha kembali ke sini," jawab Leo.


"Semoga saja ada kabar gembira dari mereka," celetuk Tommy.


"Apa itu?" Tanya Ian.


"Sepasang bayi kembar mungkin," jawab Tommy.


"Amin," sahut mereka dengan kompak.


"Ayolah kita keluar dari sini. Aku ingin menjamu mereka!" ajak Tommy.


"Bagaimana caranya kamu menjamu mereka?" tanya Leo.


"Aku tidak tahu. Mungkin saja aku mengusirnya," jawab Tommy dengan serius.


"Lebih baik kamu usir. Jangan pernah kesini lagi. Aku enggak mau Dewa turun tangan. Jika Dewa turun tangan bisa dipastikan mereka akan hancur," ucap Ian yang masih memiliki hati.

__ADS_1


"Oh... ya.. jangan kasih tahu pernihakan Dewa. Dewa memintaku untuk tidak membocorkan kepada siapapun. Kamu tahukan apa yang dilakukan oleh papa Gerre?" tanya Ian yang mengingatkan Tommy.


__ADS_2